Analisis Makna dalam Lirik Lagu Daerah Ogan Ilir dengan Menggunakan Teori Semiotika Roland Barthes
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.917Keywords:
Denotasi, Konotasi, Mitos, Lirik Lagu Daerah, Roland BarthesAbstract
Penelitian ini mengkaji makna lirik lagu daerah Ogan Ilir, yaitu "Ngitung Sukat", "Keceboran", dan "Putri Pinang Masak" dengan menerapkan pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus utama penelitian adalah mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam lirik ketiga lagu tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, teknik simak dan catat, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tataran denotasi, lirik ketiga lagu menggambarkan realitas kehidupan seperti kesulitan hidup, keterampilan pertukangan masyarakat Penesak, serta kisah perantauan dan percintaan. Pada tataran konotasi, ditemukan makna simbolik berupa perjuangan hidup, ketabahan, kasih sayang keluarga, harapan, dan kekecewaan. Sementara pada tataran mitos, ketiga lagu merepresentasikan ideologi masyarakat Ogan Ilir, seperti keyakinan bahwa keluarga adalah sumber kekuatan hidup, keberhasilan diperoleh melalui kerja keras, dan jodoh merupakan ketentuan Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa lagu daerah Ogan Ilir berfungsi sebagai media pewarisan nilai budaya, norma sosial, dan identitas masyarakat kepada generasi muda.
References
Atuzzahro, A. A., Azzahra, N. A., & Handatika, D. T. (2025). Makna denotatif dan konotatif lagu “Bergema Sampai Selamanya” oleh Nadhif Basalamah dalam kajian semantik. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 524–533.
Basri, S., & Sari, E. (2019). Tari Remo (Ngremong): Sebuah analisis teori semiotika Roland Barthes tentang makna denotasi dan konotasi dalam Tari Remo (Ngremong). Geter: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 2(1), 55–69. https://doi.org/10.26740/geter.v2n1.p55-69
Bilu, R., Putra, A., Amalia, F., Masri, E., & Martisa, L. (2022). Makna dan nilai budaya dalam lagu-lagu daerah Muna sebagai model pembentuk karakter unggul. Jurnal Ilmu Budaya, 10, 88–101.
Fitri, F., Gusti, N., & Roselani, A. (2025). Semiotics of Malay culture in song lyrics of “Kuala Tungkal”: Semiotika budaya masyarakat Melayu dalam lirik lagu “Kuala Tungkal”. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 7.
Itasari, A. A., Herawati, D. M., & Aji, H. K. (2023). Komunikasi musik: Hubungan erat antara komunikasi dengan musik. Jurnal Translitera, 12(1), 55–62.
Rahma, K., Abdullah, H. H., Indallaila, Anugerah, R., & Santoso, A. (2024). Representasi makna self improvement pada lirik lagu Tulus “Diri” (Analisis semiotika Roland Barthes). Karimah Tauhid, 3(4), 4903–4916. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i4.12970
Riwu, A., & Pujiati, T. (2018). Analisis semiotika Roland Barthes pada film 3 Dara. Jurnal Deiksis, 10(3), 212. https://doi.org/10.30998/deiksis.v10i03.2809
Rizky, R., Shaleha, A., Psikologi, F., & Mada, U. G. (2019). Do Re Mi: Psikologi, musik, dan budaya. Jurnal Buletin Psikologi, 27(1), 43–51. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.37152
Saleh, F., Aras, N. A. M., & Wahyudi, F. (2023). Interpretasi makna lagu Bugis “Alosi Ripolo Dua”: Analisis semiotika Roland Barthes. Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 185–195. https://doi.org/10.46918/idiomatik.v6i2.2115
Umam, T. H. (2025). Analisis semiotika lirik lagu Babak Terakhir karya Raim Laode dengan pendekatan Roland Barthes. Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(3), 357–365.
Wulandari, T., Rahayu, R., & Mahsa, M. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes pada lirik lagu album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah. Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan, 3, 8–38.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Audila Pebrika, Yeni Ernawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







