Perbandingan Kinerja Algoritma K-Means dan K- Medoids dalam Pengelompokan Data Kemiskinan

Authors

  • Hillary Octa Fatica Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Aviv Fitria Yulia Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Ferly Ardhy Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia
  • Fahlul Rizki Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1049

Keywords:

K-Means, K-Medoids, Clustering, Data Kemiskinan, Silhouette Coefficient

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang memerlukan pendekatan analisis berbasis data untuk mendukung ketepatan sasaran kebijakan pemerintah. Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan data kemiskinan yang dapat digunakan secara efektif untuk menentukan prioritas intervensi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma K-Means dan K-Medoids dalam pengelompokan data kemiskinan Kabupaten Pringsewu ke dalam tiga tingkatan, yaitu Sangat Miskin, Miskin, dan Rentan Miskin. Data bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu sebanyak 731 data, yang setelah melalui proses seleksi, pembersihan, dan transformasi (encoding) menghasilkan 517 data siap olah dengan sembilan variabel, yaitu pekerjaan, kepemilikan rumah, jenis atap, jenis dinding, jenis lantai, daya listrik, bahan bakar, sumber air, dan fasilitas buang air besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Means dan K-Medoids menghasilkan nilai Silhouette Coefficient yang berdekatan (0,1808 untuk K-Means dan 0,1721 untuk KMedoids), namun K-Means menunjukkan stabilitas konvergensi yang lebih baik dengan berhasil konvergen pada iterasi ke-12, sementara K-Medoids mengalami osilasi hingga batas maksimum 100 iterasi. Berdasarkan stabilitas yang lebih baik, K-Means dapat direkomendasikan sebagai algoritma yang relatif lebih sesuai untuk pengelompokan rumah tangga kemiskinan pada dataset ini, menghasilkan distribusi 128 rumah tangga Sangat Miskin, 162 rumah tangga Miskin, dan 227 rumah tangga Rentan Miskin. Informasi ini dapat dimanfaatkan oleh instansi terkait untuk menentukan prioritas dan jenis intervensi kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah sesuai dengan kondisi masingmasing kelompok.

References

Amelia, M., Faqih, A., Rinaldi, A. R., & Sosial, K. (2025). Penerapan metode K-Means clustering dalam pemetaan kemiskinan kabupaten/kota di Tepat, 13(2). http://dx.doi.org/10.23960/jitet.v13i2.6231

Farissa, R. A., Mayasari, R., & Umaidah, Y. (2021). Perbandingan algoritma K-Means dan K-Medoids untuk pengelompokkan data obat dengan silhouette coefficient di Puskesmas Karangsambung. Journal of Applied Informatics and Computing, 5(2), 109–116. https://doi.org/10.30871/jaic.v5i1.3237

Hastari, D., Nurunnisa, F., Winanda, S., & Aprillia, D. D. (2023). Application of K-Means and K-Medoids algorithms for grouping country data based on socio-economic and health factors (Penerapan algoritma K-Means dan K-Medoids untuk mengelompokkan data negara berdasarkan faktor sosial-ekonomi dan kesehatan). 274–281. https://www.journal.irpi.or.id/index.php/sentimas/article/view/542

Izzuddin, K. H., & Wijayanto, A. W. (2024). Pemodelan clustering Ward, K-Means, DIANA, dan PAM dengan PCA untuk karakterisasi kemiskinan Indonesia tahun 2021. Komputika, 13(1), 148. https://doi.org/10.34010/komputika.v13i1.10803

Khalif, A., Hasanah, A. N., Ridwan, M. H., & Sari, B. N. (2024). Klasterisasi tingkat kemiskinan di Indonesia menggunakan algoritma K-Means. Generation Journal, 8(1), 54–62. https://doi.org/10.29407/gj.v8i1.21470

Kholis, F. N., & Gunarto, T. (2025). Analisis pengaruh kesenjangan sosial, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pengangguran terhadap kemiskinan di Provinsi Lampung (2012–2023). Ekombis Review, 7(3). https://doi.org/10.32877/eb.v7i3.2243

Madaliyah, M., & Rohmah, S. (2024). Upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. 3(2), 269–273. https://ejournal.uingusdur.ac.id/sahmiyya/article/view/8451

Mansur, Y. (2024). Analisis perkembangan penduduk miskin, karakteristik kemiskinan, dan kedalaman kemiskinan di Indonesia. 8(1), 18–31. https://doi.org/10.35870/emt.v8i1.1930

Margareta, T., Satyahadewi, N., & Pertiwi, R. (2025). Perbandingan kinerja algoritma K-Means dan K-Medoids pada pengelompokan usaha pertanian perorangan tanaman pangan di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Forum Analisis Statistik (FORMASI), 5(1), 35–46. https://doi.org/10.57059/formasi.v5i1.91

Parameswari, D., Dewi, S., Nugraha, B., Karawang, U. S., & Timur, T. (2024). Analisis clustering penyebaran HIV di Karawang berdasarkan kecamatan dengan algoritma K-Means. 12(3). https://doi.org/10.23960/jitet.v12i3.4878

Purnomo, E., Sopiyono, R., & Nurfathillah, N. I. (2025). Potret kemiskinan Kabupaten Pringsewu 2025 (Issue BPS Kabupaten Pringsewu). Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu. https://pringsewukab.bps.go.id/id/publication/2025/11/17/303bdc8bbabe449d666ded91/potret-kemiskinan-kabupaten-pringsewu-2025.html

Rahmatika, A. (2024). Mengatasi kemiskinan dan ketimpangan pangan. 2(12), 131–144. https://doi.org/10.61722/jiem.v2i12.3052

Triono, T. A., & Sangaji, R. C. (2023). Faktor mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia: Studi literatur laporan data kemiskinan BPS tahun 2022. 1, 59–67. https://doi.org/10.59012/jsb.v1i1.5

Wijaya, N. S., Jajuli, M., & Dermawan, B. A. (2024). Penerapan algoritma K-Means clustering dalam menentukan. 8(4), 7579–7584. https://doi.org/10.36040/jati.v8i4.10248

Downloads

Published

2026-07-27

How to Cite

Fatica, H. O., Yulia, A. F., Ardhy, F., & Rizki, F. (2026). Perbandingan Kinerja Algoritma K-Means dan K- Medoids dalam Pengelompokan Data Kemiskinan. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(4), 1195–1203. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1049

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.