Optimalisasi Pendidikan Hukum dalam Pembentukan Budaya Hukum yang Berkeadilan
Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1415Keywords:
Pendidikan Hukum, Budaya Hukum, Kesadaran Hukum, Keadilan, Literasi HukumAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi pendidikan hukum dalam pembentukan budaya hukum yang berkeadilan melalui pendekatan tinjauan literatur. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi relevan yang membahas pendidikan hukum, kesadaran hukum, budaya hukum, sosialisasi hukum, serta akses terhadap keadilan. Data dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, hubungan konseptual, kesenjangan penelitian, dan strategi penguatan pendidikan hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan hukum tidak cukup hanya berorientasi pada transfer pengetahuan mengenai norma dan peraturan, tetapi perlu diarahkan pada pembentukan kesadaran, sikap, nilai, dan kemampuan masyarakat dalam memahami serta menggunakan hukum secara bertanggung jawab. Optimalisasi pendidikan hukum dapat dikembangkan melalui tiga dimensi utama, yaitu dimensi kognitif berupa peningkatan literasi dan pemahaman hukum, dimensi afektif-normatif berupa internalisasi nilai keadilan, tanggung jawab, legitimasi, dan penghormatan terhadap hak, serta dimensi partisipatif-eksperiensial melalui pembelajaran berbasis kasus, klinik hukum, penyuluhan, dan pengalaman hukum secara langsung. Temuan juga menunjukkan bahwa budaya hukum yang berkeadilan dipengaruhi oleh pengalaman masyarakat terhadap hukum, tingkat kepercayaan terhadap institusi, dan kemudahan akses terhadap mekanisme hukum. Oleh karena itu, pendidikan hukum perlu ditransformasikan dari pola informatif menuju pola transformatif, partisipatif, dan kontekstual. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan hukum yang terintegrasi dapat berkontribusi pada penguatan kesadaran hukum, perluasan akses terhadap keadilan, serta pembentukan budaya hukum yang lebih adil, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan hak masyarakat. Kebaruan kajian ini terletak pada integrasi ketiga dimensi tersebut sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan hubungan pendidikan hukum dengan pembentukan budaya hukum berkeadilan secara menyeluruh sistematis.
References
Ahmed, I. S. Y., Miladi, N., Messaoud, M. B., Labidi, F., Ashour, A., Almohannadi, H., Fetais, A., Alkhateeb, G., & Alorfe, A. (2022). Social media networks as platforms for culture and identity interplay among Qatari youth. Journal of Arab & Muslim Media Research, 15(2), 179–203. https://doi.org/10.1386/jammr_00046_1
Aronson, B., & Laughter, J. (2016). The theory and practice of culturally relevant education: A synthesis of research across content areas. Review of Educational Research, 86(1), 163–206. https://doi.org/10.3102/0034654315582066
Audrin, C., & Audrin, B. (2022). Key factors in digital literacy in learning and education: A systematic literature review using text mining. Education and Information Technologies, 27, 7395–7419. https://doi.org/10.1007/s10639-021-10832-5
Handayani, B., Ahmad, A. L., Badrul Hisham, N. A., & Sakti, A. M. T. (2026). Social media impact on youth cultural identity: A systematic literature review. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 42(1), 63–80. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2026-4201-04
Handayani, B., Ahmad, A. L., Hassim, N., & Badrul Hisham, N. A. (2026). Exploration of Malay cultural hybridity on TikTok through semantic network analysis. Akademika, 96(2).
Kemp, S. (2025). Digital 2026: Indonesia. DataReportal.
Manca, S., Bocconi, S., & Gleason, B. (2021). “Think globally, act locally”: A glocal approach to the development of social media literacy. Computers & Education, 160, 104025. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.104025
Nesi, J., Choukas-Bradley, S., & Prinstein, M. J. (2018). Transformation of adolescent peer relations in the social media context: Part 1—A theoretical framework and application to dyadic peer relationships. Clinical Child and Family Psychology Review, 21, 267–294. https://doi.org/10.1007/s10567-018-0261-x
Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.04.016
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., & Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Ratri, S. Y., & Aviyanti, L. (2025). Unlocking digital literacy in Indonesia: Insights from the use of social media platforms. Jurnal Prima Edukasia, 13(1), 191–200. https://doi.org/10.21831/jpe.v13i1.83433
Rojas-Estrada, E.-G., Aguaded, I., & García-Ruiz, R. (2024). Media and information literacy in the prescribed curriculum: A systematic review on its integration. Education and Information Technologies, 29, 9445–9472. https://doi.org/10.1007/s10639-023-12154-0
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Spante, M., Hashemi, S. S., Lundin, M., & Algers, A. (2018). Digital competence and digital literacy in higher education research: Systematic review of concept use. Cogent Education, 5(1), 1519143. https://doi.org/10.1080/2331186X.2018.1519143
Valkenburg, P. M., Meier, A., & Beyens, I. (2022). Social media use and its impact on adolescent mental health: An umbrella review of the evidence. Current Opinion in Psychology, 44, 58–68. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2021.08.017
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herlina Wasiati, Agung Nugroho Puspito

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







