Mengatasi Homesick dengan Aktivitas Positif
Cara Santriwati Tetap Fokus pada Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.556Keywords:
Homesick, Aktifitas Positif, SantriwatiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas positif yang digunakan santriwati dalam mengatasi homesickness dan menganalisis hubungannya dengan fokus akademik, mengingat tinggal jauh dari keluarga dapat menimbulkan perasaan rindu, kesepian, dan kesulitan beradaptasi di asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan enam santriwati dan satu pembina asrama, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola aktivitas dan pengaruhnya terhadap fokus belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh santriwati mengalami homesickness terutama pada masa awal tinggal di asrama, dan mereka mengatasinya melalui berbagai aktivitas positif, seperti menghafal Al-Qur’an, membaca, menulis, bercerita dengan teman, serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, yang terbukti membantu mengurangi rasa rindu, meningkatkan kenyamanan, dan memperkuat fokus belajar. Peran pembina asrama juga signifikan melalui pengelolaan kegiatan, pendampingan personal, dan pengawasan rutin. Secara keseluruhan, kombinasi aktivitas positif yang terarah dan dukungan pembina efektif dalam membantu santriwati beradaptasi secara emosional dan mempertahankan fokus akademik, memberikan implikasi penting bagi pengelolaan asrama dan pengembangan program dukungan psikososial bagi santriwati baru.
References
Dalila, H., & Fadillah, H. (2024). Konseling individual dalam mengatasi peserta didik yang mengalami homesick di MAN Insan Cendekia Tanah Laut. Al Washliyah: Jurnal Penelitian Sosial dan Humaniora, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.70943/jsh.v2i1.61
Dewi, E. M. P., & Nurdin, M. N. H. (2020). Psikoedukasi homesick santri di Ummul Mukminin Makassar. Dedikasi, 22(1). https://doi.org/10.26858/dedikasi.v22i1.13814
Faridha, E. N. (2024). Overseas student experience of homesickness. Jurnal Psikologi UIN Malang.
Fitriyah Cahyaningrum, F., Zuhro’Fitria, A. Q., & Maharani, N. P. (2025). Fenomena homesickness pada santriwati baru di pesantren: Faktor, gejala, dan strategi adaptasi. Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional, 2(2), 141–146.
Hasanah, H. (2024). Reducing homesickness using solution-focused brief counseling. Psikoeduko: Afeksi Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling, 4(1), 44–54.
Hasnadi. (2019). Perencanaan sumber daya manusia. Bidayah, 10(2).
Lestari, D. (2020). Penyesuaian diri santri baru di pondok pesantren: Faktor pendukung dan penghambat. Jurnal Psikogenesis, 8(1), 1–10.
Mulyanti, L., Prakasiwi, S. I., & Safitri, N. (2025). Edukasi kesehatan mental pada remaja di Pondok Pesantren Putri KH. Sahlan Rosjidi Semarang. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan, 2(2), 74–80. https://doi.org/10.70109/jupenkes.v2i2.52
Nafisah, N. A., & Amin, A. (2023). Pengaruh penyesuaian diri terhadap homesickness santri baru di Pondok Pesantren Al Amien Jember. Jurnal Psikologi, Filsafat dan Saintek, 2(4), 11–20.
Nurfitria, S. (2025). Kesehatan mental santri dalam lingkungan pendidikan berasrama: Tinjauan literatur. Journal of Linguistics and Social Studies, 2(2), 169–177. https://doi.org/10.52620/jls.v2i2.220
Nurviana, W., & Prabawa, A. F. (2024). Examining the effectiveness of reality counseling with dhikr therapy to reduce homesickness: A study in junior high school. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 7(3). https://doi.org/10.20961/shes.v7i3.92366
Pane, R. M., & Lubis, S. E. (2024). Upaya pesantren dalam mengatasi problematika adaptasi santri baru di Pondok Pesantren Kabupaten Tapanuli Selatan. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2).
Pipin, & Yasmin, M. (2023). Perbedaan homesickness ditinjau dari gender pada siswa baru di lingkungan pesantren. Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(2).
Qomar, M. (2007). Manajemen pendidikan Islam: Strategi baru pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Erlangga.
Rahma, S. A. (2025). Pelatihan remaja tangguh untuk menurunkan homesickness santri. 13(1).
Rahmi, M., Astuti, W., & Anastasya, Y. A. (2023). Gambaran homesickness pada santri baru di pesantren. Jurnal Penelitian Psikologi, 1(2), 277–284.
Rihab Said Aqil, & Fakhrurrozi, M. (2025). Homesickness pada santri pesantren: Peran sense of belonging dan pola asuh. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains, 14(1), 122–131. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v14i1.27458
Rosner, R., Willing, J., & Felten, G. (2022). Homesickness in asylum seekers: The role of mental health migration-related factors. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2022.1034370
Salmi, N. F., & Yasmin, M. (2023). Attachment dan homesickness siswa baru di lingkungan pondok pesantren. Psycomedia: Jurnal Psikologi, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.35316/psycomedia.2023.v3i1.1-8
Stroebe, M., Schut, H., & Boerner, K. (2021). Homesickness, coping strategies, and academic adjustment among boarding school students. Journal of Adolescence, 89, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2021.04.002
Supriadi, Z. M., Jalal, N. M., & Rasyid, N. (n.d.). Hubungan self-compassion dengan homesickness pada santri baru di Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri.
Yasmin, M., Zulkarnain, & Daulay, D. A. (2017). Gambaran homesickness pada siswa baru di lingkungan pesantren. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 12(3), 165–172.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nursyifa Irina Putri, Cindy Alia Tasya, Susilawati, Raja Rahima

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







