Nilai Feminimisme dan Konflik Sosial Dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf dan Novel Terusir Karya Hamka: Penelitian Intertekstual

Authors

  • Mila Oktavia Universitas Bunghatta
  • Yetty Morelent Universitas Bunghatta
  • Gusnetti Gusnetti Universitas Bunghatta
  • Jendriadi Jendriadi Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v2i3.165

Keywords:

Intertekstual, Novel, Feminisme, Konflik Sosial

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data bersumber dari teks novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya  Hamka. Penelitian ini merupakan penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data bersumber dari teks novel Layangan Putus karya Mommy ASF dan novel Terusir karya  Hamka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai feminisme dan konflik sosial dalam kedua novel. Novel Layangan Putus karya Mommy ASF ditemukan 42 data  yang menggambarkan nilai feminisme dan 35 data yang menggambarkan konflik sosial. Sedangkan novel Terusir karya  Hamka ditemukan 14 data gambaran nilai feminisme dan 28 data yang menggambarkan konflik sosial. Hubungan intertekstual dari kedua novel yang dilihat dari segi unsur intrinsik yaitu, tokoh, alur, latar dan tema. Persamaan dari kedua novel adalah Kinan dan Mariah sama-sama seorang istri yang mendapatkan ketidak adilan dari suami mereka. Suami Kinan dan juga Mariah telah berkhianat, melukai perasaan dan melupakan janjinya sebelum menikah. Perbuatan masing-masing suami membuat hidup kedua tokoh utama penuh dilema, perjuangan berat serta cobaan yang berliku dalam kehidupannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara nilai feminisme dan konflik sosial diantara kedua tokoh utama. Pada novel Layangan Putus Kinan wanita yang hidup di zaman moderen lebih berani mengungkapkan perasaannya terhadap hal-hal yang membuatnya tidak nyaman terhadap lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Sedangkan dalam novel Terusir Mariah wanita yang hidup di zaman belanda cendrung penurut dan polos cenderung sulit untuk mengungkapkan dan membantah keadaan yang membahayakannya.

References

Bendan, A. (2019). Feminimisme dan Gerakan Sosial. Vol. 13. Jurnal IAIN Ternate.

Fadilah, F, dkk. (2020). Alih Wahana Novel ke dalam Film Assalamualaikum Calon Imam Karya Ima Madani (Kajian Intertekstual). Jurnal Tuah Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Universitas Riau, dipublikasikan 30 Desember 2020. Halaman 69-83

Firmayatni, E. (2017). Kajian Intertekstual Novel dan Film Perahu Kertas. Wacana Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan pengajarannya Volume 15 Nomor 1, Januari 2017. Halaman 39-49.

Hamka. (2016). Terusir. Jakarta, Gema Insani

Lisa, dkk. (2019). Diskriminasi Gender Dalam Novel Terusir Karya Hamka Melalui Perspektif Sara Mills. Vol.3. Jurnal Universitas Negeri Padang.

Moleong, L. J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mommy, ASF. (2021). Layangan Putus. RDM Publisher.

Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sugiono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2023-06-09

How to Cite

Oktavia, M., Morelent, Y., Gusnetti, G., & Jendriadi, J. (2023). Nilai Feminimisme dan Konflik Sosial Dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf dan Novel Terusir Karya Hamka: Penelitian Intertekstual. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2(3), 423–426. https://doi.org/10.31004/anthor.v2i3.165

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.