Digital Dashboard Analysis dalam Penemuan Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Gambirsari, Surakarta Tahun 2025
Studi Kasus Kualitatif Deskriptif dengan Pendekatan Sistem Input-Proses-Output
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.950Keywords:
Tuberkulosis, Digital Dashboard, Penemuan Kasus, Case Notification Rate, PuskesmasAbstract
Latar Belakang: Case Detection Rate (CDR) tuberkulosis (TB) di Kota Surakarta belum mencapai target nasional sebesar 70%. Puskesmas Gambirsari juga masih mencatat capaian penemuan kasus di bawah target. Digital dashboard yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dikembangkan untuk mendukung pemantauan berbasis data, namun implementasinya di tingkat puskesmas masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan penemuan kasus TB berbasis digital dashboard di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta tahun 2025 berdasarkan komponen input, proses, dan output. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validasi triangulasi sumber dan metode. Hasil: Komponen input menunjukkan ketersediaan SDM lintas unit dan digital dashboard terintegrasi SITB, meskipun masih terdapat kendala jaringan internet dan kompetensi digital petugas. Komponen proses memperlihatkan pelaksanaan skrining aktif dan pasif serta pencatatan berbasis SITB yang masih menghadapi keterlambatan dan ketidaklengkapan data. Komponen output menunjukkan CNR 198/100.000 penduduk, TSR 88,2%, konversi BTA fase intensif 85,7%, investigasi kontak 72,3%, dan kepatuhan minum obat 91,4%. Kesimpulan: Digital dashboard meningkatkan pengelolaan program TB menjadi lebih proaktif berbasis data, namun capaian penemuan kasus masih belum memenuhi target sehingga diperlukan penguatan infrastruktur, kompetensi digital petugas, dan investigasi kontak.
References
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Donabedian, A. (1988). The quality of care: How can it be assessed? JAMA, 260(12), 1743–1748. https://doi.org/10.1001/jama.1988.03410120089033
Haux, R. (2006). Health information systems: Past, present, future. International Journal of Medical Informatics, 75(3–4), 268–281. https://doi.org/10.1016/j.ijmedinf.2005.08.002
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Rencana aksi program pencegahan dan pengendalian penyakit 2020–2024. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan nasional tuberkulosis Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Strategi percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lippeveld, T., Sauerborn, R., & Bodart, C. (Eds.). (2000). Design and implementation of health information systems. World Health Organization.
Mahendradhata, Y., et al. (2017). Active case finding for tuberculosis in Indonesia: Opportunities and challenges. Global Health: Science and Practice, 5(2), 282–294.
Notoatmodjo, S. (2012). Pengembangan sumber daya manusia (Edisi revisi). Rineka Cipta.
Pradipta, I. S., Danuwijaya, A. A., Fuchs, A., Sanyoto, D., Lestari, B. W., van Boven, J. F. M., & Alffenaar, J. W. C. (2018). A systematic review of the effectiveness of TB medication reminders using mobile phone text message (SMS) in improving medication adherence and treatment outcomes. Journal of Managed Care & Specialty Pharmacy, 24(10), 1047–1054.
Rahmawati, F., Suprapto, S., & Azizah, R. (2021). Analisis faktor yang berhubungan dengan penemuan kasus tuberkulosis di puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 45–52.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Soemarko, D. S., et al. (2023). Stigma among healthcare workers toward tuberculosis patients in Indonesia. (Dikutip dalam laporan penelitian asli).
Subagyo, A. (2019). Efektivitas sistem monitoring berbasis teknologi informasi terhadap kepatuhan berobat pasien TB di Kota Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 15(2), 112–121.
Turban, E., Aronson, J. E., Liang, T. P., & Sharda, R. (2007). Decision support and business intelligence systems (8th ed.). Pearson Education.
Widiastuti, I., & Sugiarsi, S. (2020). Analisis implementasi sistem informasi manajemen puskesmas (SIMPUS) di puskesmas wilayah Jawa Tengah. Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 11(1), 15–24.
World Health Organization. (2013). Definitions and reporting framework for tuberculosis: 2013 revision. World Health Organization.
World Health Organization. (2015). The End TB strategy. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. World Health Organization.
World Health Organization. (2024). Global tuberculosis report 2024. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Frieda Ani Noor, Nella Tri Surya, Erinda Nur Pratiwi, Anggi Putri Aria Gita, Joko Santoso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







