Tradisi Lisan Kasepuhan Cirompang dan Relevansinya terhadap Pembelajaran BIPA Berbasis Kesadaran Budaya (Cultural Awareness)
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i1.437Keywords:
Cirompang, Pembelajaran BIPA, kesadaran budaya (cultural awareness), kearifan lokal, kompetensi interculturalAbstract
Tradisi lisan masyarakat adat Kasepuhan Cirompang, seperti pamali, tahayul, petuah, dan prosa rakyat, merupakan warisan budaya yang mengandung nilai moral, sosial, ekologis, dan religius. Di tengah arus globalisasi, tradisi lisan tersebut menghadapi tantangan keberlanjutan, sekaligus belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Padahal, pembelajaran BIPA menuntut penguasaan bahasa yang disertai kesadaran budaya (cultural awareness) guna mendukung kompetensi komunikatif lintas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan nilai tradisi lisan Kasepuhan Cirompang serta menganalisis relevansinya sebagai sumber pembelajaran BIPA berbasis kesadaran budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan desain etnografis. Data diperoleh melalui dokumentasi teks tradisi lisan, wawancara dengan tokoh adat, serta studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan interpretasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lisan Kasepuhan Cirompang memuat nilai-nilai ketaatan terhadap norma, etika berbahasa, keharmonisan sosial, penghormatan terhadap alam, dan keselarasan antara agama, adat, dan negara. Nilai-nilai tersebut relevan sebagai materi autentik pembelajaran BIPA untuk meningkatkan pemahaman budaya lokal Indonesia dan kompetensi interkultural pembelajar asing. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi tradisi lisan Kasepuhan Cirompang dalam pembelajaran BIPA berkontribusi pada penguatan kesadaran budaya sekaligus pelestarian kearifan lokal.
References
Aryadi, D. C., & Mualimah, E. N. (2024). Yang masih tersisa dan tetap bertahan di Banten Kidul. Rangkasbitung: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak.
https://opac.museummultatuli.id/index.php?id=164&keywords=Yang+Masih+Tersisa
Malik, A. (2016). Berjuang menegakkan eksistensi: Komunikasi politik masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul. Serang: Pemerintah Provinsi Banten.
Mualimah, E. N., Sastromiharjo, A., & Damaianti, V. S. (2025). Kasepuhan Banten Kidul: Exploring local wisdom through reading culture. In Proceedings of the International Joint Conference on Arts and Humanities 2024 (pp. 102–111). Atlantis Press.
https://www.atlantis-press.com/proceedings/ijcah-24/126008407
Nurfaidah, R. (2024). Membaca Banten dalam motif cerita rakyat. Jurnal Bebasan.
https://jurnalbebasan.kemdikbud.go.id/bebasan/index.php/home/article/download/88/79/83
Permana, H., Rizqoh, F., & Mahfud, R. (2021). Petunjuk teknis kegiatan lomba pembuatan resensi buku berbasis koleksi perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Putra, D. M. L., Rais, W. A., & Suwardi. (2024). Konsep hidup dalam leksikon masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul (Kajian etnolinguistik). LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan.
https://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/loa/article/view/1839
Rahardjo, D. M., & Rahayu, Y. S. (2002). Urang Kanekes di Banten Kidul. Jakarta: Direktorat Tradisi dan Kepercayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Wahyudin, M. (2024). Budaya Banten dan kearifan lokal. Bandung: Gemala Media.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 DC Aryadi, Sri Purwantiningsih, Berita Mambarasi Nehe

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







