Pengembangan Model Pendidikan Kesehatan Reproduksi Komplementer untuk Remaja SMP Ikhlasiyah Palembang

Authors

  • Deby Utami Siska Ariani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang, Indonesia
  • Rama Agustina Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1164

Keywords:

Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Model Komplementer, Remaja, Peer Education, Pengetahuan, Sikap

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan kesehatan reproduksi, namun pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah masih menghadapi kendala berupa metode pembelajaran yang konvensional dan kurang menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan kesehatan reproduksi komplementer bagi remaja SMP Ikhlasiyah Palembang, yang mengintegrasikan edukasi interaktif, peer education, media digital, permainan edukatif, dan konseling. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap, wawancara mendalam, observasi, serta lembar validasi ahli, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Content Validity Index (CVI). Hasil validasi ahli menunjukkan model dinyatakan layak digunakan dengan nilai rata-rata S-CVI/Ave sebesar 0,94. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 17,40 menjadi 24,60 (p-value<0,001; Cohen's d=4,78) dan skor sikap dari 68,20 menjadi 96,50 (p-value<0,001; Cohen's d=7,06), dengan proporsi responden bersikap positif meningkat dari 80% menjadi 100% setelah intervensi. Model pendidikan kesehatan reproduksi komplementer yang dikembangkan (KOMPAK-Repro) terbukti valid dan efektif meningkatkan pengetahuan serta sikap remaja SMP Ikhlasiyah Palembang, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif pendekatan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.

References

Arikunto, S. (2018). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2020). Survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia. BKKBN.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.

Elisa, E., Adilanisa, S., Indrati, D., Jauhar, M., & Maksuk, M. (2022). Peer education improve knowledge and attitude about sexual behavior in adolescents: A literature review. International Journal of Advanced Health Science and Technology, 2(6), 431–436.

Ghasemi, V., Simbar, M., Rashidi Fakari, F., Saei Ghare Naz, M., & Kiani, Z. (2019). The effect of peer education on health promotion of Iranian adolescents: A systematic review. International Journal of Pediatrics, 7(3), 9139–9157.

Harahap, N. H., Hadi, A. J., & Ahmad, H. (2024). Efektifitas pendidikan kesehatan menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM) terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di MTSN 3 Padangsidimpuan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 7(2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2021. Kemenkes RI.

Lynn, M. R. (1986). Determination and quantification of content validity index. Nursing Research, 35(6), 382–385.

Mbachu, C. O., Agu, I. C., Eze, I. I., & Onwujekwe, O. E. (2024). Determinants of peer education on sexual and reproductive health and rights among in-school adolescents in Ebonyi State, Nigeria. Journal of Education and Health Promotion, 13, 166.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Nurhayati, N., Fatila, N., Utami, R., Afnanin, F. A., & Ramadhan, M. R. (2025). Efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi berbasis sekolah: A literature review. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(4), 643–652.

Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Setiyorini, A., Nisman, W. A., & Sitaresmi, M. N. (2025). Digital game interventions to improve adolescent reproductive health knowledge, attitudes, and self-efficacy: A systematic review and meta-analysis. American Journal of Sexuality Education, 20(3), 429–450.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

UNESCO. (2018). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach. UNESCO.

World Health Organization. (2022). Adolescent health. WHO.

Downloads

Published

2026-08-08

How to Cite

Ariani, D. U. S., & Agustina, R. (2026). Pengembangan Model Pendidikan Kesehatan Reproduksi Komplementer untuk Remaja SMP Ikhlasiyah Palembang. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(4), 1761–1765. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1164

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.