Hambatan Pencapaian Cakupan Pelayanan Hipertensi Di UPT Puskesmas Taruna Kota Pekanbaru
Studi Kualitatif Implementasi Program
DOI:
https://doi.org/10.31004/anthor.v5i4.1118Keywords:
Hipertensi, Puskesmas, Implementasi Program, Pelayanan Kesehatan Primer, Cakupan PelayananAbstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal kronis, dan kematian dini. Meskipun berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, capaian pelayanan hipertensi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di fasilitas kesehatan primer masih belum optimal. Pada tahun 2025, cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru baru mencapai 76,7% dari target SPM sebesar 100%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan pencapaian cakupan pelayanan hipertensi di UPT Puskesmas Sapta Taruna tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen pada 8–25 Juni 2026. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program hipertensi/Penyakit Tidak Menular (PTM), dokter, kader Posbindu PTM, dan pasien hipertensi. Analisis data dilakukan secara iteratif melalui reduksi data, kategorisasi berdasarkan Fishbone 6M, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima hambatan utama, yaitu keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pelaksanaan pelayanan dan penjangkauan sasaran, keterbatasan sarana-prasarana dan media pendukung, terbatasnya pendanaan kegiatan luar gedung, serta tata kelola program yang belum optimal. Hambatan tersebut memengaruhi pelaksanaan skrining, tindak lanjut, pelayanan obat, home visit, pencatatan, dan koordinasi lintas program. Diperlukan penguatan sumber daya, pembiayaan, sarana-prasarana, optimalisasi home visit, serta koordinasi lintas program untuk meningkatkan cakupan pelayanan hipertensi sesuai standar.
References
Dinkes Prov Riau. (2023). Profil kesehatan Provinsi Riau tahun 2023 (S. S. Jefri Herimen, Ed.). Pekanbaru.
Edwards III, G. C. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.
Irazola, V., et al. (2025). Special report: Expanding team-based care for hypertension and cardiovascular risk management with HEARTS in the Americas. Pan American Journal of Public Health, 49, 1–10.
Jones, D. W., et al. (2025). 2025 AHA/ACC/AANP/AAPA/ABC/ACCP/ACPM/AGS/AMA/ASPC/NMA/PCNA/SGIM guideline for the prevention, detection, evaluation and management of high blood pressure in adults: A report of the American College of Cardiology/American Heart Association. Hypertension (Advance online publication). https://doi.org/10.1161/HYP.0000000000000249
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Riskesdas 2018 nasional. Lembaga Penerbit Balitbangkes.
Kementerian Kesehatan RI. (2023a). Peraturan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Nomor HK.02.02/B/1622/2023 Tahun 2023 tentang petunjuk teknis pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dan balita. Jakarta. https://dinaspmk.benermeriahkab.go.id/media/2024.08/perdirjen_juknis_pmt_lokal_v25_20240130_ed_revisi_20241.pdf
Kementerian Kesehatan RI. (2023b). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Kruse, C. S., et al. (2022). Physician burnout and the electronic health record leading up to and during the first year of COVID-19: Systematic review. Journal of Medical Internet Research, 24, 1–17. https://doi.org/10.2196/36200
Lu, H., et al. (2021). Effectiveness of home visiting on patients with hypertension. Medicine, 100. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000024072
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2024a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2023 tentang petunjuk teknis pengelolaan dana bantuan operasional kesehatan tahun anggaran 2024. https://peraturan.bpk.go.id/Details/288060/permenkes-no-6-tahun-2024
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2024b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2024 tentang standar teknis pemenuhan standar pelayanan minimal kesehatan.
Pholpark, A., et al. (2025). Challenging inadequate and fragmented primary health care financing: Findings from Bangladesh, Indonesia, Maldives, and Nepal. The Lancet Regional Health – Southeast Asia, 38, 100613. https://doi.org/10.1016/j.lansea.2025.100613
Presiden Republik Indonesia. (2018). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal. https://peraturan.bpk.go.id/Details/67029/pp-no-2-tahun-2018
Puskesmas Sapta Taruna. (2025). Profil Puskesmas Sapta Taruna tahun 2025. Pekanbaru.
Rajan, D., et al. (2024). Implementing the primary health care approach: A primer. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240090583
Schwalm, J. D., et al. (2019). A community-based comprehensive intervention to reduce cardiovascular risk in hypertension (HOPE 4): A cluster-randomised controlled trial. The Lancet, 394(10205), 1231–1242. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(19)31949-X
WHO. (2018). WHO guideline on health policy and system support to optimize community health worker programmes. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550369
WHO. (2023). Workload indicators of staffing need (WISN). World Health Organization. https://www.who.int/tools/wisn
WHO. (2024). Noncommunicable diseases. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases
WHO. (2025). Hypertension. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
World Health Organization. (2021). Guideline for the pharmacological treatment of hypertension in adults. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240033986
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ninna Apriani, Yuhendri, Oktavia Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







