Faktor yang Memengaruhi Tingkat Adopsi Trichoderma pada Tanaman Cabai di Kelompok Tani Karang Bajang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.863Keywords:
Trichoderma, Tingkat Adopsi, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Petani CabaiAbstract
Produktivitas cabai sering kali terkendala oleh serangan organisme dan peneliti menemukan bahwa praktik pengendalian masih banyak petani yang menggunakan pestisida kimia, oleh karena itu diperlukan strategi alternatif ramah lingkungann salah satunya melalui penggunaan agensia hayati. Meskipun demikian, tingkat penerapan Trichoderma oleh petani masih bervariasi sehingga diperlukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi tingkat adopsinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor apa saja yang memengaruhi tingkat adopsi penggunaan Trichoderma pada petani cabai di Kelompok Tani Karang Bajang, Sleman, DIY. Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Karang Bajang, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 30 petani cabai yang ditentukan menggunakan metode sensus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Variabel dependen dalam penelitian ini Adalah tingkat adopsi petani dalam penggunaan Trichoderma pada tanaman cabai, sedangkan variable independent meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa faktor internal tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi (p > 0,05), sedangkan faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan (p < 0,05). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi dengan koefisien determinasi sebesar 79%. Faktor eksternal menjadi faktor yang lebih dominan dalam memengaruhi tingkat adopsi Trichoderma. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan peran penyuluhan, penguatan kelompok tani, dan perluasan akses informasi dalam mendukung keberlanjutan penerapan Trichoderma pada usaha tani cabai.
References
Adesina, A. A., & Zinnah, M. M. (1993). Technology characteristics, farmers' perceptions and adoption decisions: A Tobit model application in Sierra Leone. Agricultural Economics, 9(4), 297–311. https://doi.org/10.1111/j.1574-0862.1993.tb00276.x
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik hortikultura 2024. Badan Pusat Statistik.
Direktorat Jenderal Hortikultura. (2023). Statistik hortikultura tahun 2023. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23 (8th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Irna, A., Yasin Limpo, J. H., Selatan, S., & Balai Perbenihan Hortikultura Sulawesi Selatan Jl Malino, U. (2023). Introduksi Trichoderma sp. pada tanaman cabai (Capsicum frutescens).
Istikorini, Y., Rohmah, S. N., Maulina, A., Fiqri, M., Fortunata, M. R., Sutanto, V. K. A., Ardian, D. P., Navizan, F. Z., & Alam, I. F. (2025). Penyuluhan hama dan penyakit pada tanaman padi dan hortikultura di Desa Cihamerang, Sukabumi. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 7(1), 102–115. https://doi.org/10.29244/jpim.7.1.102-115
Latif, A., Ilsan, M., & Rosada, I. (2022). Hubungan peran penyuluh pertanian terhadap produktivitas petani padi. WIRATANI: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5(1). http://jurnal.agribisnis.umi.ac.id
Mardikanto, T. (2009). Sistem penyuluhan pertanian. Sebelas Maret University Press.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Sutardi, & Wirasti. (2017). Sistem usahatani cabai merah pada lahan pasir di Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Luqman Hakim, Sukadi, Siti Astuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







