Pengaruh Pemetaan Kelas dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP Nusantara Kota Sorong

Authors

  • Arby William Mamangsa Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Indonesia
  • Yowelna Tarumasely Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Indonesia
  • Pritilia Ohoiwirin Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Indonesia
  • Valerie Sabono Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i1.554

Keywords:

Pemetaan Kelas, Gaya Belajar, Hasil Belajar, Pendidikan Agama Kristen, Pembelajaran Berdiferensiasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemetaan kelas dan gaya belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SMP Nusantara Kota Sorong. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya capaian hasil belajar siswa kelas VIII yang belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 80,00 dengan rata-rata nilai tengah semester hanya 74,5. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain Nonequivalent Control Group, melibatkan dua kelas VIII sebagai kelompok eksperimen (n=32, menerapkan pemetaan kelas dan gaya belajar) dan kelompok kontrol (n=32, metode konvensional). Instrumen penelitian mencakup soal uraian untuk aspek Kognitif serta lembar penilaian berbasis skala Likert untuk aspek Afektif dan Psikomotorik. Analisis data dilakukan menggunakan Independent Sample T-Test dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemetaan kelas dan gaya belajar secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa: aspek Kognitif meningkat 274,8% (rata-rata posttest eksperimen 27,117 vs kontrol 21,352; t=2,954, sig=0,006<0,05), aspek Afektif meningkat 54,78% (rata-rata posttest 18,117 vs 14,647; t=5,915, sig=0,000<0,05), dan aspek Psikomotorik meningkat 27,28% (rata-rata posttest 11,529 vs 10,529; t=5,667, sig=0,000<0,05). Uji N-Gain menunjukkan efektivitas tinggi pada kelas eksperimen untuk Kognitif (79,70%), Afektif (79,37%), dan Psikomotorik (88,23%). Kesimpulannya, pemetaan kelas dan gaya belajar terbukti efektif meningkatkan hasil belajar PAK secara holistik.

References

Andini, D. W. (2022). Differentiated instruction: Solusi pembelajaran dalam keberagaman siswa di kelas inklusif. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 2(3), 340–349.

Astiti, K. A. (2017). Evaluasi pembelajaran. Penerbit Andi.

Bire, A. L., Geradus, U., & Bire, J. (2014). Pengaruh gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal Kependidikan, 44(2), 168–174.

Dale, E. (1971). Cone of experience. In Audiovisual methods in teaching. Dryden Press.

Ediyanto, D. (2022). Pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan gaya belajar peserta didik. 2nd Proceeding STEKOM, Program Studi Pascasarjana Pendidikan Dasar, Universitas PGRI Semarang.

Firmansyah, D. (2015). Pengaruh strategi pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Jurnal Pendidikan UNSIKA, 3(1), 34–44.

Irawati, D., Iqbal, A. M., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2021). Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 1224–1238.

Jannah, M. M., & Rasyid, H. (2023). Kurikulum Merdeka: Persepsi guru pendidikan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 197–210.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Agama Nomor 27 Tahun 2016 tentang Pendidikan Keagamaan Kristen.

Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Pazmino, R. W. (2002). Foundational issues in Christian education. Baker Academic.

Subhan, M. (2022). Strategi pemetaan kelas dalam pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 5(2), 45–58.

Sugiyono. (2007). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tomlinson, C. A. (2000). Differentiation of instruction in the elementary grades. ERIC Digest.

Tomlinson, C. A. (2021). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.

Wahyuni, S., et al. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi di tingkat SMP. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 6(2), 264–269.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Mamangsa, A. W., Tarumasely, Y., Ohoiwirin, P., & Sabono, V. (2026). Pengaruh Pemetaan Kelas dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP Nusantara Kota Sorong. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(1), 22–27. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i1.554

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.