Melawan Penjajah
Peran Andi Depu dalam Memperjuangkan dan Mempertahankan Kemerdekaan di Tanah Mandar
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i3.426Keywords:
Andi Depu, Tanah Mandar, Perjuangan Kemerdekaan, Raja Balanipa, Sejarah LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran strategis Hj. Andi Depu dalam upaya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di wilayah Tanah Mandar, Sulawesi Barat. Fokus utama penelitian diarahkan pada kontribusi kepemimpinan dan militansi Andi Depu dalam menghadapi agresi penjajah di tingkat lokal. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-historis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dokumentasi sejarah, yang kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan sistematis: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan validitas narasi sejarah yang dihasilkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Hj. Andi Depu bukan sekadar tokoh lokal, melainkan figur sentral dalam pergerakan nasional di Sulawesi Barat. Beliau mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai Raja Balanipa ke-52. Dalam masa kepemimpinannya, beliau aktif mengonsolidasikan kekuatan rakyat melalui organisasi perjuangan seperti KRIS MUDA (Kebangkitan Rahasia Indonesia Sulawesi) dan Fujinkai. Keteguhan beliau dalam mempertahankan bendera Merah Putih dari upaya penurunan oleh tentara NICA menjadi simbol perlawanan yang ikonik di Mandar. Atas jasa-jasa luar biasanya, pemerintah Republik Indonesia menetapkan Hj. Andi Depu sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 123/TK/2018. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Andi Depu mencakup aspek kepemimpinan politik, mobilisasi massa, dan simbol integrasi lokal
References
Abdussamad, H. Z., & SIK, M. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.
Achmad, G. H. (2021). Refleksi pemikiran pembaharuan pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan terhadap problematika pendidikan Islam. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4329–4339.
Amin, S. (2010). Pewarisan nilai sejarah lokal melalui pembelajaran sejarah jalur formal dan informal pada siswa SMA di Kudus Kulon [PhD thesis, UNS (Sebelas Maret University)].
Amir, M., & Sahajuddin, S. (2011). Konfederasi Mandar: Kajian sejarah persekutuan antarkerajaan di Sulawesi Barat. Dian Istana.
Hamdy, M. F., Hitami, M., Anwar, A., Agustiar, A., & Surahmad, A. (2020). Model integrasi agama dan sains di SMA Muhammadiyah Pekanbaru. Instructional Development Journal, 3(3), 212–221.
Hamid, A. R. (2015). Nasionalisme dalam teror di Mandar tahun 1947. Jurnal Rihlah, 3, 35.
Kusrahmadi, S. D. (2017). Pentingnya wawasan nusantara dan integrasi nasional. Artikel.
Muhammad Amir, M. A. (2010). Tiga srikandi pejuang dari Mandar-Sulawesi Barat. Dian Istana.
Tahir, M. (2017). Perjuangan Andi Depu dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Mandar 1945–1950 [PhD thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar].
Wijayanti, Y. (2017). Peranan penting sejarah lokal dalam kurikulum di sekolah menengah atas. Jurnal Artefak, 4(1), 53–60.
Zuchri Abdulzame. (2021). Metode penelitian kualitatif. Syakir Media Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amri, Amirah Mahmud Abdullah, Muh. Akbar, Ulul Azmi Mustari, Evi Alfira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







