Upaya Mempertahankan Nilai Gotong Royong dalam Tradisi Parade Pegon di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu
Studi Kasus Pergeseran Makna dari Ritual Syukuran ke Festival Pariwisata
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.650Keywords:
Gotong Royong, Komodifikasi Budaya, Festival Pariwisata, Parade Pegon, Pelestarian BudayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pelestarian nilai gotong royong dalam Tradisi Parade Pegon serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong pergeseran makna tradisi setelah mengalami transformasi menjadi festival pariwisata. Objek penelitian adalah Tradisi Parade Pegon di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan perangkat desa, tokoh adat, panitia pelaksana, serta masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Parade Pegon telah bertransformasi dari ritual syukuran masyarakat menjadi festival pariwisata budaya yang mencerminkan proses komodifikasi budaya. Meskipun demikian, nilai gotong royong tetap bertahan sebagai modal sosial yang diwujudkan melalui partisipasi masyarakat, kesukarelaan, dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komodifikasi budaya tidak selalu menghilangkan nilai tradisional, tetapi dapat menciptakan ruang negosiasi antara pelestarian budaya dan kepentingan ekonomi. Oleh karena itu, unsur gotong royong dan pelestarian nilai budaya perlu dijadikan bagian dari kriteria penilaian dalam penyelenggaraan Parade Pegon guna menjaga keberlanjutan identitas budaya lokal.
References
McKercher, B., & du Cros, H. (2015). Pariwisata budaya: Kemitraan antara pariwisata dan pengelolaan warisan budaya (Terj.). Pustaka Pelajar.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Andi.
Richards, G. (2009). Pariwisata budaya: Globalisasi, lokalitas, dan representasi (Terj.). Pustaka Pelajar.
Salsabila, G. P., Sarasati, F., Olivia, H., Sudarsono, A. B., & Latief, A. (2024). Pergeseran makna tradisi Baritan pada masyarakat di Kecamatan Bangodua Indramayu. Jurnal Public Relations (JPR), 5(2), 14–21.
Shils, E. (2002). Tradisi (Terj.). Pustaka Pelajar. (Karya asli diterbitkan tahun 1981 dengan judul Tradition).
Smith, M. K. (2011). Isu-isu dalam pariwisata budaya (Terj.). Pustaka Pelajar.
Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. Rajawali Pers.
Soemardjan, S. (1962). Perubahan sosial di Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Varensya, F., Hambali, & Hariyanti. (2022). Studi tentang nilai kebersamaan dan gotong royong (kerja tim) pada Suku Flying Duce di Kabupaten Limapuluh Kota. Jurnal Etika Demokrasi, 7(3), 562–570. https://doi.org/10.26618/jed.v7i3.7908
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Apriliana Sekar Ayu Dara Maharani, Peni Catur Renaningtyas, Johanes Agung Indratmoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







