Makna dalam Tata Busana Tari Serasan Seandanan di Sanggar Seni Duagha Desa Pagar Dewa Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan

Authors

  • Mega Puspita Sari Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Auzy Madona Adoma Universitas PGRI Palembang, Indonesia
  • Silo Siswanto Universitas PGRI Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.604

Keywords:

Makna, Tata Busana, Tari Serasan Seandanan, Sanggar Seni Duagha, OKU Selatan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam tata busana Tari Serasan Seandanan di Sanggar Seni Duagha Desa Pagar Dewa Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Tata busana yang dikaji meliputi perlengkapan dasar, perlengkapan tubuh, perlengkapan kepala, perlengkapan kaki, dan aksesoris pendukung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari ketua sanggar, ketua adat, dan penari di Sanggar Seni Duagha. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata busana Tari Serasan Seandanan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pertunjukan, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mencerminkan nilai budaya masyarakat Ogan Komering Ulu Selatan. Korset melambangkan kesopanan dan pengendalian diri; baju kawai daya melambangkan keanggunan dan kehormatan perempuan; kain kanduk mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat. Perlengkapan kepala berupa siger ranau melambangkan kemuliaan, kehormatan, dan keteguhan perempuan. Aksesoris seperti selendang kain kanduk, kalung papan jajar, gelang kano, anting bulan bintang, dan rampai mengandung nilai estetika dan filosofi kehidupan masyarakat. Penari pembawa tepak memiliki perlengkapan khusus berupa siger ranau dan selempang yang melambangkan kedudukan muli batin atau anak raja dalam adat setempat. Dengan demikian, tata busana Tari Serasan Seandanan menjadi simbol identitas budaya yang mengandung nilai kesopanan, keharmonisan, dan penghormatan dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

References

Anggriani Nur Kumalasari. (n.d.). Makna simbolis gerak dan tata busana tari.

Apriliani, U., & Wilujeng, B. Y. (2020). Bentuk dan makna pada tata rias busana serta aksesoris Tari Remo Jombangan. Jurnal Tata Rias, 9, 97–106.

Bernika Muhlis Lasari, Hasan, H., & Elvandari, E. (2024). Tata rias dan busana Tari Melaju dengan Mutu di Universitas PGRI Palembang. Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 1(4), 190–198. https://doi.org/10.62383/abstrak.v1i4.229

Chand, S. P. (2025). Methods of data collection in qualitative research: Interviews, focus groups, observations, and document analysis. AERE, 6(1), 303–317. https://doi.org/10.25082/AERE.2025.01.001

Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 1, 1–9.

Khasanah, A. N., Lestari, T., & Pertunjukan, P. S. (2023). Tata rias dan busana dalam Tari Sembah Berambak. Jurnal Seni Pertunjukan, 4(9), 331–341.

Lail, J., & Widad, R. (2015). Belajar tari tradisional dalam upaya melestarikan tarian asli Indonesia. Inovasi dan Kewirausahaan, 4(2), 102–104.

Negara, D. A. (2012). Makna tata busana Tari Gandrung Banyuwangi. JADECS: Jurnal Seni dan Desain, 1.

Nurdin. (2019). Tata rias dan busana Tari Serasan Seandanan di Kabupaten OKU Selatan. Sitakara, 3(22), 42–49.

Silviani, I., Idris, M., & Nurdin, N. (2024). Tari Paya sebagai sumber pembelajaran seni tari. Jurnal Sitakara, 9(1), 91–102. https://doi.org/10.31851/sitakara.v9i1.14787

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2024). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Supriyono, R. (2011). Desain komunikasi visual: Teori dan aplikasi. Andi.

Syifani, D. S., & Utina, U. T. (2025). Estetika tata busana Tari Matirto Suci Dewi Kandri. Jurnal Seni dan Pertunjukan, 7(6), 4176–4188.

Wahyuni, D. T., Rochayati, R., & Siswanto, S. (2023). Deskripsi Tari Jaran Buto dalam perspektif tata rias dan busana di Kabupaten Banyuasin. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(4), 440–446. https://doi.org/10.31004/anthor.v2i4.169

Wong, W., & Yogyakarta, G. (2025). Analisis simbol filosofi tata rias dan busana tokoh Suprabawati dalam Wayang Wong Gaya Yogyakarta. Jurnal Seni Pertunjukan, 10(1), 12–20.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Sari, M. P., Adoma, A. M., & Siswanto, S. (2026). Makna dalam Tata Busana Tari Serasan Seandanan di Sanggar Seni Duagha Desa Pagar Dewa Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 1157–1162. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.604

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.