Wacana Kekerasan Aparat di Media Sosial
Analisis Kritis Van Dijk atas Kasus Penembakan TNI di Palembang
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.610Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Van Dijk, Kekerasan Aparat, Media Sosial, Representasi, TNI PalembangAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekerasan aparat dalam media sosial pada kasus penembakan yang melibatkan oknum TNI di Palembang menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk. Media sosial dipahami sebagai ruang publik digital yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menjadi arena produksi wacana yang sarat ideologi, kekuasaan, dan emosi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa video viral, caption, komentar, tagar, dan berita daring pendukung yang dikumpulkan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana kekerasan aparat dikonstruksi melalui makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur yang diperkuat oleh kognisi sosial serta konteks sosial. Makrostruktur memperlihatkan tema dominan berupa kekerasan, keadilan, disiplin institusi, dan pembelaan terhadap TNI. Superstruktur menunjukkan pola narasi yang diawali kronologi, reaksi publik, klarifikasi, hingga tuntutan keadilan. Mikrostruktur memperlihatkan penggunaan bahasa emosional yang memperkuat polarisasi opini. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan sebagai ruang pertarungan wacana yang membentuk representasi kekerasan aparat secara ideologis dan tidak netral. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memperkuat literasi digital masyarakat dalam membaca narasi viral secara kritis sebelum membentuk opini publik.
References
Antara News Sumsel. (2026, May 18). Pomdam Sriwijaya tangkap terduga pelaku penembakan prajurit di kafe. https://sumsel.antaranews.com/berita/818145/pomdam-sriwijaya-tangkap-terduga-pelaku-penembakan-prajurit-di-kafe
Beritasatu.com. (2026, May 18). Fakta baru penembakan Pratu Ferischal di Kafe Panhead Palembang. https://www.beritasatu.com/sumsel/2995084/fakta-baru-penembakan-pratu-ferischal-di-kafe-panhead-palembang
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.
DetikSumbagsel. (2026, May 17). Oknum TNI-warga sipil jadi tersangka penembakan Pratu Ferischal di Kafe Panhead. https://www.detik.com/sumbagsel/hukum-dan-kriminal/d-8492227/oknum-tni-warga-sipil-jadi-tersangka-penembakan-pratu-ferischal-di-kafe-panhead
Eriyanto. (2011). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS.
Fairclough, N. (2023). Critical discourse analysis. In M. Handford & J. P. Gee (Eds.), The Routledge handbook of discourse analysis (2nd ed., pp. 11–22). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003035244-3
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Liputan6.com. (2026, May 17). Kasus TNI tembak TNI di kafe, Sertu MRR jadi tersangka. https://www.liputan6.com/news/read/6703522/kasus-tni-tembak-tni-di-kafe-sertu-mrr-jadi-tersangka
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Nasrullah, R. (2022). Teori dan riset media siber (cybermedia). Prenada Media.
Sunstein, C. R. (2018). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press.
van Dijk, T. A. (2014). Discourse and knowledge: A sociocognitive approach. Cambridge University Press.
van Dijk, T. A. (2023). Social movement discourse: An introduction. Routledge.
Wodak, R., & Meyer, M. (2016). Methods of critical discourse studies (3rd ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Darwin Effendi, Deswita Azzahra, Bunga Aprilia, Imelda Zalianty, Rintan Suci Lestari, Ella Indira, Rinda Septianah, Santri Aulia Tama, Revalima Paramita, Dea Nabila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







