Pengaruh Kemiskinan, Pengangguran, Upah Minimum Provinsi, Pendidikan, dan Kepadatan Penduduk terhadap Tingkat Kriminalitas di Indonesia Tahun 2020–2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1521Keywords:
Kriminalitas, Kemiskinan, Pengangguran, Regresi Data Panel, Upah Minimum ProvinsiAbstract
Teori ekonomi kriminalitas memprediksi bahwa kemiskinan, pengangguran, dan kepadatan penduduk mendorong kejahatan, sedangkan upah dan pendidikan menekannya. Penelitian ini menguji prediksi tersebut untuk Indonesia, di mana jumlah kejahatan yang dilaporkan meningkat dari 246.203 kasus pada 2020 menjadi 560.400 kasus pada 2024. Data yang digunakan adalah panel seimbang 33 provinsi selama 2020–2024 (165 observasi) yang bersumber dari BPS. Model dipilih melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, sehingga estimasi utama menggunakan Fixed Effect Model (FEM), dilengkapi uji ketahanan dengan galat baku robust klaster provinsi dan efek tetap dua arah. Hasil menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan, dan temuan ini konsisten pada seluruh spesifikasi. Upah minimum provinsi dan rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan pada model utama, sedangkan kepadatan penduduk berpengaruh negatif dan signifikan pada α = 5%. Namun, pengaruh UMP dan kepadatan penduduk hilang setelah efek tahun dikendalikan. Dengan demikian, seluruh hipotesis tidak terdukung. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi kejahatan tercatat selama 2020–2024 lebih banyak dibentuk oleh guncangan bersama pascapandemi dan perbedaan kecenderungan pelaporan daripada oleh mekanisme biaya-manfaat Becker. Kebijakan pencegahan kriminalitas perlu didukung data viktimisasi yang lebih andal agar evaluasi faktor sosial ekonomi tidak bias oleh pola pelaporan.
References
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik kriminal 2021. https://www.bps.go.id/id/publication/2021/12/15/8d1bc84d2055e99feed39986/statistik-kriminal-2021.html
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik kriminal 2024/2025. https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/12/2edc8ea4c35b19ba912fc7e4/statistik-kriminal-2024-2025.html
Badan Pusat Statistik. (2026). Statistik kriminal; data persentase penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, upah minimum provinsi, rata-rata lama sekolah, dan kepadatan penduduk menurut provinsi, 2020–2024 [Dataset]. https://www.bps.go.id
Baltagi, B. H. (2005). Econometric analysis of panel data (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Becker, G. S. (1968). Crime and punishment: An economic approach. Journal of Political Economy, 76(2), 169–217. https://doi.org/10.1086/259394
Buil-Gil, D., Medina, J., & Shlomo, N. (2021). Measuring the dark figure of crime in geographic areas: Small area estimation from the Crime Survey for England and Wales. The British Journal of Criminology, 61(2), 364–388.
Cameron, A. C., & Miller, D. L. (2015). A practitioner’s guide to cluster-robust inference. Journal of Human Resources, 50(2), 317–372. https://doi.org/10.3368/jhr.50.2.317
Cohen, L. E., & Felson, M. (1979). Social change and crime rate trends: A routine activity approach. American Sociological Review, 44(4), 588–608. https://doi.org/10.2307/2094589
Ehrlich, I. (1973). Participation in illegitimate activities: A theoretical and empirical investigation. Journal of Political Economy, 81(3), 521–565. https://doi.org/10.1086/260058
Glaeser, E. L., & Sacerdote, B. (1999). Why is there more crime in cities? Journal of Political Economy, 107(S6), S225–S258. https://doi.org/10.1086/250109
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill/Irwin.
Hachica, E., & Triani, M. (2022). Pengaruh pendidikan, pengangguran dan kepadatan penduduk terhadap kriminalitas di Indonesia. Ecosains: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembangunan, 11(1), 63–70.
Harati, R. (2025). Pengaruh upah minimum regional dan kesempatan kerja terhadap kriminalitas di Kalimantan Tengah. Prosiding Seminar Nasional Indonesia, 3(2), 322–332.
Hjalmarsson, R., & Lochner, L. (2012). The impact of education on crime: International evidence. CESifo DICE Report, 10(2), 49–55.
Istiqomah, N. (2024). Analisis determinan kriminalitas di Kalimantan Timur dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara: Pendekatan regresi binomial negatif. BESTARI: Buletin Statistika dan Aplikasi Terkini, 5, 1–11.
Kosmaryati, K., Handayani, C. A., Isfahani, R. N., & Widodo, E. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kriminalitas di Indonesia tahun 2011–2016 dengan regresi data panel. Indonesian Journal of Applied Statistics, 2(1), 10–20. https://doi.org/10.13057/ijas.v2i1.27932
Kuciswara, D., Muslihatinningsih, F., & Santoso, E. (2021). Pengaruh urbanisasi, tingkat kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan terhadap kriminalitas di Provinsi Jawa Timur. JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonomi), 6(3), 1–9.
Machin, S., Marie, O., & Vujić, S. (2011). The crime reducing effect of education. The Economic Journal, 121(552), 463–484. https://doi.org/10.1111/j.1468-0297.2011.02430.x
Murialti, N., & Hadi, M. F. (2023). Analisis tingkat kriminalitas di propinsi dengan pendekatan data panel. Jurnal Akuntansi dan Ekonomika, 13(1), 56–64.
Nadilla, U., & Farlian, T. (2023). Pengaruh PDRB perkapita, pendidikan, pengangguran, dan jumlah polisi terhadap angka kriminalitas di Provinsi Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, 3(1), 110–118.
Nivette, A. E., Zahnow, R., Aguilar, R., Ahven, A., Amram, S., Ariel, B., ... Eisner, M. P. (2021). A global analysis of the impact of COVID-19 stay-at-home restrictions on crime. Nature Human Behaviour, 5(7), 868–877. https://doi.org/10.1038/s41562-021-01139-z
Palokoto, T., Yulia, E., & Mudakir, Y. B. (2024). Analisis konsekuensi ekonomi akibat kejahatan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 20(2), 146–159.
Rahmalia, S., Ariusni, A., & Triani, M. (2024). Pengaruh tingkat pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan terhadap kriminalitas di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 1(1), 21–36.
Rahmi, M., & Adry, M. R. (2018). Pengaruh tingkat putus sekolah, kemiskinan dan pengangguran terhadap kriminalitas di Indonesia. Ecosains: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembangunan, 7(2), 147–154.
Raphael, S., & Winter-Ebmer, R. (2001). Identifying the effect of unemployment on crime. The Journal of Law and Economics, 44(1), 259–283. https://doi.org/10.1086/320275
Sabiq, R. M., & Nurwati, N. (2021). Pengaruh kepadatan penduduk terhadap tindakan kriminal. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(2), 161–167.
Soares, R. R. (2004). Development, crime and punishment: Accounting for the international differences in crime rates. Journal of Development Economics, 73(1), 155–184.
Tarling, R., & Morris, K. (2010). Reporting crime to the police. The British Journal of Criminology, 50(3), 474–490.
Xie, M., & Baumer, E. P. (2019). Crime victims’ decisions to call the police: Past research and new directions. Annual Review of Criminology, 2, 217–240. https://doi.org/10.1146/annurev-criminol-011518-024748
Zuhairah, I., Rahayu, J., Asnidar, A., & Andiny, P. (2024). Pengaruh kepadatan penduduk, pendidikan dan pertumbuhan ekonomi terhadap kriminalitas di Kota Langsa. Jurnal Ilmu Ekonomi, 3(3), 115–131.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sigit Kurniawan, Erni Panca Kurniasih, Bustami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







