Sengketa Batas Maritim di Laut Natuna Utara dan Mekanisme Provisional Arrangement Unclos 1982

Analisis Konflik Eksplorasi Migas Blok Tuna 2025–2026

Authors

  • Briggita Angelica Manalu Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Delpia Manik Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia
  • Muhamad Arsy Saktiansyah Datia Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.548

Keywords:

Sengketa Batas Maritim, Blok Tuna, Provisional Arrangement, UNCLOS 1982, Laut Natuna Utara

Abstract

Penelitian ini mengkaji sengketa batas maritim di Laut Natuna Utara dalam kaitannya dengan kepastian hukum kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di Blok Tuna berdasarkan mekanisme provisional arrangement UNCLOS 1982. Eskalasi konflik geopolitik periode 2025–2026 menunjukkan bahwa permasalahan batas maritim di kawasan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan meskipun Indonesia dan Vietnam telah mencapai kesepakatan delimitasi Zona Ekonomi Eksklusif pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi migas di Blok Tuna memiliki landasan yuridis yang kuat berdasarkan Pasal 56, Pasal 77, dan Pasal 83 ayat (3) UNCLOS 1982, namun kepastian hukumnya masih menghadapi tantangan akibat klaim nine-dash line Tiongkok yang bertentangan dengan rezim hukum laut internasional. Strategi perlindungan hukum Indonesia yang bersifat multidimensional, mencakup diplomasi dual track, penguatan Code of Conduct ASEAN, dan peningkatan state presence di Laut Natuna Utara, menjadi instrumen kunci dalam menjamin keberlangsungan eksplorasi migas Blok Tuna di tengah dinamika konflik perbatasan maritim kawasan.

References

Agusman, D. D. (2021). Hukum perjanjian internasional: Kajian teori dan praktik Indonesia. Refika Aditama.

Albertus Agung Yonathan, A., Thekno, F., & Rasji. (2022). Efisiensi garis litigasi dan garis non litigasi pada penyelesaian sengketa batas laut Indonesia menurut UNCLOS 1982. COMSERVA, 2(8), 1563–1572. https://doi.org/10.59141/comserva.v2i8.496

Anwar, D. F. (2020). Indonesia and the South China Sea: Conflict management and regional diplomacy. Jurnal Hubungan Internasional, 9(2).

Artiasha, K. (2023). Riset ilmiah kelautan berdasarkan UNCLOS 1982 dan perkembangannya di Indonesia. Tirtayasa Journal of International Law, 2(2), 138–157.

Gunawan, Y., Nur, M., Amirullah, R., Abdussalam, M. R., Ghaniiyyu, V., & Permana, P. (2022). The law enforcement of illegal fishing in the perspective of UNCLOS 1982: The case of illegal fishing in the North Natuna Sea. Jurnal Cita Hukum, 10(3), 545–564. https://doi.org/10.15408/jch.v10i3.21770

Irfansyah, A. I. (2021). Keberlakuan pengaturan landas kontinen dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia dan United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982). Jurist-Diction, 4(5). https://doi.org/10.20473/jd.v4i5.29816

Juwana, H. (2021). Indonesia’s Natuna waters in South China Sea: Conflict and law perspective. Hasanuddin Law Review, 7(1).

Manoppo, M. M. (2019). Penangkapan ikan secara ilegal oleh kapal asing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia menurut Konvensi Hukum Laut 1982 dan UU No. 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Lex et Societatis, 7(11). https://doi.org/10.35796/les.v7i11.28353

Melany Presilia, M., Hafiuddin, A., & Aprina, E. (2024). Pemanfaatan access right oleh pihak asing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Progresif: Jurnal Hukum, 18(1), 20–41. https://doi.org/10.33019/progresif.v18i1.4755

Permana, R. B., & Hapsari, P. (2023). Penyelesaian sengketa batas maritim Indonesia–Vietnam di Laut Natuna Utara. Jurnal Hukum Internasional.

Putri, A. W. S., & Syahrani, O. (2023). Efesiensi UNCLOS 1982 dalam penegakan hukum illegal fishing: Studi kasus kapal negara Vietnam di Laut Natuna Utara. Jurnal Archipelago, 2(1), 54–60. https://doi.org/10.69853/ja.v2i1.16

Ramon, A. A. V. (2024). Reaching SDG Target 14.4 by establishing provisional arrangements for law enforcement operation. Veritas et Justitia, 10(2), 272–295. https://doi.org/10.25123/vej.v10i2.8570

Scoornova, P. A. A. (2024). Illegal fishing in the Natuna Sea: How UNCLOS 1982 shapes law enforcement between Vietnam and Indonesia. Indonesian Journal of Environmental Law and Sustainable Development, 3(2), 281–308.

Syofyan, A. (2022). Hukum internasional (M. Muhtadi, Ed.; 1st ed.). Pusat Kajian Konstitusi dan Perundang-undangan Universitas Lampung.

Usmawadi, U. (2020). Implementation of the UNCLOS 1982 in utilization of highly migratory species by Indonesia. Sriwijaya Law Review, 4(2). https://doi.org/10.28946/slrev.Vol4.Iss2.119.pp124-135

Yeyen, E. N., & Sari, P. K. (2025). Penyelesaian konflik eksplorasi migas di Laut Natuna antara Indonesia–China. LEX SUPREMA Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 156–169. https://doi.org/10.12345/lexsuprema.v7i1.981

Downloads

Published

2026-05-08

How to Cite

Manalu, B. A., Manik, D., & Datia, M. A. S. (2026). Sengketa Batas Maritim di Laut Natuna Utara dan Mekanisme Provisional Arrangement Unclos 1982: Analisis Konflik Eksplorasi Migas Blok Tuna 2025–2026. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 603–611. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.548

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.