Strategi Percepatan Pemerataan Akses Sanitasi Layak Berbasis Wilayah Prioritas di Sumatera Barat

Authors

  • Muhammad Fajri Zalmi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1478

Keywords:

Analisis Kebijakan, Disparitas Wilayah, Pemerataan, Sanitasi Layak, Sumatera Barat

Abstract

Ketimpangan akses sanitasi layak antarkabupaten/kota di Sumatera Barat masih besar meskipun capaian provinsi meningkat. Kajian ini bertujuan mengukur disparitas, menentukan masalah prioritas, dan membandingkan strategi percepatan. Analisis deskriptif menggunakan data Badan Pusat Statistik tahun 2022, 2023, dan 2025, telaah dokumen, penilaian Urgency–Seriousness–Growth oleh enam penilai lintas sektor, penelusuran akar masalah, serta penilaian empat alternatif dengan enam kriteria Dunn. Pada 2025, akses sanitasi layak Sumatera Barat sebesar 74,59%, di bawah angka nasional 85,37%. Capaian kabupaten/kota berkisar 53,74%–93,09%, dengan rentang 39,35 poin persentase dan koefisien variasi 15,11%. Kesenjangan antarwilayah memperoleh skor prioritas tertinggi (78), sedangkan percepatan sanitasi terintegrasi berbasis wilayah prioritas meraih skor alternatif tertinggi (29 dari 30). Kebijakan yang direkomendasikan menghubungkan prioritas berbasis data, kesiapan daerah, paket dukungan terdiferensiasi, pembiayaan, dan pemantauan kesenjangan. Instrumen kebijakan tingkat provinsi memerlukan telaah kewenangan dan harmonisasi hukum. Skor alternatif merupakan penilaian analitis penyusun, bukan bukti dampak intervensi. Perubahan perilaku dan edukasi masyarakat merupakan bagian dari dukungan yang diusulkan, bukan luaran program yang telah dievaluasi.

References

Asian Development Bank. (2024). Citywide inclusive sanitation project: Report and recommendation of the president (Project 54428-001). https://www.adb.org/projects/documents/ino-54428-001-rrp

Badan Pusat Statistik. (2026a). Proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak (persen), 2025 [Tabel statistik; diperbarui 6 Juli 2026]. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTI2NyMy/proporsi-rumah-tangga-yang-memiliki-akses-terhadap-layanan-sanitasi-layak.html

Badan Pusat Statistik. (2026b). Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak menurut provinsi dan klasifikasi desa (persen), 2025 [Tabel statistik; diperbarui 28 Agustus 2026]. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODM0IzI%3D/persentase-rumah-tangga-menurut-provinsi-tipe-daerah-dan-sanitasi-layak.html

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. (2026). Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak menurut kabupaten/kota (persen), 2025 [Tabel statistik]. https://sumbar.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzQxIzI%3D/percentage-of-household-population-by-improved-sanitation-and-regency-municipality.html

Cecilia, S., Murayama, T., Nishikizawa, S., & Suwanteep, K. (2024). Stakeholder evaluation of sustainability in a community-led wastewater treatment facility in Jakarta, Indonesia. Environment, Development and Sustainability, 26, 8497–8523. https://doi.org/10.1007/s10668-023-03056-9

Dunn, W. N. (1994). Public policy analysis: An introduction (2nd ed.). Prentice Hall.

Guspika. (2025). Policy paper/brief: Salah satu bentuk tulisan karya ilmiah [Materi pembekalan, 47 salindia]. Pusbindiklatren, Kementerian PPN/Bappenas.

Hooghe, L., & Marks, G. (2003). Unraveling the central state, but how? Types of multi-level governance. American Political Science Review, 97(2), 233–243. https://doi.org/10.1017/S0003055403000649

Kar, K., & Chambers, R. (2008). Handbook on community-led total sanitation. Plan UK & Institute of Development Studies.

Kementerian Dalam Negeri. (2015). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Kementerian Dalam Negeri. (2018). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Kementerian Dalam Negeri. (2021). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal.

Kementerian Kesehatan. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2016). Peraturan Menteri LHK Nomor P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2025). Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 740/KPTS/M/2025 tentang Satuan Tugas Transformasi Penyediaan Air Baku, Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum, dan Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik. https://jdih.pu.go.id/detail-dokumen/KepmenPU-nomor-740KPTSMM-2025-tahun-2025-Satuan-Tugas-Transformasi-Penyediaan-Air-Baku-Penyelenggaraan-Sistem-Penyediaan-Air-Minum-dan-Penyelenggaraan-Sistem-Pengelolaan-Air-Limbah-Domestik

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2017). Peraturan Menteri PUPR Nomor 04/PRT/M/2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2023). Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2023 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Bidang Perumahan Rakyat.

Kementerian PPN/Bappenas. (2024). Surat Edaran Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Percepatan Penyediaan Air Minum dan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Kurniati, A. S., Nastiti, A., Ufaira, R. M., Safira, K. F., & Sakti, A. D. (2024). Navigating the path: Regulatory readiness and stakeholder insights in Indonesia’s citywide inclusive sanitation landscape. Discover Sustainability, 5, Article 321. https://doi.org/10.1007/s43621-024-00538-2

Marmot, M. (2010). Fair society, healthy lives: The Marmot review. The Marmot Review.

Mosler, H.-J. (2012). A systematic approach to behavior change interventions for the water and sanitation sector in developing countries: A conceptual model, a review, and a guideline. International Journal of Environmental Health Research, 22(5), 431–449. https://doi.org/10.1080/09603123.2011.650156

Muximpua, O., & Mugabi, J. (2021, December 3). Performance-based financing for municipal sanitation service provision in Mozambique. World Bank Blogs. https://blogs.worldbank.org/en/water/performance-based-financing-municipal-sanitation-service-provision-mozambique

Nastiti, A., Daniel, D., Oktavia, H., Fathiyannisa, H., & Sudradjat, A. (2025). Contextual and psychosocial factors predicting sanitation behaviours in rural Indonesia. BMC Public Health, 25, Article 633. https://doi.org/10.1186/s12889-025-21893-3

Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace Jovanovich.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (2025). Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025–2029 beserta lampiran dan manajemen risiko.

Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman beserta perubahannya.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya.

Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Pemerintah Republik Indonesia. (2018). Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Presiden Republik Indonesia. (2024). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2024 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Purnama, T. B., Wagatsuma, K., & Saito, R. (2025). Prevalence and risk factors of acute respiratory infection and diarrhea among children under 5 years old in low-middle wealth household, Indonesia. Infectious Diseases of Poverty, 14, Article 13. https://doi.org/10.1186/s40249-025-01286-9

Putirama, K. D. (2021). Interregional disparity and spatial autocorrelation of access to water and sanitation in Indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 5(3), 372–395. https://doi.org/10.36574/jpp.v5i3.233

Satriani, S., Ilma, I. S., & Daniel, D. (2022). Trends of water, sanitation, and hygiene (WASH) research in Indonesia: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(3), Article 1617. https://doi.org/10.3390/ijerph19031617

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development.

World Bank. (2020, April 29). Built to last—Upgrading rural water supply and sanitation through results-based financing: The Vietnam experience. https://www.worldbank.org/en/results/2020/04/29/built-to-last-upgrading-rural-water-supply-and-sanitation-through-results-based-financing-the-vietnam-experience

World Bank. (2025). Citywide inclusive sanitation services project (P179411): Project information document. https://documents1.worldbank.org/curated/en/099061224221533083/pdf/P1794111662c06141c517140de191e11beaa3a0d9a23.pdf

Downloads

Published

2026-10-27

How to Cite

Zalmi, M. F. (2026). Strategi Percepatan Pemerataan Akses Sanitasi Layak Berbasis Wilayah Prioritas di Sumatera Barat. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(5), 1731–1741. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1478

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.