Implementasi Program Literasi dalam Membangun Budaya Literasi di Sekolah Dasar
Studi Kasus di SDIT Al Izzah Dumai
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v4i2.225Keywords:
Budaya Literasi, Sekolah Dasar, Literasi Baca-Tulis, Literasi Budaya, Literasi FinansialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program literasi di SDIT Al Izzah Dumai serta menganalisis tahapan pelaksanaannya dalam membentuk budaya literasi peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah melaksanakan program literasi secara terstruktur melalui tiga bentuk utama: literasi baca-tulis, literasi budaya-kewargaan, dan literasi finansial. Ketiga bentuk ini dijalankan secara bertahap melalui tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Implementasi program ini tidak hanya memperkuat kemampuan kognitif peserta didik, tetapi juga karakter sosial dan keterampilan hidup yang relevan. Dengan dukungan lingkungan sekolah dan keterlibatan guru serta orang tua, SDIT Al Izzah berhasil membangun budaya literasi yang kontekstual, berkelanjutan, dan holistik.
References
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Duke, N. K., & Pearson, P. D. (2002). Effective practices for developing reading comprehension. In A. E. Farstrup & S. J. Samuels (Eds.), What research has to say about reading instruction (pp. 205–242). International Reading Association.
Fisher, D., & Frey, N. (2008). Better learning through structured teaching: A framework for the gradual release of responsibility. ASCD.
Guthrie, J. T., & Wigfield, A. (2000). Engagement and motivation in reading. Handbook of Reading Research, 3, 403–422.
Hall, K. (2007). Literacy policy and practice: Time to move on. SAGE Publications.
Kemendikbud. (2020). Strategi nasional literasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Lestari. (2016). Pentingnya budaya membaca bagi siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 56–63.
Luke, A., & Freebody, P. (1999). Further notes on the four resources model. Reading Online, 3(1).
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st century. Health Promotion International, 15(3), 259–267. https://doi.org/10.1093/heapro/15.3.259
OECD. (2019). PISA 2018 results: What students know and can do (Vol. 1). https://www.oecd.org/pisa/
OECD. (2020). OECD/INFE 2020 international survey of adult financial literacy. Organisation for Economic Co-operation and Development. https://www.oecd.org/financial/education/oecd-infe-2020-survey
Supiandi. (2016). Menumbuhkan budaya literasi di sekolah dengan program kata. Jurnal Literasi Sekolah, 4(2), 101–110.
UNESCO. (2017). Global education monitoring report: Literacy for life. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. https://unesdoc.unesco.org/
Wulandari, R. (2017). Implementasi kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar Islam Terpadu Lukman Al-Hakim Internasional. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2), 112–122.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nofira Fitriyani, Nur Iklima, Suci Wahyu Ningsih, Wahyu Sulistyaningsih, Febrina Dafit

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







