Literasi Digital Mahasiswa Perguruan Tinggi
Kondisi, Tantangan dan Strategi Peningkatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.473Keywords:
Literasi Digital, Mahasiswa, Perguruan Tinggi, Kompetensi Digital, Transformasi DigitalAbstract
Literasi digital merupakan kompetensi abad ke-21 yang semakin krusial bagi mahasiswa perguruan tinggi dalam menghadapi era transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi literasi digital mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan literasi digital, serta merumuskan strategi peningkatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap 52 artikel jurnal, laporan lembaga, dan hasil penelitian yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa Indonesia memiliki tingkat penetrasi internet yang tinggi, kemampuan literasi digital kritis dan konstruktif masih relatif rendah, terutama dalam hal evaluasi sumber informasi, keamanan digital, dan etika penggunaan teknologi. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya literasi digital meliputi kesenjangan infrastruktur, kurikulum yang belum adaptif, minimnya pelatihan literasi digital formal, serta belum terintegrasinya kompetensi digital dalam standar akademik. Strategi yang direkomendasikan mencakup integrasi literasi digital dalam kurikulum lintas program studi, penguatan kapasitas dosen, pengembangan infrastruktur digital kampus yang merata, serta pembentukan ekosistem belajar digital yang kondusif. Temuan ini diharapkan menjadi acuan pengembangan kebijakan literasi digital di perguruan tinggi Indonesia.
References
APJII. (2023). Laporan survei internet Indonesia 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Bawden, D. (2008). Origins and concepts of digital literacy. In C. Lankshear & M. Knobel (Eds.), Digital literacies: Concepts, policies and practices (pp. 17–32). Peter Lang.
Dentsu International. (2023). Digital society index 2023: Southeast Asia report. Dentsu International.
Eshet-Alkalai, Y. (2004). Digital literacy: A conceptual framework for survival skills in the digital era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93–106.
European Commission. (2019). The digital competence framework for citizens (DigComp 2.1). Publications Office of the European Union.
Ferrari, A. (2013). DIGCOMP: A framework for developing and understanding digital competence in Europe. European Commission, Joint Research Centre.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.
Helsper, E. J., & Eynon, R. (2010). Digital natives: Where is the evidence? British Educational Research Journal, 36(3), 503–520.
Hidayat, R., & Setiawan, A. (2022). Literasi digital mahasiswa Indonesia: Survei nasional dan implikasinya bagi pendidikan tinggi. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, 2(4), 145–162.
Isman, A., & Gungoren, O. C. (2014). Digital citizenship. Turkish Online Journal of Educational Technology, 13(1), 73–77.
Katadata Insight Center. (2023). Indeks literasi digital Indonesia 2023. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Kominfo. (2021). Roadmap literasi digital 2021–2024. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Kominfo. (2023). Laporan tahunan keamanan siber Indonesia 2023. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Lankshear, C., & Knobel, M. (2008). Digital literacies: Concepts, policies and practices. Peter Lang.
Marini, R., & Aziz, F. (2023). Kemampuan evaluasi sumber informasi digital mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan, 11(2), 78–95.
Martin, A. (2006). Literacies for the digital age. In A. Martin & D. Madigan (Eds.), Digital literacies for learning (pp. 3–25). Facet Publishing.
Mossberger, K., Tolbert, C. J., & McNeal, R. S. (2008). Digital citizenship: The internet, society and participation. MIT Press.
Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.
Pertiwi, D. A. (2022). Kesiapan dosen dalam mengintegrasikan literasi digital: Studi di perguruan tinggi Indonesia. Jurnal Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Akademik, 8(1), 33–49.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants part 1. On the Horizon, 9(5), 1–6.
Ribble, M. (2015). Digital citizenship in schools: Nine elements all students should know (3rd ed.). International Society for Technology in Education.
Setiawan, B., Muntaha, A., & Rahmat, A. (2023). Peran perguruan tinggi dalam membangun kompetensi literasi digital mahasiswa era Society 5.0. Jurnal Inovasi Pendidikan Tinggi, 4(2), 112–129.
UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills for indicator 4.4.2. UNESCO Institute for Statistics.
van Laar, E., van Deursen, A. J., van Dijk, J. A., & de Haan, J. (2017). The relation between 21st-century skills and digital skills or literacy: A systematic literature review. Computers in Human Behavior, 72, 577–588.
World Economic Forum. (2023). Future of jobs report 2023. World Economic Forum.
Yusuf, M., & Fitriyani, N. (2022). Analisis kebutuhan pengembangan modul literasi digital untuk mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(3), 210–228.
Zurkowski, P. G. (1974). The information service environment relationships and priorities. National Commission on Libraries and Information Science.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Inne Pelangi, Dita Mulyana Ramadhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







