Strategi Pengelolaan Sanitasi Lingkungan Berkelanjutan di Kampung Hobong Distrik Sentani Kabupaten Jayapura

Authors

  • Ancelina Kristina Wambrauw Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Indonesia
  • Bambang Suhartawan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Indonesia
  • Sarah A. Rumawak Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1043

Keywords:

Sanitasi Lingkungan, Kualitas Air, Danau Sentani, Permukiman Terapung, Analisis SWOT

Abstract

Kampung Hobong merupakan permukiman terapung di Danau Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, yang menghadapi tantangan sanitasi karena pembuangan limbah domestik dilakukan langsung ke badan air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting sanitasi lingkungan, menganalisis pengaruhnya terhadap kualitas air Danau Sentani, serta merumuskan strategi pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan 48 responden di RW 1 Kampung Hobong yang dipilih secara purposive, dilengkapi uji laboratorium kualitas air pada tiga stasiun. Hasil menunjukkan bahwa skor perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pengetahuan sanitasi masyarakat tergolong baik (masing-masing 84,4% dan 78,8% dari skor maksimal), namun hasil uji laboratorium menunjukkan parameter bakteriologis (E. coli dan total coliform) serta indikator pencemaran organik (BOD, COD, DO, amonium) melampaui baku mutu Permenkes No. 32 Tahun 2017 di seluruh stasiun. Uji korelasi Pearson menunjukkan peran pemerintah dan lembaga terkait memperoleh skor terendah (64,7%) dan berkorelasi kuat dengan partisipasi masyarakat (r = 0,803; p < 0,001), sehingga lemahnya dukungan kelembagaan menjadi faktor penghambat utama sanitasi berkelanjutan. Analisis SWOT dan kerangka Sanitation Safety Planning menghasilkan empat arah strategi: teknis, kelembagaan, pembiayaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur dan kelembagaan sanitasi sebagai prioritas utama tanpa mengabaikan modal perilaku dan partisipasi sosial masyarakat Kampung Hobong.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Bhatt, N., Budhathoki, S. S., Lucero-Prisno III, D. E., Shrestha, G., Bhattachan, M., Thapa, J., Sunny, A. K., Upadhyay, M. P., Pokharel, P. K., & Groot, W. (2019). What motivates open defecation? A qualitative study from a rural setting in Nepal. PLOS ONE, 14(7), e0219482.

Dreibelbis, R., Winch, P. J., Leontsini, E., Hulland, K. R. S., Ram, P. K., Unicomb, L., & Luby, S. P. (2013). The integrated behavioural model for water, sanitation, and hygiene. BMC Public Health, 13, 1015.

Fatristya, L. G. I., Saimah, W., Hadi, I., & Aryanti, E. (2025). Peran air bersih dan sanitasi dalam meningkatkan kualitas hidup. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 6(1), 596–602.

Fitri, R. (2018). Optimalisasi perusahaan daerah air minum dalam pengelolaan air minum Kota Medan. Jurnal ArchiGreen, 3(5), 32–37.

Ghozali, I. (2015). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kar, K., & Chambers, R. (2018). Handbook on community-led total sanitation. Plan International & Institute of Development Studies.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian PPN Republik Indonesia. (2023). Rencana teknokratik peta jalan sanitasi aman. UNICEF Indonesia.

Mattos, K. J., Eichelberger, L., Warren, J., Dotson, A., Hawley, M., & Linden, K. G. (2021). Household water, sanitation, and hygiene practices impact pathogen exposure in remote, rural, unpiped communities. Environmental Engineering Science, 38(5), 355–366.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan untuk Keperluan Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum.

Prüss-Ustün, A., Wolf, J., Bartram, J., Clasen, T., Cumming, O., Freeman, M. C., Gordon, B., Hunter, P. R., Medlicott, K., & Johnston, R. (2019). Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene for selected adverse health outcomes. International Journal of Hygiene and Environmental Health, 222(5), 765–777.

Rangkuti, F. (2017). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama.

Standar Nasional Indonesia (SNI) 6989.1:2019 tentang Air dan Air Limbah—Bagian 1: Cara Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono, & Donsu, J. D. T. (2016). Statistik nonparametris untuk penelitian. Alfabeta.

Suhartawan, B., Alfons, A. B., & Daawia, D. (2022). Water quality status based on pollution index to meet the needs of sanitary hygienic water for communities around Lake Sentani in Jayapura Regency. Journal Research of Social Science, Economics, and Management, 2(3), 273–290.

Suhartawan, B., Alfons, A. B., Rumawak, S. A., & Balabuana, G. B. (2023). Pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Jurnal Abdimas Dinamis, 4(1), 14–19.

Suhartawan, B., Haurissa, J., & Rumawak, S. A. (2022). Lake Sentani water quality index based on NSF-WQI as raw water for drinking water for Lake Sentani coastal communities, Jayapura Regency. Jurnal Syntax Admiration, 3(9), 1189–1204.

Susilawati, dkk. (2025). [Studi akses sanitasi wilayah perairan dan kadar koliform/E. coli].

Walukow, A. F., Triwiyono, Lumbu, A., Gultom, M., & Sukarta, I. N. (2023). Policy priority model for management of Lake Sentani waters degradation after flash floods using the A'WOTMIC method. Journal of Ecological Engineering, 24(6), 239–248.

WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme (JMP). (2023). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2022: Special focus on gender. WHO & UNICEF.

World Health Organization. (2016). Sanitation safety planning: Manual for safe use and disposal of wastewater, greywater and excreta. WHO Press.

World Health Organization. (2018). Guidelines on sanitation and health. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-07-26

How to Cite

Wambrauw, A. K., Suhartawan, B., & Rumawak, S. A. (2026). Strategi Pengelolaan Sanitasi Lingkungan Berkelanjutan di Kampung Hobong Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(4), 1121–1126. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1043

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.