Mengintegrasikan Keikhlasan Spritual dan Kesadaran Sosial

Metode Ilmu Sejaran Kritis Konstruktif dalam Membangun Kesatuan Energi Positif Secara Terpadu dalam Menghadapi Bencana untuk Kemaslahatan Bangsa yang Berkelanjutan

Authors

  • Darmawijaya bin Idris Universitas Khairun Ternate, Indonesia
  • Hasnidar LSIPI, Indonesia
  • Anni Atiqah Mahdiyyah LSIPI, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1438

Keywords:

Bencana Alam, Ketahanan Masyarakat, Keikhlasan Spiritual, Kesadaran Sosial, Sejarah Kritis-Konstruktif

Abstract

Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga memicu krisis sosial, psikologis, ekonomi, dan kemanusiaan yang memengaruhi ketahanan masyarakat. Oleh karena itu, penanggulangan bencana perlu diperkuat melalui pembangunan karakter spiritual dan sosial, selain pendekatan teknis dan struktural. Artikel ini bertujuan mengkaji rekonstruksi ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana berbasis keikhlasan spiritual dan kesadaran sosial melalui perspektif sejarah kritis-konstruktif. Pendekatan ini digunakan untuk merefleksikan pengalaman masa lalu, mengidentifikasi pola perilaku yang berkontribusi terhadap krisis dan konflik, serta merekonstruksi nilai-nilai yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan konstruktif dalam kehidupan masyarakat. Kajian ini menawarkan dua landasan utama, yaitu peningkatan keikhlasan dan kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah serta penguatan keikhlasan, kemauan, dan kesadaran dalam membangun komunikasi dan tindakan sosial yang sehat, damai, dan bersahabat. Kedua landasan tersebut diarahkan untuk membangun energi positif berupa kekuatan moral, spiritual, psikososial, solidaritas, kepedulian, dan perilaku prososial. Implementasinya diharapkan dapat memperkuat gotong royong, empati, toleransi, kepedulian terhadap sesama, kesadaran kebencanaan, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung penanganan dampak bencana dan berbagai krisis kemanusiaan. Dengan demikian, ketahanan masyarakat tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan fisik dan kelembagaan, tetapi juga pada transformasi nilai spiritual dan sosial yang berkelanjutan. Perspektif sejarah kritis-konstruktif menjadi kerangka reflektif untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran dalam membangun masyarakat yang religius, humanis, solidaristik, damai, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.

References

Abdurrahman, Paud. (2012). Harumnya bidadari bumi: Biografi wanita salehah, sabar dan tegar sepanjang sejarah. Pustaka Hidayah.

Aldrich, D. P. (2012). Building resilience: Social capital in post-disaster recovery. University of Chicago Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Darmawijaya, & Keluarga. (2023). Panduan dokter sejarah dalam mengatasi stres, depresi, COVID-19, perang Ukraina, perang nuklir, dan Perang Dunia III. LSIPI Indonesia.

Darmawijaya, & Keluarga. (2024). Sains tauhid: Sains sehat pertama di dunia. LSIPI Indonesia.

Darmawijaya, dkk. (2024). Family program to prevent and overcome death and tragic destruction post-COVID-19, Ukraine and Palestine war. LSIPI Indonesia.

Darmawijaya, dkk. (2025a). Early Islamization patterns in South East Asia: Their contribution to global peace effort. LSIPI Indonesia.

Darmawijaya, dkk. (2025b). Pola Islamisasi awal di Asia Tenggara: Sumbangannya pada usaha perdamaian global. LSIPI Indonesia.

Darmawijaya, dkk. (2025c). Kurikulum pendidikan berbasis kesehatan mental: Solusi ilmu sejarah kritis konstruktif dalam mencegah kasus bullying dan kekerasan melalui lembaga pendidikan. LSIPI Indonesia.

Darmawijaya, dkk. (2026). Repeated cases of deaths and tragic disasters: The causes and integrated, sustainable solutions according to the Indonesian LSIPI family.

Darmawijaya bin Idris, & Keluarga. (2022). Panduan TMT (Tindakan Kesehatan Spiritual Terpadu) bagi negara modern dalam mengatasi stres, depresi, COVID-19, dan Perang Dunia III. LSIPI Indonesia.

Jahangir, M., et al. (2021). Local community-based disaster management: The transformation of religious and local wisdom values in preparation to deal with natural hazards in West Sumatra, Indonesia. International Journal of Disaster Risk Reduction.

Jama’ah, A. K., & ad-Dimasyqi, M. bin Y. (2006). Istri-istri para nabi. Darul Falah.

Katsir, I. (2018). Kisah para nabi: Sejarah lengkap kehidupan para nabi sejak Adam A.S. hingga Isa A.S. Qisthi Press.

Lalani, N., Drolet, J. L., McDonald-Harker, C., Brown, M. R. G., Brett-MacLean, P., Agyapong, V. I. O., Greenshaw, A. J., & Silverstone, P. H. (2021). Nurturing spiritual resilience to promote post-disaster community recovery: The 2016 Alberta wildfire in Canada. Frontiers in Public Health, 9, Article 682558. https://doi.org/10.3389/fpubh.2021.682558

Ludin, S. M., Rohaizat, M., & Arbon, P. (2019). The association between social cohesion and community disaster resilience: A cross-sectional study. Health & Social Care in the Community, 27(3), 621–631. https://doi.org/10.1111/hsc.12674

Mancini, A. D., Roizer, R., Fardella, G., Kadir, A., & Model, Z. (2026). Natural disaster, social cohesion, and prosociality: A natural experiment. American Psychologist. https://doi.org/10.1037/amp0001732

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2008). Community resilience as a metaphor, theory, set of capacities, and strategy for disaster readiness. American Journal of Community Psychology, 41(1–2), 127–150. https://doi.org/10.1007/s10464-007-9156-6

Pancotto, F., & Giardini, F. (2024). Understanding post disaster prosociality: Comparing post earthquake cooperation and fairness in two Italian regions. International Journal of Disaster Risk Reduction, 106, Article 104165. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2023.104165

Priyanto, N., Christantyawati, N., & Harwiki, W. (2026). Spiritual values and social capital based individual empowerment in the implementation of disaster-resilient schools. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 7(1), 1–16. https://doi.org/10.46456/jisdep.v7i1.1008

Setioputro, B., Haristiani, R., Iksafani, M. A. J., & Yunanto, R. A. (2024). How spirituality strengthens community resilience to flood disasters. Jurnal Penelitian, 21(1), 9–15. https://doi.org/10.26905/jp.v21i1.13281

Sun, L., Qi, W., & Lu, Y. (2023). Tibetan Buddhist belief and disaster resilience: A qualitative exploration of the Yushu area, China. Disasters. https://doi.org/10.1111/disa.12563

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2015). Sendai framework for disaster risk reduction 2015–2030. United Nations.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2026). UNDRR strategic framework 2026–2030: Accelerated action for a safer, more resilient future. United Nations.

Tradisi gotong royong yang mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia. (2004, 10 Desember). BPMPP Provinsi Sumatera Utara. https://bpmpprovsumut.kemendikdasmen.go.id/tradisi-gotong-royong-yang-mempererat-kebersamaan-masyarakat-indonesia/

Downloads

Published

2026-10-21

How to Cite

Idris, D. bin, Hasnidar, H., & Mahdiyyah, A. A. (2026). Mengintegrasikan Keikhlasan Spritual dan Kesadaran Sosial: Metode Ilmu Sejaran Kritis Konstruktif dalam Membangun Kesatuan Energi Positif Secara Terpadu dalam Menghadapi Bencana untuk Kemaslahatan Bangsa yang Berkelanjutan. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(5), 1399–1410. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1438

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.