Efektivitas Model Pembelajaran RADEC terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Devy Rosliyanah Universitas Negeri Semarang, Indonesia
  • Tri Astuti Universitas Negeri Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.936

Keywords:

Model RADEC, Berpikir Kritis, Literasi Sains, IPAS, Sekolah Dasar

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis dan literasi sains siswa sekolah dasar menjadi permasalahan yang menuntut inovasi model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, and Create (RADEC) terhadap keterampilan berpikir kritis dan literasi sains siswa kelas VI pada materi Menjelajahi Antariksa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain Non-Equivalent Control Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian sebanyak 64 siswa terbagi menjadi kelas eksperimen (34 siswa) dan kelas kontrol (30 siswa), yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes uraian keterampilan berpikir kritis dan literasi sains, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test, Independent Sample t-test, Mann-Whitney U, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RADEC efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis (rata-rata pretest 60,39 menjadi 85,98) dan literasi sains (61,42 menjadi 87,84) dengan nilai signifikansi 0,000. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kedua variabel (Sig. 0,000). Dengan demikian, model RADEC lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dan dapat dijadikan alternatif pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka.

References

Agustiani, S., Haris, A., & Mansur, R. (2023). Pendidikan menurut perspektif tokoh filsuf Barat. Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 6(2), 816–823.

Aiman, U., & Hasyda, S. (2020). The influence of Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) model assisted by realia media to improve scientific literacy and critical thinking skill of primary school students. European Journal of Educational Research, 9(4), 1635–1647.

Astuti, M. L. (2024). Peran kecakapan 6C dalam pembelajaran abad ke-21 untuk siswa sekolah dasar. Didaktika: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 7(2), 154–161.

Devi, P. S. (2020). Kritis dan hasil belajar IPA melalui pembelajaran problem based learning berbantuan media visual. Mimbar PGSD Undiksha, 8(2).

Dewa, C. B., & Safitri, L. A. (2021). Pemanfaatan media sosial TikTok sebagai media promosi industri kuliner di Yogyakarta pada masa pandemi Covid-19. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 12(1), 65–71. https://doi.org/10.31294/khi.v12i1.10132

Fatikhin, A. C., Budiyanto, M., & Qosyim, A. (2024). Persepsi siswa terhadap model pembelajaran RADEC dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis di SMP. Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains, 8(1), 7–11.

Fitrianti, E., Annur, S., & Afriantoni. (2024). Revolusi Industri 4.0: Inovasi dan tantangan dalam pendidikan di Indonesia. Journal of Education and Culture, 4(1).

Indonesia, U. U. R. (2003). Sistem pendidikan nasional. Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Lathifah, M. F. (2020). Analisis penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa abad ke-21. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(2), 133–137.

Mulyana, A., dkk. (2024). Metode penelitian kuantitatif. Tohar Media.

Neliawati, I. (2018). Metodologi penelitian kuantitatif: Kajian teori dan praktik. CV. Widya Puspita.

OECD. (2019). PISA 2018 assessment and analytical framework: Reading, mathematics and science. OECD Publishing.

Oliver, M., & Adkins, A. (2021). Scientific literacy and education in the 21st century. Open Academic Journal of Science and Education, 5(3), 45–56.

Prastiti, M. R., & Adi, B. S. (2024). Science digital library: Innovation in improving science literacy of elementary school students. Jurnal Prima Edukasia, 12(2), 216–227.

Pratama, Y. A., Sopandi, W., & Hidayah, Y. (2019). RADEC learning model (Read–Answer–Discuss–Explain and Create): The importance of building critical thinking skills in Indonesian context. International Journal for Educational and Vocational Studies, 1(2), 109–115. https://doi.org/10.29103/ijevs.v1i2.1379

Prihastuty, D. R. (2023). Sampling. Dalam Pengantar metodologi penelitian.

Siahaan, Y. (2024). Transformasi instrumen pengukur berpikir kritis mahasiswa rumpun geografi. Penerbit Adab.

Sopandi, W. (2019). Sosialisasi dan workshop implementasi model pembelajaran RADEC bagi guru-guru pendidikan dasar dan menengah. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 8(1), 19–34. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v8i1.1853

Sopandi, W., Sujana, A., Sukardi, R. R., Sutinah, C., Yanuar, Y., Imran, E. M., … Suratmi. (2021). Model pembelajaran RADEC: Teori dan implementasi di sekolah. UPI Press.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suleman, dkk. (2023). Penerapan model pembelajaran RADEC dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jurnal IKA, 13(1).

Teresia, W. (2021). Asesmen Nasional 2021. Guepedia.

Yam, J. H., & Taufik, R. (2021). Hipotesis penelitian kuantitatif. Perspektif: Jurnal Ilmu Administrasi, 3(2), 96–102.

Yulianti, Y., Lestari, H., & Rahmawati, I. (2022). Penerapan model pembelajaran RADEC terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(1), 47–56.

Yuliati, Y. (2017). Literasi sains dalam pembelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas, 3(2).

Downloads

Published

2026-07-10

How to Cite

Rosliyanah, D., & Astuti, T. (2026). Efektivitas Model Pembelajaran RADEC terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(4), 175–181. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.936

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.