Kelayakan Fasilitas dan Sistem Pengelolaan Sarana Prasarana dalam Pembinaan Atlet Muaythai Bojonegoro
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.485Keywords:
Manajemen Fasilitas Olahraga, Sarana Prasarana, Muaythai, Pembinaan Atlet, Inventaris DigitalAbstract
Ketersediaan serta pengelolaan sarana olahraga adalah unsur penentu dalam pengembangan atlet berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis feasibility fasilitas, tingkat kelengkapan sarana dan prasarana, serta sistem manajemen inventaris di Puslatcab Muaythai Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode observasi deskriptif. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pelatih utama dan manajer fasilitas, serta dokumen. Observasi dilakukan pada 1–12 April 2026. Analisis data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah fasilitas bangunan sesuai dengan standar IFMA dan SNI, mencakup luas area 400 m², ring berukuran 8×8 m, pencahayaan sebesar 500 lux, serta beragam sarana latihan sebanyak 87 jenis dan 236 unit. Namun, terdapat batasan pada alat pelindung (75% dari rasio ideal 1:1), sistem inventaris yang masih manual, dan belum tersedianya SOP tertulis. Kesimpulan dari penelitian ialah Puslatcab Muaythai Bojonegoro memiliki infrastruktur dasar yang cukup baik, tetapi perlu peningkatan sistemik dalam pengelolaan, standardisasi, dan digitalisasi inventaris untuk mendukung pelatihan atlet secara maksimal.
References
Alexander, K. (2021). Facilities management theory and practice (5th ed.). Routledge.
BSN. (2020). SNI 6197:2020: Konservasi energi pada sistem pencahayaan. Badan Standardisasi Nasional.
Chelladurai, P. (2014). Managing organizations for sport and physical activity (4th ed.). Holcomb Hathaway Publishers.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Data Observasi. (2026). Hasil observasi fasilitas dan sarana prasarana Puslatcab Muaythai Bojonegoro [Data lapangan tidak dipublikasikan].
Dispora Bojonegoro. (2023). Data pembinaan dan prestasi olahraga Kabupaten Bojonegoro. Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro.
Harsuki. (2020). Pengantar manajemen olahraga. Rajawali Pers.
Hoye, R., Smith, A. C. T., Nicholson, M., & Stewart, B. (2020). Sport management: Principles and applications (5th ed.). Routledge.
IFMA. (2022). IFMA competition rules and regulations 2022. International Federation of Muaythai Associations.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (2022). Survei nasional sarana dan prasarana olahraga daerah. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Pedersen, P. M., & Thibault, L. (2020). Contemporary sport management (6th ed.). Human Kinetics.
Statista. (2023). Global sports industry market value 2022–2030. https://www.statista.com
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-3). Alfabeta.
Sutrisno. (2021). Manajemen fasilitas olahraga daerah dalam pembinaan prestasi atlet. Jurnal Keolahragaan Indonesia, 5(2), 45–53. https://doi.org/10.21831/jki.v5i2.2021
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. (2005). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 89
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Berlian Chandra Kirana, Tiara Chandra Kirani, Aghus Sifaq

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







