Bahasa Gaul dan Etika Komunikasi

Studi Sosiolinguistik terhadap Pembentukan Akhlak Berbicara Anak Usia Dasar di Lingkungan Urban

Authors

  • Khaerul Umam Muttaqin Universitas Islam Negeri Profesor Kiyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Anggi Mita Rosalia Universitas Islam Negeri Profesor Kiyai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1194

Keywords:

Bahasa Gaul, Anak Usia Dasar, Sosiolinguistik, Habitus, Etika Komunikasi, Akhlak Berbicara

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah praktik komunikasi anak usia dasar, terutama di lingkungan urban dengan intensitas interaksi digital yang tinggi. Bahasa gaul yang berkembang melalui media sosial dan platform digital semakin banyak digunakan dalam komunikasi sehari-hari, termasuk istilah yang bermakna ambigu dan belum sepenuhnya dipahami anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis manifestasi habitus bahasa gaul anak usia dasar di lingkungan urban serta implikasinya terhadap etika komunikasi dan pembentukan akhlak berbicara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik dan etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif nonintervensi, simak libat cakap, pencatatan, perekaman, dan wawancara mendalam dengan anak serta informan pendukung. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan konsep habitus dan arena Pierre Bourdieu serta komponen tutur SPEAKING Dell Hymes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan TikTok, Instagram Reels, Roblox, dan Mobile Legends berkontribusi terhadap pembentukan kebiasaan penggunaan istilah rizz, sigma, skibidi, mewing, dan pookie. Penggunaan istilah tersebut didorong oleh keinginan memperoleh penerimaan sosial dan memperkuat kedekatan dengan kelompok sebaya. Namun, sebagian anak belum memahami makna dan konotasi istilah secara memadai. Kebiasaan tersebut terbawa ke lingkungan keluarga dan sekolah sehingga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dengan norma komunikasi formal dan kesantunan. Temuan ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada penggunaan bahasa gaul, melainkan pada rendahnya kesadaran semantik dan kontekstual anak. Oleh karena itu, sinergi keluarga dan sekolah diperlukan untuk memperkuat literasi digital, pemahaman makna bahasa, dan pembiasaan komunikasi santun sebagai bagian dari pembentukan akhlakul karimah.

References

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard University Press.

Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Dzulhusna, N., Nurhasanah, N., & Suherman, Y. N. (2022). Qaulan sadida, qaulan ma’rufa, qaulan baligha, qaulan maysura, qaulan layyina dan qaulan karima itu sebagai landasan etika komunikasi dalam dakwah. Journal of Islamic Social Science and Communication (JISSC) DIKSI, 1(2), 76–84.

Gede Agung, G. A. D. A., Nasih, A. M., Sumarmi, Idris, & Kurniawan, B. (2024). Local wisdom as a model of interfaith communication in creating religious harmony in Indonesia. Social Sciences & Humanities Open.

Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. University of Pennsylvania Press.

Iqbal, K., & Widodo, W. (2024). Serat Jarwasasana: Representasi masyarakat Jawa dalam membangun rumah melalui perspektif Bourdieu. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(3). https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3901

Jadidah, I. T., Tazkia, N., Agustin, D., Isnaini, F., & Dita, E. N. (2023). Analisis penggunaan bahasa gaul ke dalam bahasa Indonesia di kalangan siswa sekolah dasar. Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 2(2), 132–138. https://doi.org/10.62668/kapalamada.v2i02.409

Juhaeni, J., Ludiawati, W., Safaruddin, S., Laili, L. N., Ulfa, L. Z., & Ambarwati, P. (2020). Kesantunan berbahasa pada anak melalui pembiasaan. JECED: Journal of Early Childhood Education and Development, 2(2), 117–123. https://doi.org/10.15642/jeced.v2i2.942

Mahsun. (2019). Metode penelitian bahasa: Tahapan, strategi, metode, dan tekniknya. Rajawali Pers.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nabila, S., & Liusti, S. A. (2026). Kesantunan berbahasa dalam tindak tutur ekspresif pada kolom komentar netizen. Persona: Kajian Bahasa dan Sastra.

Nofianti, H. (2020). Bahasa gaul dan identitas remaja: Kajian linguistik kultural. Bahasa & Sastra Nusantara.

Novianti, E., Hidayati, H., Sandika, H., & Ratnasari, D. T. (2026). Analisis penggunaan bahasa gaul oleh siswa sekolah dasar di era media sosial TikTok dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 6(1), 1508–1518. https://doi.org/10.37081/jipdas.v6i1.4304

Novita, R. Y., & Rosidah, C. T. (2025). Analisis penggunaan bahasa gaul dalam media sosial terhadap pemahaman Bahasa Indonesia siswa sekolah dasar. ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia, 8(1), 69–85. https://doi.org/10.29240/estetik.v8i1.12717

Nurhasanah, N. (2014). Pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia. Forum Ilmiah, 11(1), 15–21.

Nurhasanah, N. (2022). Pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dan etika komunikasi. Forum Ilmiah.

Nurhayati, N. (2022). Impact bahasa gaul terhadap keterampilan menulis akademik dan kesadaran berbahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Rahayu, S. (2026). Pengaruh penggunaan bahasa gaul di media sosial terhadap perkembangan komunikasi anak. Jurnal Kajian Linguistik.

Riyanto, S., Andayani, Rohmadi, M., & Sumarlam. (2019). Rekomendasi kebijakan realisasi eksistensial humanistik untuk pembelajaran kesantunan berbahasa Indonesia di kawasan urban dan rural. UPY Press.

Rusti, R., Sutardi, S., & Mustofa, M. (2025). Bahasa gaul pada media sosial siswa sekolah dasar: Kajian sosiolinguistik. LISTRA: Jurnal Linguistik dan Sastra Terapan, 2(2), 13–22.

Sinaga, M., & Charlina. (2025). Strategi kesantunan berbahasa pendidik dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Basataka (JBT).

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta.

Syaharani, A., & Maknun, L. (2024). Analisis pengaruh bahasa gaul dalam media sosial terhadap tata bahasa anak jenjang sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 4(4), 241–250. https://doi.org/10.37081/jipdas.v4i4.2007

Wuriyani, E. P. (2020). Mengenalkan pemikiran Pierre Bourdieu untuk sastra. Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa dan Sastra.

Zahriyanti. (2023). Konsep etika berbahasa dan komunikasi qaulan sadida sebagai langkah pencegahan bullying verbal dalam pandangan Islam. Lentera: Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya, 7(3). https://doi.org/10.51179/ltr2.v7i3.2146

Zaid, M., Buana, C., Mawardi, M., Daulay, H. M., & Faiz, M. (2025). Dinamika habitus dan modal dalam Hara: Analisis struktur sosial Pierre Bourdieu terhadap tiga cerpen Najib Mahfuz. JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia.

Downloads

Published

2026-10-22

How to Cite

Muttaqin, K. U., & Rosalia, A. M. (2026). Bahasa Gaul dan Etika Komunikasi: Studi Sosiolinguistik terhadap Pembentukan Akhlak Berbicara Anak Usia Dasar di Lingkungan Urban. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(5), 1475–1484. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1194

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.