Pola Komunikasi Interpersonal Pekerja Sosial dalam Melaksanakan Asesmen Rehabilitasi Sosial Anak Korban Tindak Kekerasan
Studi Kasus pada Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial Sentra Handayani
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1023Keywords:
Komunikasi Interpersonal, Pekerja Sosial, Asesmen Rehabilitasi Sosial, Anak Korban Tindak Kekerasan, Studi KasusAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi interpersonal pekerja sosial dalam melaksanakan asesmen rehabilitasi sosial anak korban tindak kekerasan di Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial Sentra Handayani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus Robert K. Yin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dokumentasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan compiling, disassembling, reassembling, interpreting, dan concluding, serta diuji dengan triangulasi sumber, triangulasi metode, member check, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal pekerja sosial berlangsung secara bertahap, adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada kebutuhan anak (child-centered communication). Komunikasi diawali dengan pembangunan hubungan melalui intake, adjustment, dan rapport building sebelum dilakukan penggalian informasi secara bertahap. Komunikasi tidak hanya berfungsi memperoleh informasi asesmen, tetapi juga mendukung pemulihan psikososial anak melalui pendekatan yang aman, empatik, dan menghargai hak anak. Penelitian ini menghasilkan model komunikasi interpersonal pekerja sosial yang terdiri atas tiga fase, yaitu relationship building, assessment communication, dan rehabilitative communication. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan asesmen rehabilitasi sosial. Model komunikasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan asesmen rehabilitasi sosial anak korban tindak kekerasan serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian komunikasi interpersonal dan praktik pekerjaan sosial.
References
Adler, R. B., & Rodman, G. (2016). Understanding human communication (14th ed.). Oxford University Press.
Atkinson, P. (2021). Contemporary ethnography and its futures. Routledge.
Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2022). Member checking: Enhancing trustworthiness in qualitative research. Qualitative Health Research, 32(1), 23–39.
Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Brown, A., & Taylor, B. (2021). Crisis communication in social work: Strategies for effective interaction. Journal of Social Work Practice, 35(2), 123–136.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fadhilah, R., & Komalasari, L. (2022). Model komunikasi berbasis trauma untuk anak korban kekerasan. Jurnal Perlindungan Anak, 14(2), 77–90.
Flick, U. (2022). An introduction to qualitative research (7th ed.). SAGE Publications.
Garcia, M. (2022). Active listening skills in social work: Enhancing client engagement. Social Work Journal, 29(1), 45–58.
Harefa, T., & Sitompul, Y. (2023). Beban kerja dan efektivitas komunikasi pekerja sosial. Jurnal Pekerjaan Sosial, 18(1), 54–70.
Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. University of Pennsylvania Press.
Kementerian Sosial RI. (2021). Standar nasional pengelolaan kasus anak.
Kementerian Sosial RI. (2021–2024). Pedoman layanan rehabilitasi sosial anak.
Kementerian Sosial RI. (2022). Data anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
National Association of Social Workers. (2020). Social work crisis intervention.
Noble, H., & Smith, J. (2021). Managing audit trails in qualitative research. Nursing Research, 70(2), 89–94.
Palinkas, L., Horwitz, S., & Green, C. (2021). Purposeful sampling in qualitative research and mixed methods. Qualitative Inquiry, 27(3), 423–435.
Pink, S., Sumartojo, S., & Ahlin, T. (2022). Sensory ethnography: New developments and applications. Routledge.
Pratama, R. (2020). Pendekatan berbasis bukti dalam asesmen rehabilitasi sosial. Jurnal Ilmu Sosial, 5(1), 78–90.
Putri, S., & Hidayat, R. (2021). Pendekatan etnografi dalam pekerjaan sosial. Jurnal Sosiologi Terapan, 9(2), 55–68.
Rahman, A., & Lestari, N. (2022). Trauma healing communication for child victims. Journal of Child Protection Studies, 4(1), 33–48.
Roulston, K. (2021). Interviewing: A guide to theory and practice (2nd ed.). SAGE Publications.
SAMHSA. (2021–2023). Trauma-informed care: Framework and principles.
Sari, D. (2022). Pentingnya laporan asesmen dalam rehabilitasi sosial anak. Jurnal Administrasi Sosial, 6(2), 34–50.
Smith, J., & Jones, L. (2020). Understanding communication barriers in social work: A cultural perspective. Journal of Social Work Research, 15(1), 101–115.
Susilowati, E., Subardhini, M., & Herlina, E. (2021). Inovasi praktik pekerjaan sosial dalam pelayanan sosial anak pada masa Covid-19. Pekerjaan Sosial, 20(1), 37–52.
Tracy, S. (2021). Qualitative research methods: Collecting evidence, crafting analysis, communicating impact (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Trundle, C. (2023). Focused ethnography in qualitative research. Ethnographic Perspectives, 8(1), 12–27.
UNICEF. (2021). Guidelines on child safeguarding in research.
UNICEF. (2022). Child protection and trauma-informed assessment.
WHO. (2022). Guidelines on mental health and child trauma recovery.
Wijaya, P. (2023). Dinamika komunikasi empatik dalam layanan rehabilitasi anak. Jurnal Komunikasi Sosial.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alfiansyah Rizky Mahendra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







