Integrasi Kearifan Lokal (Sistem Gotong Royong) dengan Protokol Klinis dalam Penanganan Gawat Darurat Perdarahan Postpartum di Tingkat Komunitas Tahun 2026

Authors

  • Sukmawati Sulfakar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene, Indonesia
  • Ariani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene, Indonesia
  • Jamila Kasim Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1048

Keywords:

Deteksi Dini, Gotong Royong, Kebidanan Komunitas, Perdarahan Postpartum, Uterotonika

Abstract

Perdarahan Postpartum (PPP) tetap menjadi penyebab utama mortalitas maternal di Indonesia, di mana keterlambatan rujukan akibat faktor geografis dan sosial di komunitas memperparah fatalitas klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi kearifan lokal sistem gotong royong dengan protokol klinis kebidanan terhadap kecepatan deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan PPP di tingkat komunitas. Menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design, penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Salutambung pada periode (Bulan Maret Hingga Juli Tahun 2026). Sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan bidan desa yang diintervensi menggunakan Protokol Klinis Berbasis Komunitas terintegrasi sistem gotong royong (Ambulans Desa, Donor Darah Berjalan, dan Tabulin). Data dikumpulkan melalui lembar observasi Response Time serta kuesioner deteksi dini, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem gotong royong secara signifikan meningkatkan ketepatan deteksi dini tanda bahaya oleh keluarga/kader dari 26,7 % menjadi 96,7% (p < 0,001) dan memotong response time rujukan maternal secara drastis dari rata-rata 94,50 menit menjadi 16,20 menit. Selain itu, stabilitas penyimpanan dan ketepatan waktu pemberian uterotonika oleh bidan meningkat karena dukungan logistik komunitas dalam menjaga rantai dingin obat. Kesimpulannya, sinkronisasi budaya lokal gotong royong dengan protokol klinis medis efektif mempercepat deteksi dini, meminimalkan keterlambatan rujukan kasus gawat darurat maternal di komunitas, serta mendukung keberhasilan tindakan klinis-farmakologis.

References

Hogerzeil, H. V., Walker, G. J. A., de Goeje, M. J., & Battersby, A. (1993). Stability of injectable oxytocics in tropical climates: Results of field surveys and simulation studies. World Health Organization Department of Essential Drugs and Medicines Policy.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Tata laksana perdarahan postpartum. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pratama, A., Lestari, P., & Handayani, S. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan rujukan kasus perdarahan postpartum di tingkat pedesaan. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Indonesia, 19(2), 145–155.

Rahmawati, E., & Wijaya, I. (2024). Analisis response time rujukan kegawatdaruratan maternal berbasis komunitas desa siaga. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(1), 34–42.

Say, L., Chou, D., Gemmill, A., Tunçalp, Ö., Moller, A. B., Daniels, J., Gülmezoglu, A. M., Temmerman, M., & Alkema, L. (2014). Global causes of maternal death: A WHO systematic analysis. The Lancet Global Health, 2(6), e323–e333.

Setyawati, D., & Utami, T. (2022). Efektivitas model pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal terhadap deteksi dini risiko tinggi kehamilan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 18(3), 210–219.

Thaddeus, S., & Maine, D. (1994). Too far to walk: Maternal mortality in context. Social Science & Medicine, 38(8), 1091–1110.

Torloni, M. R., Gomes Freitas, C., Camargo, R. S., Aguiar, C. A., Lorete, G. A., & Widmer, M. (2016). Storage conditions of oxytocin available in health facilities: A systematic review. Systematic Reviews, 5(1), 163.

World Health Organization. (2021). WHO recommendation on uterotonics for the prevention of postpartum haemorrhage. World Health Organization.

World Health Organization. (2022). WHO recommendations for care of the preterm or low-birth-weight infant. World Health Organization.

Wulandari, S., Hasanah, U., & Nugroho, A. (2025). Re-optimalisasi Desa Siaga aktif: Integrasi sistem gotong royong dengan protokol klinis keselamatan maternal. Media Publikasi Kebidanan Nusantara, 7(1), 12–25.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Sulfakar, S., Ariani, A., & Kasim, J. (2026). Integrasi Kearifan Lokal (Sistem Gotong Royong) dengan Protokol Klinis dalam Penanganan Gawat Darurat Perdarahan Postpartum di Tingkat Komunitas Tahun 2026. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(4), 1336–1341. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1048

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.