Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Studi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat Tahun 2019–2023

Authors

  • Muhtarom Universitas Terbuka, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.472

Keywords:

PAD, Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi Daerah, PDRB, Data Panel, Banten, Jawa Barat

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang diproksikan oleh laju pertumbuhan PDRB ADHK pada kabupaten/kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat periode 2019–2023. Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu tujuan utama desentralisasi fiskal, namun hubungan antara kapasitas fiskal daerah dan pertumbuhan ekonomi masih diperdebatkan dalam literatur. Menggunakan metode regresi data panel Fixed Effect Model (FEM) dengan 34 unit analisis (170 observasi), penelitian ini menemukan bahwa: (1) PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (β = 0,312; p < 0,05); (2) belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (β = 0,487; p < 0,01); dan (3) secara simultan PAD dan belanja modal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi (F = 18,43; p = 0,000) dengan Adjusted R² = 0,423. Belanja modal memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan PAD, mengindikasikan bahwa kualitas penggunaan pendapatan khususnya alokasi untuk investasi publik lebih penting daripada sekadar besarnya penerimaan daerah. Temuan ini relevan dalam konteks kebijakan efisiensi anggaran 2025 yang memangkas DAK Fisik dan berpotensi mengurangi kapasitas belanja modal daerah.

References

Akita, T., Riadi, A. A., & Rizal, A. (2021). Fiscal disparities in Indonesia in the decentralization era: Does general allocation fund equalize fiscal revenues? Regional Science Policy & Practice, 13(6), 1842–1865. https://doi.org/10.1111/rsp3.12326

Andriana, N. (2020). Pengaruh dana perimbangan dan belanja modal terhadap kemandirian daerah. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), 1(2), 105–113.

Citra, Y., & Kurnia, K. (2024). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi khusus dan dana alokasi umum terhadap belanja modal daerah dengan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel moderasi. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 13(4), 1–15.

Fitriani, N., & Syarif, D. (2025). Pengaruh pendapatan asli daerah, belanja modal, dan SiLPA terhadap kinerja keuangan pada pemerintah daerah kabupaten di Jawa Barat tahun 2016–2023. eCo-Fin, 7(1), 334–348. https://doi.org/10.32877/ef.v7i1.2111

Fitrianti, R., Zaenal, M., Fattah, S., & Hidayah, N. (2025). Flypaper effect: Analysis of financial transfers from the central government to provincial regions in Indonesia. Public and Municipal Finance, 14(1), 54–64. https://doi.org/10.21511/pmf.14(1).2025.05

Halim, A. (2004). Manajemen keuangan daerah. UPP AMP YKPN.

Hardiana, R. D., Tanuatmodjo, H., & Kurniati, F. (2020). Desentralisasi fiskal dan tingkat kemandirian daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat tahun 2015–2019. Jurnal Pendidikan Akuntansi dan Keuangan, 8(2), 197–210.

Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Isnowati, S., & Masdjojo, G. N. (2024). Analisis kinerja pendapatan daerah dan kemandirian daerah pada masa otonomi daerah. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(3), 113–126. https://doi.org/10.31955/mea.v8i3.4408

Lago, M. E., Lago-Peñas, S., & Martínez-Vázquez, J. (2024). On the effects of intergovernmental grants: A survey. International Tax and Public Finance, 31(3), 856–908. https://doi.org/10.1007/s10797-023-09816-7

Latifa, A., Frinaldi, A., Magriasti, L., & Naldi, H. (2025). Desentralisasi fiskal: Tantangan pengelolaan pengeluaran daerah dalam mewujudkan otonomi keuangan daerah. Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 7(3), 411–417. https://doi.org/10.24036/jmiap.v7i3.1237

Lewis, B. D. (2023). Indonesia's new fiscal decentralisation law: A critical assessment. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 59(1), 1–28. https://doi.org/10.1080/00074918.2023.2180838

Mubarok, M. H., Nasution, A. A., Kesuma, S. A., & Pangestu, W. (2022). Local government financial performance: The effects of capital expenditure and intergovernmental revenue. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 9(6), 503–512. https://doi.org/10.22437/ppd.v9i6.11364

Najmi, I., Hasrina, C. D., Asmawati, A., & Ansari, R. (2024). Belanja pemerintah, FDI, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, dan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 12(1), 167–183. https://doi.org/10.21002/jepi.2024.11

Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace.

Paudel, R. C. (2023). Capital expenditure and economic growth: A disaggregated analysis for Nepal. Cogent Economics & Finance, 11(1), 2191449. https://doi.org/10.1080/23322039.2023.2191449

Purwati, Y. E., & Firmansyah, A. (2024). Peran moderasi kualitas laporan keuangan dalam hubungan kinerja keuangan daerah dan belanja modal. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 8(4). https://doi.org/10.33395/owner.v8i4.2389

Rambe, R. A., Purmini, P., Armelly, A., Alfansi, L., & Febriani, R. E. (2022). Efficiency comparison of pro-growth poverty reduction spending before and during the COVID-19 pandemic: A study of regional governments in Indonesia. Economies, 10(6), 150. https://doi.org/10.3390/economies10060150

Saputra, I., Supeno, B., & Wardi, J. (2023). Analisis pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi serta dampaknya pada tingkat kemiskinan di Provinsi Riau. Jurnal Komunitas Sains Manajemen, 2(2), 234–250.

Septiani, S., & Syafri. (2024). Identifikasi determinan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku. Jurnal Ekonomi Trisakti, 4(1), 113–122. https://doi.org/10.25105/jet.v4i1.18577

Septianingrum, N. A., Halim, A., & Utami, T. P. (2025). Local expenditure financing response in regencies and municipalities in Indonesia: Analysis of the flypaper effect phenomenon. Journal of Accounting and Investment, 26(1), 1–17. https://doi.org/10.18196/jai.v26i1.23983

Sevigo, A. E., & Lathifah, N. (2024). Pengaruh kinerja keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2013–2022. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 4(3), 715–724.

Silalahi, S. M., Silaban, E. S., Sipahutar, I. M., Sitompul, R. S. M., & Lubis, P. K. D. (2025). Pengaruh PAD, SiLPA, dan DAU terhadap belanja modal di Provinsi Sumatera Utara. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(3), 4826–4835. https://doi.org/10.56799/ekoma.v4i3.6531

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Wiraswasta, F., Pudjihardjo, M., & Adis, P. M. (2018). Pengaruh dana perimbangan dan pendapatan asli daerah (PAD) terhadap pertumbuhan ekonomi melalui belanja modal di kota dalam wilayah Jawa Timur. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 5(2), 170–180.

Downloads

Published

2026-05-26

How to Cite

Muhtarom, M. (2026). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Studi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat Tahun 2019–2023. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 230–234. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.472

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.