Konstruksi Sosial Fear of Missing Out (FOMO) dalam Konten Viral TikTok tentang Bukit Premium Pasuruan

Studi Kasus pada Pengunjung Generasi Z

Authors

  • Selsylia Dwi Syahrani Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
  • Zainul Ahwan Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1337

Keywords:

Konstruksi Sosial, Fear of Missing Out (FOMO), TikTok, Bukit Premium Pasuruan, Generasi Z

Abstract

Perkembangan TikTok telah menjadikan media sosial sebagai ruang terbentuknya realitas sosial mengenai pengalaman wisata. Konten viral tentang Bukit Premium Pasuruan yang muncul secara berulang melalui For You Page (FYP) dan memperoleh berbagai interaksi pengguna dapat membentuk persepsi mengenai popularitas destinasi serta berkaitan dengan munculnya Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan tertinggal ketika individu membandingkan pengalamannya dengan pengalaman orang lain di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi sosial FOMO pada pengunjung Generasi Z melalui konten viral TikTok tentang Bukit Premium Pasuruan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teori Konstruksi Sosial Realitas Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang meliputi eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Informan terdiri atas 10 pengunjung Generasi Z sebagai informan utama dan 1 informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten viral TikTok membentuk realitas sosial mengenai Bukit Premium sebagai destinasi yang menarik, indah, dan populer. Pada tahap eksternalisasi, pengalaman wisata diekspresikan melalui ruang digital. Pada tahap objektivasi, keberulangan konten dan interaksi pengguna memperkuat realitas popularitas destinasi. Pada tahap internalisasi, realitas tersebut dibandingkan dengan pengalaman diri dan orang lain sehingga pada sebagian informan memunculkan perasaan tertinggal dan keinginan memperoleh pengalaman serupa. FOMO kemudian berkaitan dengan kecenderungan mengikuti tren wisata, meskipun bukan satu-satunya faktor keputusan berkunjung. Dengan demikian, TikTok menjadi ruang konstruksi dan internalisasi realitas sosial yang dapat berkaitan dengan terbentuknya FOMO pada Generasi Z.

References

Aisha Fahira, G., & Roswiyani. (2024). Hubungan self-esteem dengan fear of missing out pada generasi Z. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 8(3), 610–617. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v8i3.28003.2024

Akbar, R., Muqsith, M. A., & Ayuningtyas, F. (2024). TikTok Shop sebagai bentuk realitas konstruksi sosial teknologi media baru. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 7(1), 210–220. https://doi.org/10.34007/jehss.v7i1.2301

Anaqhi, A. W., Achmad, Z. A., Zuhri, S., & Arviani, H. (2023). Viralitas trash talking di media sosial TikTok sebagai gaya baru personal digital branding. Jurnal Nomosleca, 9(1), 67–87. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v9i1.9487

Cahyati, M. D., Suhadianto, S., & Rista, K. (2025). Regulasi diri dan fear of missing out (FOMO) pada mahasiswa pengguna TikTok. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01.12630

Darmayani, P., & Mustofa, M. S. (2025). Penggunaan konten kreatif melalui aplikasi TikTok sebagai strategi pemasaran pariwisata di Saloka Theme Park. Langgas: Jurnal Studi Pembangunan, 4(2), 96–105. https://doi.org/10.32734/ljsp.v4i2.21646

Dhamayanti, E. A., Alamsyah, P. A. L., Ekaputri, S. D., & Widyarto, S. (2024). Eksplorasi interaksi simbolik pengemis online di ekosistem TikTok. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 59–69. https://doi.org/10.37715/calathu.v6i1.4508

Dyah Lestari, N., Ayu Indahsari, D., Aji Ramadhan, I., Rica Khasanah, A., Zhurifa, A., & Gita Sukmono, F. G. S. (2024). Analisis isi konten komersialisasi kidfluencers pada akun TikTok @abe_daily. Jurnal Audiens, 5(2), 318–333. https://doi.org/10.18196/jas.v5i2.370

Erfendy, U. (2025). Pemaknaan khalayak terhadap konten promosi pariwisata pada akun TikTok Pesona Indonesia. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(6), 5536–5542. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i6.7979

Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014

Purba, H., & Rinaldo, E. (2024). Realitas dan viralitas: Dinamika dan isu dalam era media baru di Indonesia. Kinesik, 11(3), 283–299. https://doi.org/10.22487/ejk.v11i3.1213

Rozgonjuk, D., Sindermann, C., Elhai, J. D., & Montag, C. (2021). Individual differences in fear of missing out (FoMO): Age, gender, and the Big Five personality trait domains, facets, and items. Personality and Individual Differences, 171, 110546. https://doi.org/10.1016/j.paid.2020.110546

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Syahrani, S. D., & Ahwan, Z. (2026). Konstruksi Sosial Fear of Missing Out (FOMO) dalam Konten Viral TikTok tentang Bukit Premium Pasuruan: Studi Kasus pada Pengunjung Generasi Z. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(5), 529–533. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1337

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.