Mitos pada Teks Lirik Lagu “Mehr” dan “Halt” Karya Rammstein

Authors

  • Linda Dyah Fitaloka Puspitasari Universitas Negeri Surabaya, Indonesia
  • Agus Ridwan Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.576

Keywords:

Semiotika, Lirik Lagu, Roland Barthes

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam lirik lagu "Mehr" dan "Halt" karya Rammstein dengan fokus pada peran kata abstrak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan pada tataran denotatif, mehr berfungsi sebagai komparatif kuantitatif yang berarti "lebih", sedangkan halt berfungsi sebagai imperatif yang berarti "berhenti". Namun keduanya bersifat tidak stabil: mehr tidak diikuti penjelasan "lebih dari apa", dan perintah halt diarahkan pada objek yang tidak dapat mematuhinya, yakni detak jantung orang lain. Pada tataran konotatif, mehr membangun hasrat yang tidak pernah puas, sedangkan halt membangun kelelahan eksistensial dan penolakan terhadap keberadaan sosial, dengan kekerasan sebagai konsekuensi kegagalan kontrol simbolik. Pada tataran mitos, kedua lirik menaturalisasi kondisi manusia modern yang terjebak antara hasrat tak terpuaskan dan kelelahan total melalui penghapusan jejak historis dan fleksibilitas makna abstrak. Penelitian ini membuktikan bahwa kata abstrak berperan strategis dalam memproduksi ideologi melalui teks budaya populer.

References

Anahdiah, S., Mustofa, M. L., & Habib, Z. (2025). Kebahagiaan era kontemporer perspektif eksistensialisme Jean Paul Sartre dan logoterapi Viktor E. Frankl. 8(2).

Angelia, C. S., & Candraningrum, D. A. (2025). Representasi kekerasan simbolik dalam film It Ends with Us (analisis semiotika Peirce). 9(1).

Barthes, R. (2017). Elemen-elemen semiologi. Basabasi.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.

Dzakiyyah, N. A., & Khoiroh, H. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pada lagu “Bait Al Hana” karya Humood Al Khuder.

Foucault, M., & Gordon, C. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings, 1972–1977 (1st American ed.). Pantheon Books.

Harnia, N. T. (2021). Analisis semiotika makna cinta pada lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” karya Dnanda. Jurnal Metamorfosa, 9(2), 224–238. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v9i2.1405

Luthfiyah, F. N., & Sabri, S. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes pada lagu “Sun Goes Down” karya Lil Nas X. Tuturlogi, 4(3), 69. https://doi.org/10.21776/ub.tuturlogi.2023.004.03.2

Nirfanda Pratiwi, & Nina Queena Hadi Putri. (2025). Makna lirik lagu “Durasi” oleh Feby Putri dalam kajian semiotika Roland Barthes. Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris, 3(2), 01–13. https://doi.org/10.61132/fonologi.v3i2.1584

Schicker, J., & Henry, N. (2021). Beyond Heimatsehnsucht: Rammstein’s approach to Vergangenheitsbewältigung and German identity. Popular Music and Society, 44(4), 397–415. https://doi.org/10.1080/03007766.2020.1797961

Schiller, M. (2020). Heino, Rammstein and the double-ironic melancholia of Germanness. European Journal of Cultural Studies, 23(2), 261–280. https://doi.org/10.1177/1367549418810100

Yanti, P. I. (2022). Penganalogian pada lirik lagu Gajah dan Sepatu karya Tulus: Kajian semiotika Roland Barthes. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 5(2), 765–781. https://doi.org/10.24176/kredo.v5i2.7174

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Puspitasari, L. D. F., & Ridwan, A. (2026). Mitos pada Teks Lirik Lagu “Mehr” dan “Halt” Karya Rammstein. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 838–846. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.576

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.