Pembuatan Kofo-Kofo sebagai Makanan Khas Daerah Nias Selatan dalam Perspektif Pengembangan Masyarakat dan Kewirausahaan
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.432Keywords:
Köfö-Köfö, Nias Selatan, Kewirausahaan, Pengembangan Masyarakat, Kuliner TradisionalAbstract
Köfö-köfö merupakan salah satu makanan tradisional khas Nias Selatan yang memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif proses pembuatan köfö-köfö serta menganalisis potensinya dalam pengembangan masyarakat dan kewirausahaan berbasis lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa köfö-köfö memiliki keunggulan berupa penggunaan bahan lokal, proses produksi yang sederhana, serta nilai budaya yang kuat. Selain itu, köfö-köfö memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk kewirausahaan berbasis masyarakat melalui inovasi produk, strategi pemasaran, dan penguatan kapasitas SDM. Pengembangan köfö-köfö sebagai usaha lokal dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta mendukung pelestarian budaya daerah.
References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Drucker, P. F. (1985). Innovation and entrepreneurship. Harper & Row.
Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A. (2017). Entrepreneurship (10th ed.). McGraw-Hill Education.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson.
Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out. Northwestern University.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis. Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Notoatmodjo, S. (2010). Pengembangan sumber daya manusia. Rineka Cipta.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Richards, G. (2015). Evolving gastronomic experiences. Journal of Gastronomy and Tourism, 1(1), 5–17.
Sedyawati, E. (2014). Budaya Indonesia. Rajawali Pers.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
UNESCO. (2017). Intangible cultural heritage and sustainable development. UNESCO Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vinsensius Triyan Amsit Hulu, Femmy Andriani Delimunthe

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







