Peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga melalui Adat Tunggu Tubang di Desa Danau Gerak Kecamatan Semende Darat Ulu

Authors

  • Siti Awaliya Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Muzaiyanah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Hartika Utami Fitri Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Mohd Aji Isnaini Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Suryati Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia
  • Irpinsyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1339

Keywords:

Tunggu Tubang, Pemberdayaan, Kesejahteraan Keluarga

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan adat Tunggu Tubang, perannya dalam pemberdayaan kesejahteraan keluarga, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Desa Danau Gerak, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah empat orang, terdiri dari satu tokoh adat dan tiga anggota masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan adat Tunggu Tubang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Tunggu Tubang masih dilaksanakan dan dipertahankan sebagai warisan budaya masyarakat Semende. Pelaksanaannya tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan harta pusaka berupa rumah, sawah, dan kebun, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial, moral, serta pemeliharaan hubungan kekeluargaan. Adat Tunggu Tubang berperan dalam pemberdayaan kesejahteraan keluarga melalui pengelolaan aset warisan secara berkelanjutan. Hasil pengelolaan aset dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, memperbaiki rumah, membantu biaya pendidikan, dan mendukung kegiatan sosial. Selain itu, adat Tunggu Tubang memperkuat solidaritas, gotong royong, tanggung jawab, serta pelestarian nilai budaya masyarakat Semende. Faktor pendukung meliputi kuatnya nilai kekeluargaan, kepatuhan terhadap adat, peran tokoh adat, dan keberadaan aset produktif. Faktor penghambat meliputi besarnya tanggung jawab pemegang Tunggu Tubang, keterbatasan kewenangan dalam pengelolaan harta warisan, serta manfaat pemberdayaan yang masih lebih banyak dirasakan dalam lingkup keluarga besar. Secara keseluruhan, adat Tunggu Tubang masih relevan sebagai instrumen pemberdayaan kesejahteraan keluarga di Desa Danau Gerak.

References

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (n.d.). Analisis data kualitatif.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nuraini, & Firmansyah. (n.d.). Kearifan lokal dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Putnam, R. D. (n.d.). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy.

Putri, & Maulana. (n.d.). Peran perempuan dalam adat Tunggu Tubang.

Rindawati, Sari, & Lestari. (n.d.). Adat Tunggu Tubang sebagai sistem pewarisan matrilineal di Semende.

Sugiyono. (n.d.). Metode penelitian kualitatif.

Susanti. (n.d.). Adat Tunggu Tubang dan hukum Islam dalam pembagian warisan.

Wahyuni. (n.d.). Adat Tunggu Tubang, kelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan.

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Awaliya, S., Muzaiyanah, M., Fitri, H. U., Isnaini, M. A., Suryati, S., & Irpinsyah, I. (2026). Peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga melalui Adat Tunggu Tubang di Desa Danau Gerak Kecamatan Semende Darat Ulu. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(5), 504–506. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1339

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.