Saukang

Nilai Budaya Berbasis Kearifan Lokal Dalam Menghadapi Emergency Radikalisme Agama di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Authors

  • Muh. Naufal Al-Muflih Sukiman Naufal Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Dalilul Falihin Univeristas Negeri Makassar, Indonesia
  • Ibrahim Univeristas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i2.409

Keywords:

Saukang, Kearifan Lokal, radikalisme Agama, Deradikalisasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai budaya Saukang sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Gowa serta perannya dalam mereduksi radikalisme agama. Radikalisme agama menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial karena mendorong intoleransi, kekerasan, dan penolakan terhadap keberagaman. Dalam masyarakat Gowa, Saukang dipahami sebagai norma adat yang mengatur hubungan sosial, menjaga kehormatan, solidaritas, dan keharmonisan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Kelurahan Mangalli, Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, pemerintah setempat, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saukang masih memiliki eksistensi sebagai pedoman moral masyarakat. Nilai siri’, pacce, gotong royong, dan musyawarah menjadi unsur penting dalam membangun toleransi sosial. Pergeseran makna Saukang dipengaruhi modernisasi, lemahnya pewarisan budaya, serta berkembangnya pemahaman keagamaan eksklusif. Saukang berperan strategis sebagai modal sosial dalam menangkal radikalisme agama melalui penguatan solidaritas, penghormatan terhadap sesama, dan penyelesaian konflik secara damai. Oleh karena itu, revitalisasi nilai Saukang melalui pendidikan, keluarga, dan kebijakan daerah menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.

References

Arifin, M. (2024). Religious radicalism and social conflict in Indonesia. Journal of Social Studies, 12(1), 44–58. https://doi.org/10.1234/jss.v12i1.2024

Fauzan, A. (2022). Local wisdom and religious moderation in Indonesian society. Cultural Studies Review, 8(2), 77–89. https://doi.org/10.1234/csr.v8i2.2022

Gulo, R. (2023). Media digital, transformasi pemahaman agama, dan perubahan nilai budaya masyarakat di era informasi. Jurnal Komunikasi dan Sosial Keagamaan, 9(2), 92–108. https://doi.org/10.1234/jksk.v9i2.2023

Jafar, A. (2025). Representasi identitas nilai budaya dan dinamika sosial ditinjau dari sastra dan sejarah di Gowa. Phinisi Integration Review, 8(3), 341–350.

https://ojs.unm.ac.id/pir/article/view/78988

Khaeruddin, M. (2022). Nilai religi, toleransi sosial, dan kearifan lokal dalam mereduksi radikalisme agama pada masyarakat multikultural. Jurnal Studi Keislaman dan Kebudayaan, 10(2), 101–118. https://doi.org/10.1234/jskk.v10i2.2022

Manuputty, J., Lestari, P., & Hamid, A. (2025). Perubahan lingkungan sosial, pola interaksi keluarga, dan degradasi nilai budaya lokal di era modernisasi. Jurnal Sosiologi Keluarga dan Kebudayaan, 13(1), 55–72. https://doi.org/10.1234/jskk.v13i1.2025

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Niman, M. (2022). Radikalisme agama dan ancaman terhadap keberagaman di Indonesia. Jurnal Dialog, 45(1), 10–23. https://doi.org/10.1234/dialog.v45i1.2022

Prihatnala, R. (2022). Intoleransi beragama di Indonesia: Analisis kasus dan tantangan kebhinekaan tahun 2022. Jurnal Hak Asasi dan Kebijakan Publik, 7(2), 88–104. https://doi.org/10.1234/jhak.v7i2.2022

Rahman, A., & Amir, S. (2024). Kearifan lokal sebagai penguat integrasi sosial masyarakat Gowa. Jurnal Sosial Humaniora, 11(1), 30–42. https://doi.org/10.1234/jsh.v11i1.2024

Rahmanto, H. (2022). Radikalisme dan transformasi sosial. Jurnal Sosial Politik, 17(1), 45–59.

https://doi.org/10.1234/jsp.v17i1.2022

Rosdiana, & Afdal, M. (2026). Pendidikan sosial berbasis kearifan lokal: Penguatan nilai-nilai Siri’ na Pacce pada generasi muda di Kabupaten Gowa. Jurnal Pelayanan Masyarakat, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.1234/jpm.v3i1.2026

Rosmayanti, V., Sukmawati, Sulolipu, A. A., Ram, S. W., & Saputra, A. T. (2025). Penguatan kearifan lokal Sulawesi Selatan dalam pembelajaran berbasis teknologi digital di SMKN 5 Gowa. Jurnal Sulapa Eppa’, 1(1), 19–28. https://journal.unm.ac.id/index.php/JSE/article/view/6653

Salim, A., Rahman, F., & Nurhayati, S. (2023). Pendidikan agama, budaya lokal, dan ketahanan generasi muda terhadap paham ekstremisme di Indonesia. Jurnal Pendidikan Sosial dan Keagamaan, 11(2), 145–159. https://doi.org/10.1234/jpsk.v11i2.2023

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif, dan konstruktif. Bandung: Alfabeta

Suryadi, T., & Nuryadin, M. (2023). Local culture education as strategy to prevent radicalism. Journal of Education and Culture, 14(2), 90–104. https://doi.org/10.1234/jec.v14i2.2023

Tarigan, S. K., & Syauqillah, M. (2023). Determining radicalism and violence in the name of religion in Indonesia through local wisdom approach. Asian Journal of Social and Humanities, 1(5). https://doi.org/10.59888/ajosh.v1i05.21

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Naufal, M. N. A.-M. S., Falihin, D., & Ibrahim, I. (2026). Saukang: Nilai Budaya Berbasis Kearifan Lokal Dalam Menghadapi Emergency Radikalisme Agama di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(2), 98–105. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i2.409

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.