Perlawanan Perempuan yang Diizinkan dalam Serial Streaming Gadis Kretek
Analisis Semiotika Multimodal atas Mitos dan Relasi Kuasa
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1079Keywords:
Agensi Perempuan, Patriarki, Relasi Kuasa, Semiotika Multimodal, Media StreamingAbstract
Serial streaming Gadis Kretek menghadirkan perempuan sebagai subjek yang berpengetahuan, produktif, dan mampu menegosiasikan batas-batas patriarki, tetapi sekaligus memperlihatkan bagaimana agensi tersebut dikendalikan melalui ruang, tubuh, pengetahuan, dan sejarah. Penelitian ini bertujuan menganalisis mitos yang dibangun melalui simbol-simbol perlawanan perempuan serta menjelaskan relasi kuasa yang bekerja dalam narasi audiovisual serial tersebut. Penelitian menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis semiotika multimodal terhadap adegan terpilih dari lima episode. Data berupa komposisi visual, dialog, gestur, kostum, warna, properti, pengaturan ruang, dan struktur naratif dianalisis melalui semiotika Roland Barthes, model aktansial A.J. Greimas, konsep relasi kuasa Michel Foucault, dan perspektif feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan Dasiyah dibangun melalui penguasaan pengetahuan kretek, keberanian memasuki ruang produksi terlarang, penolakan terhadap domestikasi, serta pewarisan ingatan. Namun, agensi tersebut terus dibatasi melalui pemisahan ruang kerja, pendisiplinan tubuh, mediasi suara oleh tokoh laki-laki, komodifikasi identitas, dan penghapusan kontribusi perempuan dari sejarah resmi. Secara naratif, Dasiyah tampil sebagai subjek perlawanan, tetapi berulang kali digeser menjadi penolong bagi pencapaian tokoh laki-laki. Temuan ini menghasilkan konsep “perlawanan yang diizinkan”, yaitu resistensi perempuan yang diakui selama tidak mengubah distribusi kuasa secara mendasar. Dengan demikian, Gadis Kretek tidak hanya mereproduksi patriarki, tetapi juga menyingkap cara patriarki beradaptasi dengan mengakomodasi agensi perempuan secara selektif. Temuan ini menegaskan bahwa visibilitas perempuan kuat dalam media belum bersifat emansipatoris apabila tidak disertai redistribusi otoritas, legitimasi pengetahuan, dan pengakuan sejarah.
References
Abdullah, A. A. (2020). Perempuan Indonesia sampai awal abad ke-20. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 1(1), 19–28. https://doi.org/10.19105/ejpis.v1i1.2939
Andini, K., & Isfansyah, I. (Directors). (2023). Gadis Kretek [TV miniseries]. BASE Entertainment; Fourcolours Films; Netflix.
Barthes, R. (1972). Mythologies (A. Lavers, Trans.). Hill and Wang. (Original work published 1957)
Barthes, R. (1974). S/Z (R. Miller, Trans.). Hill and Wang. (Original work published 1970)
Barthes, R. (1977). Image, music, text (S. Heath, Trans.). Fontana Press.
Bordwell, D., Thompson, K., & Smith, J. (2017). Film art: An introduction (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Butler, J. (1990). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.
Chandler, D. (2017). Semiotics: The basics (3rd ed.). Routledge.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fauzia, R. (2022). Sejarah perjuangan perempuan Indonesia mengupayakan kesetaraan dalam teori feminisme. Journal of Comprehensive Science, 1(4), 861–881. https://doi.org/10.59188/jcs.v1i4.115
Foucault, M. (1977). Discipline and punish: The birth of the prison (A. Sheridan, Trans.). Pantheon Books. (Original work published 1975)
Foucault, M. (1978). The history of sexuality: Volume 1, An introduction (R. Hurley, Trans.). Pantheon Books. (Original work published 1976)
Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings, 1972–1977 (C. Gordon, Ed.; C. Gordon, L. Marshall, J. Mepham, & K. Soper, Trans.). Pantheon Books.
Greimas, A. J. (1983). Structural semantics: An attempt at a method (D. McDowell, R. Schleifer, & A. Velie, Trans.). University of Nebraska Press.
Greimas, A. J., & Courtés, J. (1982). Semiotics and language: An analytical dictionary (L. Crist, D. Patte, J. Lee, E. McMahon II, G. Phillips, & M. Rengstorf, Trans.). Indiana University Press.
Hakim, L. N., Rosario, T. M., Marta, R. F., & Panggabean, H. R. G. (2024). Wacana multimodalitas budaya: Tautan peran gender dan akomodasi komunikasi dalam film serial Gadis Kretek. Jurnal Riset Komunikasi, 7(1), 57–71. https://doi.org/10.38194/jurkom.v7i1.965
Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.
Mulvey, L. (1975). Visual pleasure and narrative cinema. Screen, 16(3), 6–18. https://doi.org/10.1093/screen/16.3.6
Nahda, L. M., Hariyadi, H., & Rizkidarajat, W. (2024). Analisis semiotika Roland Barthes pada representasi dan konstruksi sosial perempuan dalam serial Gadis Kretek. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia, 4(1), 113–131. https://doi.org/10.52436/1.jishi.164
Narti, S., Syaputra, D., & Yanto, Y. (2024). Discrimination against women in film Gadis Kretek. The International Journal of Politics and Sociology Research, 12(2), 130–138. https://doi.org/10.35335/ijopsor.v12i2.256
Pradita, S. M. (2020). Sejarah pergerakan perempuan Indonesia abad 19–20: Tinjauan historis peran perempuan dalam pendidikan bangsa. Chronologia: Journal of History Education, 2(2), 65–78. https://doi.org/10.22236/jhe.v2i2.6060
Rahayu, R. I., & Aprilia, I. R. (2018). Rekonstruksi pemahaman kebangsaan: Percakapan tentang perempuan dan kebangsaan. Jurnal Perempuan, 23(3), 183–192.
Robinson, K. (2009). Gender, Islam and democracy in Indonesia. Routledge.
Simeona, J., & Sukendro, G. G. (2025). Representasi gender dalam serial Gadis Kretek: Analisis semiotika Roland Barthes. Kiwari, 4(1), 199–206. https://doi.org/10.24912/ki.v4i1.33752
Syarif, M. N., & Andiyansari, P. (2024). Analisis semiotika karakter alpha female dalam film Gadis Kretek episode 1 model teori Roland Barthes. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 7(1), 71–82. https://doi.org/10.62144/jikq.v7i1.380
Walby, S. (1990). Theorizing patriarchy. Basil Blackwell.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aditya Rifaldi, Eko Nugroho, Ardan Achmad, Natalina Nilamsari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







