Integrasi Diagram Pareto, FMEA, dan RCA dalam Analisis Risiko Defect Produk Biskuit Arden di PT Mayora Indah Tbk

Authors

  • Anwar Shodik Universitas Tangerang Raya, Indonesia
  • Sita Kurniaty Ratoko Universitas Tangerang Raya, Indonesia
  • Angga Widyas Swara Universitas Tangerang Raya, Indonesia
  • Lifia Citra Ramadhanti Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia
  • Abby Yazid Bustommy Universitas Tangerang Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1313

Keywords:

Defect, Diagram Pareto, FMEA, RCA, Biskuit Arden

Abstract

Proses produksi Biskuit Arden Cokelat di PT Mayora Indah Tbk Divisi Biskuit Jayanti masih mengalami berbagai defect yang dapat memengaruhi kualitas produk. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis defect, menentukan defect prioritas, menganalisis risiko kegagalan, mengidentifikasi akar penyebab, dan menyusun usulan perbaikan pada proses produksi Biskuit Arden Cokelat. Penelitian menggunakan data defect periode Juli 2025–Mei 2026 yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Diagram Pareto, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Fishbone Diagram, dan Root Cause Analysis (RCA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan jenis defect, yaitu MC Tinggi, Warna Pucat, Warna Gelap, Bentuk Tidak Standar, Cokelat Bocor, Kontaminasi, Berat Tidak Standar, dan Dempet. Defect dempet menjadi defect dominan dengan jumlah 3.597,5 kg atau 15,84% dari total defect. Hasil FMEA menunjukkan defect Dempet memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 384. RCA mengidentifikasi akar penyebab berupa keausan pisau cutting, preventive maintenance yang belum optimal, parameter mesin yang belum terstandarisasi, serta monitoring proses yang belum optimal. Usulan perbaikan difokuskan pada penggantian dan pemeriksaan pisau, standardisasi parameter mesin, preventive maintenance, pengendalian kadar air adonan, serta peningkatan monitoring proses. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan usulan perbaikan berpotensi menurunkan jumlah defect sebesar 14,20% pada periode Januari–Mei 2026, dari 6.008 kg menjadi 5.155 kg.

References

Afandi, M. F., Andesta, D., & Negoro, Y. P. (2022). Upaya perbaikan kualitas pada proses pengemasan kedelai di PT Sari Agrotama Persada Gresik menggunakan metode failure mode and effect analysis. Serambi Engineering, 7(3).

Agusti, J. R., Harahap, U. N., & Hasibuan, Y. M. (2025). Implementasi failure mode and effect analysis untuk meminimalkan produk cacat. Metode Jurnal Teknik Industri, 11(1), 181–190. https://doi.org/10.33506/mt.v11i1.3746

Aini, L. Q., & Sukanta. (2024). Analisis pengendalian kualitas produk menggunakan metode statistical quality control (SQC) di PT. BIL. Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Industri, 11(1), 25–39. https://doi.org/10.33592/unistek.v11i1.3729

Anisa, M., Burhan, B., & Indarto, C. (2024). Food safety risk analysis of songkem duck using failure mode and effect analysis (FMEA) method: Analisis risiko keamanan pangan pada bebek songkem menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA). PROZIMA (Productivity, Optimitation and Manufacturing System), 8(1), 46–59. https://doi.org/10.21070/prozima.v8i1.1682

Aripin, M. S., Adji, S., & Santoso, E. (2019). Pengendalian kualitas dengan metode Seven Tools sebagai alat untuk mengurangi produk cacat pada perusahaan Tanteka Sablon Ponorogo. ISOQUANT: Jurnal Ekonomi, Manajemen & Akuntansi, 3(1), 25–32. https://doi.org/10.24269/iso.v3i1.237

Eliyah, L., & Muyasaro, H. (2025). Analisis penyebab kegagalan produksi biskuit gem bunga PT. XYZ dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Jurnal Sains dan Teknologi Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri, 25(2), 349–362. https://doi.org/10.36275/4draz759

Fitriana, R., Sari, I. P., & Sukma, I. M. (2023). Peningkatan kualitas proses produksi tahu menggunakan metode FMEA dan FTA (studi kasus: Pabrik Tahu DN). Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 33(3), 277–289. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2023.33.3.277

Hidayat, S., Rizki, A. W., & Jufriyanto, M. (2024). Analisis pengendalian kualitas defect produk sandal kulit dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Root Cause Analysis (RCA) (studi kasus UMKM Chellbie). JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri), 5(4).

Indriyani, F., & Prasinta, W. R. (2025). Analisis pengendalian kualitas produk menggunakan metode Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada UMKM Tahu Goreng Bu Tita Kabupaten Garut. Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi (JURIMA), 5(1). https://doi.org/10.55606/jurima.v5i1.5011

Luo, D., He, M., Darko, J., Seymour, F. L., & Maturana, F. (2024). The golden batch-driven root cause analysis for anomalies in bioreactor fermentation process. Frontiers in Manufacturing Technology, 1–12. https://doi.org/10.3389/fmtec.2024.1392038

Nurlaela, A., Prasetyo, B. D., Ningrum, L. D. H., & Anwar, A. (2022). Analisis kecelakaan kerja dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dalam studi kasus produksi kemasan makanan di Tasikmalaya. Jurnal Logistics & Supply Chain (LOGIC), 1(2), 32–40. https://doi.org/10.33197/logic.v1i2.984

Pramesti, G. P., Putri, P. K. B., & Sofyan, H. (2025). Analisis pengendalian kualitas produk PC Slab tipe A untuk meminimalkan defect menggunakan RCA dan FMEA di PT. XYZ. Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik, 3(5), 128–140. https://doi.org/10.61132/venus.v3i5.1143

Purba, A. P. P. P., Sitorus, T. M., & Wirakusuma, K. W. (2024). Pengendalian kualitas produk mie kuning melalui pendekatan statistical quality control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA): Studi kasus di industri mie kuning di Kota Padang. Jurnal Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri (PASTI), 18(1), 103–117. https://doi.org/10.22441/pasti.2024.v18i1.010

Sitompul, M. A. (2024). Implementasi metode Root Cause Analysis (RCA) untuk mengendalikan reject produk NP Project di PT. XYZ. Journal of Manufacturing in Industrial Engineering and Technology (MINE-TECH), 3(1), 83–92. https://doi.org/10.30651/mine-tech.v3i2.24157

Sumarsono, D., & Widiasih, W. (2024). Pengendalian kualitas untuk mengurangi jumlah cacat produk dengan pendekatan peta kendali P serta usulan perbaikan (studi kasus di PT. Brata Indonesia (Persero)). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri UNPATTI, 4(1), 1–16. https://doi.org/10.30598/i-tabaos.2024.4.1.1-16

Sumiati, S., Nugraha, I., & Donoriyanto, D. S. (2023). Quality control analysis to reduce instant noodle product defects with Six Sigma and Kaizen method. International Conference Eco-Innovation in Science, Engineering, and Technology, 231–238. https://doi.org/10.11594/nstp.2023.3633

Wicaksono, A., & Yuamita, F. (2022). Pengendalian kualitas produksi sarden menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk meminimalkan cacat kaleng di PT. XYZ. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT), 1(3), 145–154.

Zendrato, R. V., Ryantama, R., Nugroho, M. A., Putri, D., Kuncoro, D., & Parnington, S. (2022). Analisis pengendalian kualitas pada tempe menggunakan metode Seven Tools. IMTechno: Journal of Industrial Management and Technology, 3(2), 99–109.

Downloads

Published

2026-09-19

How to Cite

Shodik, A., Ratoko, S. K., Swara, A. W., Ramadhanti, L. C., & Bustommy, A. Y. (2026). Integrasi Diagram Pareto, FMEA, dan RCA dalam Analisis Risiko Defect Produk Biskuit Arden di PT Mayora Indah Tbk. ANTHOR: Education and Learning Journal, 5(5), 456–466. https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1313

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.