Hubungan antara Lama Operasi dengan Kejadian Shivering pada Pasien Spinal Anestesi

Authors

  • Rahma Januarti Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
  • Dwi Novitasari Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
  • Amin Susanto Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
  • Anggadria Iqbal Yulian Rumah Sakit Umum Daerah Lagita, Indonesia
  • Sinarilah Rumah Sakit Umum Daerah Lagita, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.458

Keywords:

Lama Operasi, Shivering, Spinal Anestesi

Abstract

Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang banyak digunakan dalam prosedur pembedahan. Teknik ini memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat dilakukan pada semua bagian tubuh serta berpotensi menimbulkan komplikasi, salah satunya gangguan pengaturan suhu tubuh dan Shivering. Lama operasi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan terjadinya shivering. Operasi dengan waktu lebih lama, dapat memperpanjang paparan terhadap suhu ruang operasi yang relatif rendah serta memperpanjang efek vasodilatasi akibat anestesi spinal. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara lama operasi dengan kejadian Shivering pada pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal Di Ruang IBS RSUD Lagita Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu, observasional analitik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, dimana variabel bebas yang digunakan adalah lama operasi pada pasien dengan anestesi spinal, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah kejadian shivering. Data pasien pasca operasi dengan spinal anestesi di IBS RSUD Lagita Kabupaten Bengkulu Utara yang didapatkan sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan telaah rekam medis, mencakup karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, IMT), serta lama operasi dan Shivering. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variabel penelitian. Diketahui bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 26 orang (86,7%). Usia responden mayoritas berada pada kelompok dewasa awal (26–35 tahun) yaitu sebanyak 15 orang (50,0%). Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), mayoritas responden memiliki IMT kategori normal (18,5–<24,9) yaitu sebanyak 20 orang (66,7%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal pada penelitian ini memiliki status gizi normal. Hasil analisis univariat terhadap 30 pasien yang menjalani pembedahan dengan anestesi spinal, diperoleh bahwa lama operasi paling banyak berada pada durasi 80 menit, yaitu sebanyak 8 pasien (26,7%). Mayoritas pasien mengalami Shivering derajat 2 (sedang) yaitu sebanyak 15 pasien (50,0%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami Shivering pada tingkat sedang setelah tindakan pembedahan dengan anestesi spinal.

References

Barash, P., Cullen, B. F., Stoelting, R. K., Cahalan, M., Stock, M. C., & Ortega, R. (2013). Handbook of clinical anesthesia. Lippincott Williams & Wilkins.

Butterworth, J. F., Mackey, D. C., & Wasnick, J. D. (2022). Morgan & Mikhail’s clinical anesthesiology.

Hall, J. E., & Hall, M. E. (2020). Guyton and Hall textbook of medical physiology e-book: Guyton and Hall textbook of medical physiology e-book. Elsevier Health Sciences.

Kukus, Y., Supit, W., Lintong, F., Fisika, B., Kedokteran, F., Sam, U., & Manado, R. (n.d.). Suhu tubuh: Homeostasis dan efek terhadap kinerja tubuh manusia.

Masithoh, D., Ketut Mendri, N., Majid Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, A., Tatabumi No, J., & Istimewa Yogyakarta, D. (2018). Long duration of surgery and the incidents of shivering. Maret, 4(1), 14–20.

Masithoh, D., Ketut Mendri, N., Majid Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, A., Tatabumi No, J., & Istimewa Yogyakarta, D. (2021). Lama operasi dan kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi: Long duration of surgery and the incidents of shivering. Maret, 4(1), 14–20.

Morgan Jr, G. E., & Mikail, M. S. (1996). Clinical anesthesiology (p. 881).

Nugroho, A. M., Harijanto, E., & Fahdika, A. (2016). Keefektifan pencegahan post anesthesia shivering (PAS) pada ras Melayu: Perbandingan antara pemberian ondansetron 4 mg intravena dengan meperidin 0.35 mg/kgBB intravena. Journal Manager Anesthesia & Critical Care, 34(1), 64–69.

Pambayun, G. P., & Rizkaningsih, N. A. (2024). Gambaran kejadian shivering pasien dengan metode spinal anestesi enhanced recovery after surgery (ERAS) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Indonesia. 2013.

Sanubari, A. A., Suandika, M., & Sutanto, A. (2024). Gambaran komplikasi pasca spinal anestesi dengan sub arachnoid blok (SAB) di RS Khusus Bedah Jatiwangun. Jurnal of Nursing and Health, 9(1), 51–56.

Triansyah, F., Zulkarnain, Z., & Ningsih, S. A. (2024). Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi pasien post sectio secarea di ruang instalasi bedah sentral RSIA Dwi Sari Lubuklinggau. INJECTION: Nursing Journal, 4(2), 33–45.

Widiyono, W., Suryani, S., & Setiyajati, A. (2020). Hubungan antara usia dan lama operasi dengan hipotermi pada pasien paska anestesi spinal di instalasi bedah sentral. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 3(1), 55.

Zulfikar, Sumarni, T., & Kurniawan, W. (2023). Hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi di RSUD Meuredu. Viva Medika: Kesehatan, Kebidanan, dan Keperawatan, 001, 139–144.

Downloads

Published

2026-05-16

How to Cite

Januarti, R., Novitasari, D., Susanto, A., Yulian, A. I., & Sinarilah, S. (2026). Hubungan antara Lama Operasi dengan Kejadian Shivering pada Pasien Spinal Anestesi. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 18–25. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.458

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.