Pengaruh Persepsi dan Keterlibatan Masyarakat terhadap Perekonomian Lokal di Sekitar Destinasi Gumbang Ganang, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i5.1176Keywords:
Persepsi Masyarakat, Keterlibatan Masyarakat, Perekonomian Lokal, Community Based TourismAbstract
Pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal melalui persepsi yang positif dan keterlibatan aktif masyarakat. Namun, manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat di sekitar Destinasi Pemandian Gumbang Ganang, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, belum dirasakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi masyarakat dan keterlibatan masyarakat terhadap perekonomian lokal, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dan keterlibatan masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap perekonomian lokal, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,429 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 42,9% variasi perekonomian lokal, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini memperkuat pentingnya peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan persepsi positif dan keterlibatan masyarakat perlu terus didorong agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara lebih merata. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi perekonomian lokal.
References
Abdillah, F., Riyanto, B., & Bahri, A. S. (2021). Persepsi masyarakat lokal tentang makna pariwisata dalam pengembangan Desa Wisata Sawarna.
Anugrah, F. F., Salahudin, S., & Nurjaman, A. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata lokal: Sebuah kajian pustaka terstruktur. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 6(4), 775–789. https://doi.org/10.28926/briliant.v6i4.689
Asyifa, N., Pratama, K. R., Andjanie, F. I., & Furqan, A. (2023). Pendekatan pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism/CBT) di Desa Wisata Lamajang, Kabupaten Bandung. 10, 220–253.
Cordova-Buiza, F., Medina-Viruel, M. J., & Pérez-Gálvez, J. C. (2025). Community-based rural tourism: A mapping technique analysis study from 2005 to 2023. Humanities and Social Sciences Communications, 12, Article 383. https://doi.org/10.1038/s41599-025-04746-7
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Devi, N. U. K., Astuti, V. S., Yudha, Y. F., & Megayana, D. F. (2025). Pengembangan destinasi wisata Desa Bermi Eco Park berbasis Community-Based Tourism (CBT). Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH), 5(3).
Erwin, & Irwandi, A. (2025). Kawasan Pantai Carocok: Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan dampak ekonomi berkelanjutan. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 2376–2389.
Fernández, M., et al. (2022). Theoretical model for the analysis of community-based tourism: Contribution to sustainable development. Sustainability, 14(17), Article 10635. https://doi.org/10.3390/su141710635
Firdaus, P. A., & Agustina, I. F. (2025). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi melalui program desa wisata di Dusun Binangun Desa Plintahan. JDP (Jurnal Dinamika Pemerintahan), 8(1), 70–87.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (Edisi ke-10). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gohori, O., & Vander Merwe, P. (2022). Limitations to community participation in tourism from local people’s perspectives: Manicaland Province, Zimbabwe. Development Southern Africa, 39(6), 841–855.
Hartadji, D. K. (2024). Peran masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata. Jurnal Administrasi Publik, 5(2), 81–83. https://doi.org/10.36276/jap.v5i2.654
Herdiana, D. (n.d.). Desa wisata berbasis masyarakat. 6, 63–86.
Hidayatullah, F. A., & Suminar, T. (2021). Strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal Candi Plaosan melalui program desa wisata untuk kemandirian ekonomi di Desa Bugisan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. 1(1), 1–11.
Jackson, L. A. (2025). Community-based tourism: A catalyst for achieving the United Nations Sustainable Development Goals One and Eight. Tourism and Hospitality.
Jaafar, M., Md Noor, S., Mohamad, D., Jalali, A., & Hashim, J. (2020). Motivational factors impacting rural community participation in community-based tourism enterprise in Lenggong Valley, Malaysia. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 25(7), 697–709. https://doi.org/10.1080/10941665.2020.1769696
Makwa. (2019). Dampak pengembangan pariwisata terhadap perekonomian masyarakat lokal di Desa Tanjung Luar Lombok Timur. 5(2), 108–125.
Meidiyanto, W., Sundjoto, & Rahayu, S. (2025). Pengembangan paket wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi destinasi wisata untuk pemasaran pariwisata berkelanjutan (Studi kasus di Wisata Jolotundo Glamping dan Edupark, Desa Bajulan, Loceret, Kabupaten Nganjuk). JIMEA: Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi), 9(2).
Mulyan, A., Moh, L., & Isnaini, Y. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata (Studi di Desa Masmas Kecamatan Batu Kaliang Utara Kabupaten Lombok Tengah). 8(3), 2266–2286. https://doi.org/10.36312/jime.v8i2.3708
Munawaroh, S., Rini, A. N. S., & Pratiwi, R. (2026). Peran partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisata Arenan Kalikesek. IKRA-ITH ABDIMAS, 10(2), 92–99.
Murphy, P. E. (1985). Tourism: A community approach. Methuen.
Nawangsari, E. R., & Rahmatin, L. S. (2021). Tantangan dan peluang pariwisata berbasis masyarakat di era new normal. Masyarakat Indonesia, 47(1), 91–104.
Nurlaely, D., Mahakam, I., & Aji, L. (2022). Kelayakan dan kesesuaian lahan kawasan wisata Pemandian Gumbang Ganang Sambelia Lombok Timur. 05(37), 71–81. https://doi.org/10.22219/avicennia.v5i2.19935
Octaviani, N., Meliana, M., Gde, P., & Yudhistira, A. (2023). A pathway to a better future: Community-based tourism for local economic growth in Sayan Village, Ubud. 3, 112–118. https://doi.org/10.35313/jtospolban.v3i3.104
Purnaya, I. G. K., Supartini, N. L., & Semara, I. M. T. (2019). Pembangunan Taman Wisata Eko-Kuliner di Daerah Aliran Sungai Badung untuk mendukung pariwisata budaya di Kota Denpasar. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 9(1), 71–92.
Putra, D. P. B. P. (2020). Pengembangan desa wisata Carangsari dan partisipasi masyarakat lokal. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(2). https://doi.org/10.14203/jmb.v22i2.838
Rasyadi, V., & Nasdian, F. T. (2021). Hubungan tingkat partisipasi masyarakat dengan dampak ekonomi lokal dalam pengembangan kawasan wisata Mandeh. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 5(3). https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i3.829
Riyanto, Iqbal, M., Robith, M., Fahmi, A., & Yuliaji, S. (2023). The effect of community involvement and perceived impact on residents’ overall well-being: Evidence in Malang marine tourism. Cogent Business & Management, 10(3). https://doi.org/10.1080/23311975.2023.2270800
Rochman, N. (2016). Model pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Jurnal Equilibria Pendidikan, 1(1).
Rucitarahma, R., & Tiberghien, G. (2021). A critical assessment of community-based tourism practices in Nglanggeran Ecotourism Village, Indonesia. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 9(1), 26–37.
Sari, D. N. P., & Astutiningsih, S. E. (2022). Pengaruh lokasi usaha, popularitas merek, variasi produk, kepercayaan, gaya hidup terhadap minat beli ulang konsumen Aliyah Scraf Tulungagung melalui budaya. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 8(2), 363–384.
Satrio, D., & Sabana, C. (2018). Pengembangan community-based tourism sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 32(1), 31–43.
Sifak, et al. (2025). Pengembangan pariwisata berbasis komunitas (Sunrise Land Lombok) di Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur. SeNSosio Unram, 6, 345–353.
Siregar, M. R. A., Damayanti, N. A., Sugiana, D., & Khadijah, U. L. S. (2023). Measuring communities’ perceptions towards the socio-economic impact of community-based tourism development of tourism villages in Indonesia (Case from Bogor Regency, Indonesia). Journal of Law and Sustainable Development, 11(11), Article e1964.
Supardi (Bapak Qila). (2026, 7 Januari). Pesona Gumbang Ganang, permata tersembunyi di timur Sambelia. Lombok Post.
Sutresna, I. B., Utama, I. M. S., Saskara, I. A. N., & Setiari, N. P. W. (2019). Community-based tourism as sustainable tourism support. RJOAS: Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 10(94), 70–78. https://doi.org/10.18551/rjoas.2019-10.09
Tisnawati, E., Natalia, D. A. R., Ratriningsih, D., Putro, A. R., Wirasmoyo, W., & Brotoatmodjo, H. P. (2019). Strategi pengembangan eko-wisata berbasis masyarakat di Kampung Wisata Rejowinangun. INERSIA: Informasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur, 15(1), 1–11.
Wardan, W. (2025). Persepsi masyarakat lokal terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan dan implikasinya bagi perekonomian daerah. Jurnal Economina, 4(3), 112–118. https://doi.org/10.55681/economina.v4i3.1547
Wibowo, M. S., & Belia, L. A. (2023). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. 6(1), 25–32.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hesti Kurnaen, Pahrudin, Moh. Syarif Hidayatullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







