Pengawasan Sumber Daya Perikanan Berbasis Teknologi

Menilai Peran Vessel Monitoring System (VMS) dalam Rantai Pengawasan dan Kepatuhan di Laut Natuna Utara

Authors

  • Adipradana Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Ivan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia
  • Iswati Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1567

Keywords:

Vessel Monitoring System, Kepatuhan Pelaku Usaha Sektor Perikanan, Pengawasan Perikanan, Laut Natuna Utara, Deterrence, WPPNRI 711

Abstract

Laut Natuna Utara memiliki nilai strategis bagi ekonomi perikanan dan perlindungan hak berdaulat Indonesia. Luasnya wilayah pengawasan, keterbatasan patroli fisik, dan beragamnya sumber informasi menuntut sistem pengawasan yang mengintegrasikan deteksi, verifikasi, dan penegakan hukum. Penelitian ini mengevaluasi peran Vessel Monitoring System (VMS) dalam pengawasan perikanan di Laut Natuna Utara serta mengidentifikasi keterbatasan bukti untuk menilai dampaknya terhadap kepatuhan. Penelitian menggunakan studi kasus evaluatif berbasis dokumen dengan analisis deskriptif terhadap data agregat hasil operasi pengawasan 2020–2024, rekapitulasi parsial 2025–2026, laporan gangguan transmiter, dan deteksi kapal berbasis Automatic Identification System (AIS). Dokumen sensitif dianonimkan dan dianalisis pada tingkat agregat. Secara nasional, jumlah kapal yang ditangkap karena pelanggaran tercatat sebanyak 88 pada 2020, 169 pada 2021, 97 pada 2022, 269 pada 2023, dan 240 pada 2024. Di WPPNRI 711, jumlahnya berturut-turut mencapai 23, 47, 23, 34, dan 17 kapal. Data tersebut merepresentasikan keluaran operasi pengawasan, bukan ukuran langsung efektivitas VMS atau tingkat ketidakpatuhan seluruh armada. Enam laporan agregat gangguan transmiter pada 2024 hingga awal 2025 mencatat 45–64 kapal per periode pengamatan, tetapi tidak membuktikan bahwa seluruh gangguan disengaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa VMS meningkatkan visibilitas pergerakan kapal dan mendukung penentuan sasaran pengawasan. Namun, dampaknya terhadap kepatuhan bergantung pada kontinuitas transmisi, kualitas analisis, validasi lintas sumber, kecepatan respons, dan tindak lanjut hukum. Penelitian ini menawarkan kerangka evaluasi yang membedakan efektivitas teknis, operasional, dan hasil kepatuhan, serta menegaskan perlunya data longitudinal terintegrasi untuk menguji efek jera secara empiris.

References

Becker, G. S. (1968). Crime and punishment: An economic approach. Journal of Political Economy, 76(2), 169–217. https://doi.org/10.1086/259394

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. (2020–2026). Rekapitulasi administratif kapal hasil operasi pengawasan perikanan menurut tahun dan WPPNRI [Data administratif internal tidak dipublikasikan]. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. (2024–2026). Laporan agregat transmitter-off, deteksi kapal berbasis AIS, dan laporan indikasi pengawasan [Dokumen internal tidak dipublikasikan]. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (1998). Fishing operations: Vessel monitoring systems (FAO Technical Guidelines for Responsible Fisheries No. 1, Supplement 1). https://www.fao.org/4/w9633e/w9633e00.htm

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2001). International plan of action to prevent, deter and eliminate illegal, unreported and unregulated fishing. https://www.fao.org/iuu-fishing/international-framework/ipoa-iuu/en/

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2003). Making monitoring, control and surveillance of fishing vessels more effective (COFI/2003/4). https://www.fao.org/4/Y8216E/Y8216E.htm

Flewwelling, P. (1994). An introduction to monitoring, control and surveillance systems for capture fisheries (FAO Fisheries Technical Paper No. 338). Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hartono, B. D., Monintja, D. R., Haluan, J., & Nikijuluw, V. P. H. (2007). Analisis model vessel monitoring system (VMS) dalam pengawasan kapal penangkap ikan di Indonesia [Disertasi doktoral, Institut Pertanian Bogor]. Repositori IPB. http://iirc.ipb.ac.id/handle/123456789/40592

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2021 tentang Standar Laik Operasi dan Sistem Pemantauan Kapal Perikanan. JDIH Kementerian Kelautan dan Perikanan. https://jdih.kkp.go.id/Homedev/DetailPeraturan/949

Kroodsma, D. A., Mayorga, J., Hochberg, T., Miller, N. A., Boerder, K., Ferretti, F., Wilson, A., Bergman, B., White, T. D., Block, B. A., Woods, P., Sullivan, B., Costello, C., & Worm, B. (2018). Tracking the global footprint of fisheries. Science, 359(6378), 904–908. https://doi.org/10.1126/science.aao5646

Kuperan, K., & Sutinen, J. G. (1998). Blue water crime: Legitimacy, deterrence, and compliance in fisheries. Law & Society Review, 32(2), 309–338. https://doi.org/10.2307/827765

Muktitama, M. T., Kurohman, F., & Setyawan, H. A. (2023). Analysis of the suitability of using logbook and implementation of fishery vessel monitoring system policies through operational distribution of purse seine vessels in Benoa Public Port. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1224(1), Article 012012. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1224/1/012012

Nagin, D. S. (2013). Deterrence in the twenty-first century. Crime and Justice, 42(1), 199–263. https://doi.org/10.1086/670398

Situmorang, R. P., Gustasya, Y., Afrisal, M., & Supriyadi. (2022). Application of oceanographic data on illegal fishing surveillance for supporting maritime security (case study: North Natuna Sea). Jurnal Pertahanan: Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nationalism and Integrity, 8(3), 381–400. https://doi.org/10.33172/jp.v8i3.1845

Soemarmi, A., Indarti, E., Pujiyono, Wardhani, L. T. A. L., Diamantina, A., & Ristyawati, A. (2020). The use of the vessel monitoring system as fishery ship obligations in Indonesia. AACL Bioflux, 13(3), 1483–1494.

Sutinen, J. G., & Kuperan, K. (1999). A socio-economic theory of regulatory compliance. International Journal of Social Economics, 26(1–3), 174–193. https://doi.org/10.1108/03068299910229569

Taconet, M., Kroodsma, D., & Fernandes, J. A. (2019). Global atlas of AIS-based fishing activity: Challenges and opportunities. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://www.fao.org/documents/card/en/c/ca7012en

van Helmond, A. T. M., Mortensen, L. O., Plet-Hansen, K. S., Ulrich, C., Needle, C. L., Oesterwind, D., Kindt-Larsen, L., Catchpole, T., Mangi, S., Zimmermann, C., Olesen, H. J., Bailey, N., Bergsson, H., Dalskov, J., Elson, J., Hosken, M., Peterson, L., McElderry, H., Ruiz, J., ... Poos, J. J. (2020). Electronic monitoring in fisheries: Lessons from global experiences and future opportunities. Fish and Fisheries, 21(1), 162–189. https://doi.org/10.1111/faf.12425

Wibowo, D. S., Supriatna, A., & Hewindati, Y. T. (2023). Analysis of compliance level of fishing activities in the Natuna Sea. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 7(1), 17–29. https://doi.org/10.35911/torani.v7i1.29598

Downloads

Published

2026-10-29

How to Cite

Adipradana, A., Ivan, I., & Iswati, I. (2026). Pengawasan Sumber Daya Perikanan Berbasis Teknologi: Menilai Peran Vessel Monitoring System (VMS) dalam Rantai Pengawasan dan Kepatuhan di Laut Natuna Utara. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(5), 1880–1894. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1567

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.