Analisis Wacana Kritis terhadap Strategi Komunikasi Publik Menteri ESDM dalam Isu Cadangan BBM 23 Hari

Authors

  • Darwin Effendi Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Lusi Wulandari Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Ferina Windi Sasmita Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Dyah Kumala Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Anggraini Agustina Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Naila Evelyana Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Revi Puspitasari Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Riana Safitri Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Aurora Mita Ludviana Universitas PGRI Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.664

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Komunikasi Publik, Menteri ESDM, Cadangan BBM 23 Hari, Ketahanan Energi

Abstract

Penelitian ini bertujuan membongkar strategi komunikasi publik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam isu cadangan BBM nasional 23 hari melalui Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Fokus analisis terletak pada pernyataan Menteri yang mengklarifikasi bahwa angka 23 hari bukan penanda habisnya pasokan, melainkan berkaitan dengan daya tampung dan sirkulasi stok BBM. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini membedah wacana dalam tiga dimensi, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menteri ESDM menggunakan strategi negasi intensif, analogi daya tampung, dan de-teknikalisasi untuk menggeser persepsi publik dari “krisis energi” menjadi “rutinitas logistik” yang terkendali. Secara sosiokognitif, wacana diproduksi untuk mengelola asimetri informasi, mereduksi kepanikan, dan mempertahankan legitimasi pemerintah dalam isu ketahanan energi. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi krisis pemerintahan dengan menunjukkan bahwa penyederhanaan bahasa teknis perlu diimbangi transparansi agar kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui penenangan, tetapi juga melalui keterbukaan informasi kebijakan.

References

Eriyanto. (2001). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS.

Fahlevi, M. R., & Nusa, K. (2026). Strategi counter-discourse pemerintah dalam menetralisir kritik publik di media digital. Jurnal Komunikasi Politik Indonesia, 14(1), 45–67.

Handayani, S., Prasetyo, B., & Utami, D. (2026). Disrupsi diskursif dan kecepatan narasi dalam komunikasi krisis pemerintah. Jurnal Media dan Kebijakan Publik, 7(2), 156–175.

Haryanto, T., & Sari, N. (2026). Hegemoni bahasa dan legitimasi politik dalam komunikasi publik era digital. Jurnal Politik dan Pemerintahan, 9(2), 210–228.

Hidayat, R., & Setiawan, A. (2024). Eufemisme sebagai perisai linguistik dalam wacana pejabat publik. Arus: Jurnal Sosial dan Humaniora, 12(2), 145–162.

Kusuma, A. (2025). Represi simbolik dalam komunikasi krisis: Analisis wacana kritis terhadap delegitimasi kritik publik. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 5(3), 201–219.

Lestari, M. (2025). Objektivitas sebagai instrumen represi: Penggunaan data dalam narasi krisis energi. Jurnal Komunikasi dan Perubahan Sosial, 10(1), 88–104.

Pardiani, A. A., Kurnia, E., & Al-Habib, P. A. S. (2025). Analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk pada pemberitaan media online tentang konflik agraria di Wadas oleh CNN Indonesia dan Detik.com. JUPENSAL: Jurnal Pendidikan Universal, 2(2), 36–45. https://journalwbl.com/index.php/jupensal/article/view/450

Pratama, R., Wijaya, A., & Kusuma, D. (2026). Narrative velocity: Kecepatan narasi pemerintah dalam mengelola persepsi krisis di media sosial. Jurnal Studi Media dan Komunikasi, 12(1), 33–55.

Putri, S. D. (2025). Rekayasa konsensus: Penggunaan eufemisme dalam strategi komunikasi krisis pemerintah. Jurnal Linguistik Terapan, 8(1), 88–105.

Republika. (2026, March 11). Bahlil: Stok BBM nasional aman, masyarakat tak perlu panik. Republika Online. https://ekonomi.republika.co.id/berita/tbqc45370/bahlil-stok-bbm-nasional-aman-masyarakat-tak-perlu-panik

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2026, March 4). Cadangan BBM nasional aman, Presiden Prabowo perintahkan bangun storage baru perkuat ketahanan energi. https://setkab.go.id/cadangan-bbm-nasional-aman-presiden-prabowo-perintahkan-bangun-storage-baru-perkuat-ketahanan-energi/

Setiawan, B. (2025). Pemiskinan dialektika dalam komunikasi kebijakan publik: Tantangan transparansi di Indonesia. Jurnal Demokrasi dan Masyarakat, 6(2), 145–163.

Susanto, B., Rahmawati, D., & Haryanto, T. (2026). Komunikasi krisis dan gaslighting linguistik dalam wacana energi nasional. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Masyarakat, 11(2), 112–130.

Van Dijk, T. A. (1993). Principles of critical discourse analysis. Discourse & Society, 4(2), 249–283. https://doi.org/10.1177/0957926593004002006

Wijaya, A., & Pratama, R. (2026). De-teknikalisasi dan depolitisasi krisis energi: Analisis kritis wacana kebijakan publik di era digital. Jurnal Analisis Wacana Kontemporer, 9(1), 34–52.

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Effendi, D., Wulandari, L., Sasmita, F. W., Kumala, D., Agustina, A., Evelyana, N., … Ludviana, A. M. (2026). Analisis Wacana Kritis terhadap Strategi Komunikasi Publik Menteri ESDM dalam Isu Cadangan BBM 23 Hari. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 1223–1229. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.664

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)