Evaluasi Program Pengimbasan Instruktur Tata Busana Menggunakan Model Kirkpatrick

Authors

  • Dewi Rahmawaty Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Busana (LSK TB), Indonesia
  • Dewi Fujiwara Ikatan Penata Busana Indonesia (IPBI) Kartini, Indonesia
  • Chrismi Widjajayanti Direktorat Kursus dan Pelatihan, Indonesia
  • Rifyanto Bakri Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia Pendidikan NonFormal (HISPPI PNF), Indonesia
  • Asep Syarifudin Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia (HIPKI), Indonesia
  • Ali Badarudin Forum PLKP, Indonesia
  • Dzoelkifli Adam Forum ASPRO, Indonesia
  • Kanas Kosasih Koesoemadinata Forum LSK, Indonesia
  • Dikdik Hidayatuloh LKP Bunga Bangsa, Indonesia
  • Maya Gayatri Widyasa LKP Qudwah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.591

Keywords:

Evaluasi, Kirkpatrick, Pendidikan, Pengimbasan

Abstract

Evaluasi yang mengunakan Model evaluasi Kirkpatrick dengan 4 level (Kirkpatrick Four Levels Evaluation Model) dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektivitas program Pengimbasan Instruktur LSK Tata Busana IPBI Kartini. Data diperoleh melalui instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Wawancara dilakukan kepada peserta pengimbasan, atasan peserta pengimbasan yakni kepala LKP dan teman sejawat peserta pengimbasan yakni instruktur. Hasil evaluasi ini adalah bahwa penilaian pada level 1 reaksi, hasil reaksi peserta terhadap panitia penyelenggara dan narasumber sangat tinggi. Hanya perlu perhatian persiapan bahan materi pelajaran perlu disiapkan di awal pengimbasan dan perlengkapan ATK (alat tulis kantor) seperti manekin perlu di cek kembali. Pada level 2 belajar, kemampuan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta sangat signifikan penilaiannya. Pada level 3 perilaku, pelaksanaan evaluasi dilakukan setelah peserta kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Ada peningkatan perubahan perilaku dari alumni pengimbasan dari sebelum dan setelah pengimbasan. Perubahan perilaku seperti kedisiplinan kehadiran, cara berpakaian, memotivasi teman sejawat, berkomunikasi dengan baik, serta ketepatan dan kecepatan menyelesai tugas-tugas sehari-hari. Pada level 4 dampak, ada peningkatan kinerja alumni pengimbasan. Instruktur terimbas mampu membimbing dan mendesiminasi ilmu yang telah didapat dari pengimbasan kepada sesama teman sejawat isntruktur, mampu mengembangkan metode dan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, khususnya materi draping dan pembuatan strategi mengajar menjadi lebih baik.

References

Arikunto, S. (1998). Penelitian program pendidikan. PT Bina Aksara.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Kirkpatrick, D. L. (1998). Evaluating training programs (2nd ed.). Berrett-Koehler Publishers.

Kirkpatrick, D. L. (2006). Implementing the four levels: A practical guide for effective evaluation of training programs. Berrett-Koehler Publishers.

Nazir, M. (2011). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.

Patton, M. Q. (1990). Qualitative evaluation and research methods (2nd ed.). Sage Publications.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (2005). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Scriven, M. (1974). Standards for evaluation of educational programs and products. In G. D. Borich (Ed.), Evaluation of educational programs and products. Educational Technology Publications.

Sopacua, E., & Budijanto, D. (2007). Evaluasi 4 tahap dari Kirkpatrick sebagai alat dalam evaluasi pasca pelatihan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 10(4).

Syafril, S., & Ramadhan, R. (2014). Penerapan model empat level Kirkpatrick dalam evaluasi program pendidikan dan pelatihan aparatur di Puspengimbasan Migas. Jurnal Puspengimbasan Migas ESDM, 6(1).

Tan, K., & Newman, E. (2013). The evaluation of sales force training in retail organizations: A test of Kirkpatrick’s four-level model. International Journal of Management, 30(3, Part 2).

Tayibnapis, F. Y. (1989). Evaluasi program. Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. (2005). Lembaran Negara Republik Indonesia.

Wirawan. (2012). Evaluasi: Teori, model, standar, aplikasi, dan profesi. Rajawali Pers.

Downloads

Published

2026-06-07

How to Cite

Rahmawaty, D., Fujiwara, D., Widjajayanti, C., Bakri, R., Syarifudin, A., Badarudin, A., … Widyasa, M. G. (2026). Evaluasi Program Pengimbasan Instruktur Tata Busana Menggunakan Model Kirkpatrick. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 538–545. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.591

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 23 24 25 26 27 28 29 30 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.