Determinan Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan Skala Kecil di Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang
Pendekatan Modal Manusia dan Sosial
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1525Keywords:
Keamanan, Kesehatan, Kesejahteraan Rumah Tangga Nelayan, Partisipasi Sosial, PendidikanAbstract
Produksi perikanan tangkap Indonesia terus meningkat, tetapi kesejahteraan nelayan masih tertinggal yang ditandai dengan turunnya Nilai Tukar Nelayan Kalimantan Barat ke angka 99,15 pada 2024 atau berada di bawah garis impas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan serta pengaruh pendidikan, kesehatan, keamanan, dan partisipasi sosial terhadap kesejahteraan rumah tangga nelayan di Desa Sukabangun dan Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel berjumlah 186 rumah tangga yang ditarik melalui proportionate stratified random sampling dari populasi 345 rumah tangga nelayan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 75 butir dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan rumah tangga nelayan berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 48,13 (rentang 15–75) yang bersifat bertahan untuk pemenuhan kebutuhan harian. Pendidikan, kesehatan, keamanan, dan partisipasi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan, serta secara simultan menjelaskan 56,1 persen variasinya ( ; ). Pendidikan dan kesehatan memberikan sumbangan efektif terbesar (40,39 persen) sebagai fondasi utama, sedangkan keamanan dan partisipasi sosial berperan sebagai faktor penguat. Program pemberdayaan nelayan perlu memadukan peningkatan kapasitas fungsional, perluasan akses layanan kesehatan, penguatan keamanan lingkungan pesisir, serta revitalisasi kelembagaan sosial nelayan.
References
Adger, W. N. (2006). Vulnerability. Global Environmental Change, 16(3), 268–281. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2006.02.006
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik nilai tukar petani 2024.
Becker, G. S. (1964). Human capital: A theoretical and empirical analysis, with special reference to education. National Bureau of Economic Research.
Berkes, F., & Ross, H. (2013). Community resilience: Toward an integrated approach. Society & Natural Resources, 26(1), 5–20. https://doi.org/10.1080/08941920.2012.736605
Chambers, R. (1989). Editorial introduction: Vulnerability, coping and policy. IDS Bulletin, 20(2), 1–7. https://doi.org/10.1111/j.1759-5436.1989.mp20002001.x
Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94(Suppl.), S95–S120. https://doi.org/10.1086/228943
Grossman, M. (1972). On the concept of health capital and the demand for health. Journal of Political Economy, 80(2), 223–255. https://doi.org/10.1086/259880
Heriza, B., & Mulianingsih, F. (2023). Peran modal sosial dalam kesejahteraan masyarakat nelayan Tambak Lorok Semarang Utara. Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS, 5(1), 46–52. https://doi.org/10.15294/sosiolium.v5i1.65214
Lubis, A. I. F., Sembiring, R., & Hasanah, U. (2021). Dampak penentu hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan di Kelurahan Belawan Bahari pada era new normal. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, 6(1), 347–352.
Mincer, J. (1974). Schooling, experience, and earnings. National Bureau of Economic Research.
Mudzakir, A. K., & Suherman, A. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan kecil di PPN Pekalongan. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, 10(2), 205–215. https://doi.org/10.24319/jtpk.10.205-215
Nopendi, G. P., Yudha, I. G., Endaryanto, T., Rochana, E., & Abidin, Z. (2025). Factors influencing the welfare of rajungan fishermen in the eastern coastal waters of Lampung Province. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 15(1), 102–111.
Nussbaum, M. C. (2011). Creating capabilities: The human development approach. Belknap Press of Harvard University Press. https://doi.org/10.4159/harvard.9780674061200
Pandesta, R., Negara, I. K. W., & Restu, I. W. (2025). Kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan skala kecil di Desa Sapeken, Sumenep, Jawa Timur. Papalele: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan, 9(2), 118–126.
Pretty, J. N. (1995). Participatory learning for sustainable agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263. https://doi.org/10.1016/0305-750X(95)00046-F
Purwangka, F., Nuranisah, R. Y., Solihin, A., Erwiantono, E., & Rizal, D. R. (2025). Strategi peningkatan kesehatan nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 21(2), 128–137.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Schultz, T. W. (1961). Investment in human capital. The American Economic Review, 51(1), 1–17.
Scoones, I. (1998). Sustainable rural livelihoods: A framework for analysis (IDS Working Paper No. 72). Institute of Development Studies.
Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford University Press.
White, S. C. (1996). Depoliticising development: The uses and abuses of participation. Development in Practice, 6(1), 6–15. https://doi.org/10.1080/0961452961000157564
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pahruji, Yarlina Yacoub, Rosyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







