Representasi Nilai Pendidikan Kearifan Lokal Pondok Pesantren dalam Film Cahaya Cinta Pesantren

Analisis Visual Sinematik

Authors

  • Muhammad Ali Mursid Alfathoni Universitas Potensi Utama, Indonesia
  • Triadi Sya'dian Universitas Negeri Medan, Indonesia
  • Suryanto Universitas Potensi Utama, Indonesia
  • Dani Manesah Universitas Potensi Utama, Indonesia
  • Giovani Universitas Potensi Utama, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.402

Keywords:

Film, Nilai Pendidikan, Kearifan Lokal, Identitas Budaya, Visual Sinematik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi nilai pendidikan berbasis kearifan lokal Pondok Pesantren melalui pendekatan visual sinematik pada film Cahaya Cinta Pesantren. Kearifan lokal terlihat dalam wujud-wujud budaya sekitar. Pesantren sebagai wadah dalam melaksanakan pendidikan agama tentu memiliki kearifan lokal sebagai bentuk sebuah identitas. Proses analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan potongan visual film Cahaya Cinta Pesantren melalui alur cerita yang terdapat dalam elemen mise en scene. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretatif agar dapat digunakan dalam mengkaji bentuk nilai-nilai Pendidikan yang dikonstruksikan melalui elemen visual film. Data penelitian diperoleh melalui tahapan observasi dengan cara menonton film secara berulang serta dokumentasi berupa tangkapan layer adegan film yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi nilai-nilai pendidikan tercermin seperti kemandirian, kebersamaan, kesederhanaan, kreatif, keikhlasan, solidaritas, dan tanggung jawab. Selain itu, integrasi simbol budaya lokal seperti ulos turut memperkuat pembentukan identitas budaya dalam proses pendidikan karakter pada film. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa film juga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran secara kontekstual yang cukup efektif dalam menanamkan nilai-nilai berbasis kearifan lokal kepada peserta didik.

References

Bungin, B. (2011). Metodologi penelitian kualitatif aktualisasi metodologis ke arah ragam varian kontemporer. PT Rajagrafindo Persada.

Cikita, A. A., Amin, H., & Kamil, S. U. R. (2022). Penggambaran nilai kebudayaan pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. 4(1), 12–27.

Darmawan, H., Pramayoza, D., & Yusril. (2020). Makna budaya Minangkabau dalam film Salisiah Adaik. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1).

Dite, S. A. (2023). Representasi identitas Jawa pada cerita Maya (Film Maya Daya Raya) melalui analisis unsur sinematik: Mise en scene. Tonil: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema, 20(1), 8–20. https://doi.org/10.24821/tnl.v20i1.9336

Mansyah, R., Wardiah, D., & Hetilaniar. (2022). Ekranisasi novel Antares karya Rweinda ke film Antares karya Rizal Mantovani. IRJE: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(3). https://irje.org/index.php/irje

Mukhibat. (2015). Meneguhkan kembali budaya pesantren dalam merajut lokalitas, nasionalitas, dan globalitas. Karsa: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman, 23(2). https://doi.org/10.19105/karsa.v23i2.717

Pradhono, C. (2021). Kajian form and style teori Bordwell pada karya film pendek bertema budaya Minang. Layar: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam, 8(1).

Pratista, H. (2008). Memahami film. Homerian Pustaka.

Rif’atil Akhlaq, M., Sri, D., & Setiawati, W. (2018). Strategi kreatif BW Purba Negara dalam casting dan directing tokoh Mbah Sri pada film Ziarah. 10(1). http://filmindonesia.or.id

Saepudin. (2016). Global–lokal: Adaptasi budaya film internasional. Journal Bahasa dan Sastra.

Sartini. (2004). Menggali kearifan lokal Nusantara: Sebuah kajian filsafat. Jurnal Filsafat, 37(1).

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syadian, T., Purba, R., Wahyuni, S., & Nasution, S. K. (2022). Visualisasi emosi melalui teknik pengambilan gambar dalam film pendek “Tembok Imaji.” Proporsi: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 8(1), 34–43. https://e-journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/proporsi/article/view/1843

Turisma, Hetilaniar, & Armariena, D. N. (2024). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam film Air Mata di Ujung Sajadah produksi Beehave Pictures dan Multi Buana Kreasindo Productions. Indonesian Research Journal on Education, 4(2).

Yunus, M. (1990). Sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Hidayakarya.

Downloads

Published

2026-05-26

How to Cite

Alfathoni, M. A. M., Sya’dian, T., Suryanto, S., Manesah, D., & Giovani, G. (2026). Representasi Nilai Pendidikan Kearifan Lokal Pondok Pesantren dalam Film Cahaya Cinta Pesantren: Analisis Visual Sinematik. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 235–245. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.402

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.