Internalisasi Nilai-Nilai Lulo sebagai Upaya Pemertahanan Hubungan Persaudaraan Antarmasyarakat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara

Authors

  • Dwi Intan Nuraini Univeristas Negeri Makassar, Indonesia
  • Hasni Univeristas Negeri Makassar, Indonesia
  • Ibrahim Univeristas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.935

Keywords:

Tradisi Lulo, Persaudaraan, Masyarakat Kota Kendari

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran umum internalisasi nilai-nilai Lulo sebagai upaya pemertahanan hubungan persaudaraan antar masyarakat di Kota Kendari, (2) proses pewarisan tradisi Lulo kepada generasi muda di Kota Kendari, dan (3) upaya internalisasi nilai-nilai Lulo dalam memperkuat dan mempertahankan hubungan persaudaraan antar masyarakat di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa temuan sebagai berikut: (1) gambaran umum internalisasi nilai-nilai Lulo sebagai upaya pemertahanan hubungan persaudaraan antar masyarakat di Kota Kendari masih berjalan baik dilihat dari pelaksanaan pada acara adat, pernikahan, syukuran, dan kegiatan sosial yang mencerminkan nilai kebersamaan, persaudaraan, toleransi, dan solidaritas; (2) proses pewarisan tradisi Lulo kepada generasi muda di Kota Kendari baik ditinjau melalui proses identifikasi, modeling, dan penguatan sosial yang masih dilakukan. Meskipun sebagian generasi muda masih memaknai Lulo sebatas hiburan sehingga pemahaman terhadap nilai filosofisnya belum sepenuhnya mendalam; (3) upaya internalisasi nilai-nilai Lulo dalam memperkuat dan mempertahankan hubungan persaudaraan antar masyarakat di Kota Kendari masih terjalin baik di lihat dari nilai-nilai Lulo dilakukan melalui transmisi antargenerasi dalam lingkungan keluarga, pelibatan generasi muda dalam kegiatan adat, serta pemanfaatan media digital untuk pelestarian budaya. Di tengah tantangan modernisasi, tradisi Lulo tetap berperan sebagai media pemersatu dan penguat hubungan persaudaraan masyarakat di Kota Kendari.

References

Andi, I. K. (2024). Eksistensi tari Lulo di era modernisasi pada masyarakat Kolaka. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(1), 439–447.

Andrini, F., Paramita, S., Dewi, M. P., Raden, S. T. A. B. N., & Tengah, W. W. J. (2022). Makna tradisi tarian Lulo suku Tolaki dalam pandangan agama Buddha (Kajian folklor masyarakat Moramo, Sulawesi Tenggara). Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama, 3(2), 1.

Danil, M., & Raemon, R. (2023). Peran Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara dalam pelestarian nilai-nilai budaya suku Tolaki. KABANTI: Jurnal Kerabat Antropologi, 7(2), 275–289.

Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., & Jonata. (2022). Metodologi penelitian. Rajawali Pers.

Hapida, N. (2022). Persepsi masyarakat terhadap tradisi tari Lulo di Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara (Doctoral dissertation, IAIN Parepare).

Jaya, A. (2016). Makna komunikasi pada simbol budaya dalam tarian Lulo di Konawe Selatan. Etnoreflika: Jurnal Sosial dan Budaya, 5(2), 129–136.

Kasmiati, K., Rahman, A., & Sari, M. (2024). Pemanfaatan teknologi digital dalam pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Kebudayaan dan Masyarakat, 9(1), 45–58.

Lifumangau, L. (2020). Bentuk solidaritas sosial masyarakat KBMMT di BTN Kebun Cengkeh Desa Batu Merah Kota Ambon Kecamatan Sirimau (Doctoral dissertation, IAIN Ambon).

Muhlis, A. (2020). Eksistensi tradisi tari Lulo dalam masyarakat Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara (Tinjauan kebudayaan Islam) (Doctoral dissertation, IAIN Parepare).

Muh. Subair. (2017). Internalizing Kalosara's value in a traditional dance "Lulo" in the city of Kendari, Southeast Sulawesi.

Nasir, A., Nurjana, N., Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 4445–4451.

Nurhayati, D. A. (2023). Toleransi budaya dalam masyarakat multikultur (Studi kasus peran masyarakat dalam menoleransi pendatang di Kota Serang). Prosiding Seminar Nasional Komunikasi, Administrasi Negara dan Hukum, 1(1), 95–102.

Parapat, R., & Aritonang, M. (2020). Peran keluarga dalam pewarisan nilai-nilai budaya lokal. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2), 112–123.

Rahmawati, M., & others. (2019). Identifikasi nilai pedagogis tarian Lulo untuk integrasi bangsa (Study ethnography masyarakat di Sulawesi Tenggara). Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(2), 162–178.

Sahnir, N. (2022). The meaning of the circular formation of Molulo dance in the context of local cultural values of the Tolaki tribe. Jurnal Pakarena, 7, 129–144.

Sultan, S. (2021). Tradisi Mosehe pada masyarakat suku Tolaki dalam perspektif hukum adat dan hukum Islam (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam STIBA Makassar).

Waruwu, M. (2024). Metode penelitian. Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan, 5, 23.

Zamhari, A., Pramudani, A., Anisa, R., Rahmayanti, L., Gultom, E. C., & Asmare, N. (2025). Perubahan bahasa dan budaya di kalangan generasi muda akibat adanya modernisasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(2), 867–874.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Nuraini, D. I., Hasni, H., & Ibrahim, I. (2026). Internalisasi Nilai-Nilai Lulo sebagai Upaya Pemertahanan Hubungan Persaudaraan Antarmasyarakat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(4), 672–680. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.935

Issue

Section

Articles