Identifikasi Proses Panen TBS Kelapa Sawit dengan Menggunakan Konsep Lean Manufacturing

Authors

  • Adriansyah Intitut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Indonesia
  • Heriasman Intitut Teknologi dan Bisnis Indragiri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1238

Keywords:

Konsep Lean Manufacturing, Waktu Pemborosan, Alat Mesin Mekanisasi Pertanian

Abstract

Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk menggunakan konsep lean manufacturing pada proses panen Tandan Buah Segar Kelapa Sawit oleh kelompok petani lokal swadaya sehingga dengan penerapan ini pemborosan waktu panen yang terjadi dengan alat mekanisasi pertanian dapat ter-identifikasi lalu diminimasi atau di hilangkan. Adapun langkah identifikasi pemborosan didapat melalui pengamatan dan kuesioner. Hasil identifikasi yang didapat dari kuesioner digunakan sebagai dasar menentukan alat pemetaan VALSAT untuk digunakan dalam analisis. Berdasarkan hasil identifikasi pemborosan melalui kuesioner didapat bahwa pada bagian proses panen TBS sawit mengunakan peralatan mekanisasi pertanian yang paling banyak menghasilkan pemborosan, selanjutnya diketahui terjadi pada kegiatan pengangkutan TBS ke TPH dan pemborosan berikutnya pada bagian memasukan TBS sawit ke mobil yang juga mengunakan peralatan mekanisasi pertanian. Berdasarkan identifikasi konsep Lean Manufacturing diketahui peringkat pemborosan proses panen TBS sawit : (1) waiting dengan nilai rata-rata 4,44%; (2) bagian transportation 2,50%; (3) defects 1,89%; (4) processing 1,50%; (5) overproduction 1,33% (6) motion 1,28% (7) inventory 1,17% serta waste 7+1 overal structure1,11%. Melalui Value Stream Mapping (VSM) kondisi saat ini diketahui bahwa total waktu proses panen TBS adalah 35.990 detik dengan kapasitas panen sebesar 7 ton TBS per dua hari dengan jumlah pekerja panen sebanyak 8 orang. Rancangan usulan perbaikan dapat menurunkan total waktu panen menjadi 25.190 detik sekaligus meningkatkan kapasitas panen 7 ton TBS per 1 hari dan hanya menggunakan 5 pekerja panen.

References

Ayunda, N. (2012). Pendekatan metode Lean guna mengidentifikasi waste (pemborosan) dengan menggunakan value stream analysis tools (VALSAT) serta usulan perbaikan pada proses produksi pot krim 12,5 gr [Skripsi, Universitas Airlangga].

Direktorat Jenderal Perkebunan Indonesia. (2016). Statistik perkebunan Indonesia komoditas kelapa sawit.

Fitriana, S. (2023). Pendekatan lean manufacturing pada industri kelapa sawit untuk meminimalkan waste dengan metode value stream mapping (VSM).

Jafri, M. R. (2015). Production line analysis via value stream mapping: A lean manufacturing process of color industry. Procedia Manufacturing.

Rother, M., & Shook, J. (1999). Learning to see: Value-stream mapping to add value and eliminate muda. Lean Enterprise Institute.

Seyed, M. Z. (2004). Lean manufacturing implementation through value stream mapping: A case study. Journal of Technology and Science Engineering.

Subekti, P. (2010). Analisa kerusakan short drive shaft kempa ulir pada pabrik kelapa sawit. Jurnal APTEK, 3(1).

Venkataraman, K. (2014). Application of value stream mapping for reduction of cycle time in a machining process. Procedia Materials Science.

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Adriansyah, A., & Heriasman, H. (2026). Identifikasi Proses Panen TBS Kelapa Sawit dengan Menggunakan Konsep Lean Manufacturing. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(4), 2578–2584. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1238

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.