Efektivitas Konsumsi Gyoza dengan Kombinasi Daun Kelor dan Ayam terhadap Kadar Hemoglobin pada Wanita Usia Subur di Dusun Baru Jayadesa Jentera Stabat Tahun 2026

Authors

  • Marlina Institut Kesehatan Helvetia Medan, Indonesia
  • Yulida Effendi Nasution Institut Kesehatan Helvetia Medan, Indonesia
  • Afifa Naura Harahap Institut Kesehatan Helvetia Medan, Indonesia
  • Debby Pratiwi Institut Kesehatan Helvetia Medan, Indonesia
  • Elya Rosa Br. Sembiring Institut Kesehatan Helvetia Medan, Indonesia
  • Helsa Eghianinta Institut Kesehatan Helvetia Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.502

Keywords:

Hemoglobin, Anemia, Gyoza, Daun Kelor, Wanita Usia Subur

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan utama, terutama pada wanita usia subur (WUS) yang rentan mengalami penurunan kadar hemoglobin akibat pola konsumsi zat gizi, khususnya sayuran dan protein yang kurang optimal. Berdasarkan data WHO (2022), prevalensi anemia pada WUS di Indonesia mencapai 31,2%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsumsi gyoza dengan kombinasi daun kelor dan ayam terhadap kadar hemoglobin pada wanita usia subur di Dusun Baru Jaya Desa Jentera Stabat tahun 2026. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga april 2026. Sampel berjumlah 20 WUS yang mengalami anemia, dipilih secara Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed test. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan konsumsi gyoza dengan kombinasi daun kelor dan ayam terhadap kadar hemoglobin pada wanita usia subur. Kesimpulan: Konsumsi gyoza kombinasi daun kelor dan ayam efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada WUS. Disarankan agar WUS rutin mengonsumsi olahan tersebut dan tenaga Kesehatan Bersama masyarakat mengaplikasikannya melalui program puskesmas dan posyandu sebagai upaya mencegah anemia.

References

Adi, N. E. P., & Annis, C. (2018). Daya terima dan kandungan gizi (energi, protein) gyoza yang disubstitusi keong sawah (Pila ampullacea) dan puree kelor (Moringa oleifera). Jurnal Ilmiah Media Gizi Indonesia, 1–112.

Amalia, K. (2022). Faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian anemia defisiensi besi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lasi. Prosiding Nasional Forikes 2022: Pembangunan Kesehatan Multidisiplin.

Aspihani, G. M., Kabuhung, E. I., & Ulfa, I. M. (2023). Hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja puteri di SMAN 1 Kelumpang Tengah. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (JIKKI), 40–52.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. (2018). Riset kesehatan dasar.

Chasanah, S. U., Basuki, P. P., & Dewi, I. M. (2019). Anemia: Penyebab, strategi pencegahan dan penanggulangannya bagi remaja. Farha Pustaka.

Fauziandari, E. N. (2019). Efektivitas ekstrak daun kelor terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Karya Husada, 185–190.

Gupta, R. K. (2013). Pengurangan asam fitat dan peningkatan ketersediaan mikronutrien secara hayati dalam biji-bijian makanan. Jurnal Ilmu Pangan Teknologi: PubMed Central, 676–684.

Gusfiana, Oktavianis, & Hafika. (2022). Pengaruh pemberian dimsum ayam kombinasi tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar haemoglobin remaja putri. Maternal Child Health Care, 5.

Junita, F., et al. (2023). Status gizi dengan kejadian anemia pada mahasiswi Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12, 22–26.

Kesehatan, B. P. dan P. (2018). Laporan nasional Riskesdas. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Krisnadi, A. D. (2015). Kelor super nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia.

Kurnia Amalia, et al. (2022). Prosiding Nasional Forikes 2022: Pembangunan Kesehatan Multidisiplin.

Mardiana, & Khofifah, N. (2023). Biskuit daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri yang anemia. Action: Aceh Nutrition Journal, 43–50.

Misra, S., & Misra, M. K. (2014). Nutritional evaluation of some leafy vegetable used by the tribal and rural people of South Odisha India. Journal of Natural Product and Plant Resources, 23–28.

Nurhidayat, T. (2024, September 26). Kandungan gizi daging ayam potong dan manfaatnya. Chickinblog.

Pratama, W. Y., Christiyaningsih, J., Buanasita, A., Hindaryani, N., Hafid, F., & Rosli, S. Z. (2024). Mengevaluasi penerimaan dan pemanfaatan bayam gyoza sebagai camilan kaya zat besi untuk mencegah anemia di antara wanita. Jurnal Eksplorasi Nutrisi, 2.

Proverawati, A. (2011). Anemia dan anemia kehamilan. Nuha Medika.

Putri, T. F., et al. (2022). Hubungan konsumsi sumber zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMP dan SMA di wilayah Bantul. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13, 400–411.

Suraya, R. (2024). Gambaran pengetahuan remaja putri tentang anemia gizi di SMP Negeri 30 Medan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 2774–5858.

Susiyanti, E., & Vera, V. (2022). Perbedaan efektifitas rebusan daun ubi jalar dan daun kelor terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan.

World Health Organization. (2019). Prevalensi anemia pada wanita usia subur (usia 15–49) (%).

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Marlina, M., Nasution, Y. E., Harahap, A. N., Pratiwi, D., Sembiring, E. R. B., & Eghianinta, H. (2026). Efektivitas Konsumsi Gyoza dengan Kombinasi Daun Kelor dan Ayam terhadap Kadar Hemoglobin pada Wanita Usia Subur di Dusun Baru Jayadesa Jentera Stabat Tahun 2026. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(3), 319–324. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.502

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.